Imbuhan kata kerja (bahasa Melayu)
| Nahu bahasa Melayu |
|---|
| Morfologi |
| Golongan kata |
| Sintaksis |
| Jenis frasa |
| Susunan ayat |
| Jenis ayat |
| Bentuk ayat |
| Penerbitan ayat |
| Lain-lain |
Dalam penulisan formal bahasa Melayu, kata kerja hampir sentiasa dibubuh imbuhan, baik awalan, akhiran, apitan mahupun sisipan.
Isi kandungan |
Awalan [sunting]
me(n)- [sunting]
Imbuhan awalan "me(n)-" menunjukkan perkataan tersebut ialah sejenis kata kerja yang membawa erti-erti berikut kepada kata dasar dalam sesebuah ayat aktif (subjek ayat menjadi pelaku), tidak kira transitif atau tak transitif:
- melakukan perbuatan
- Siapakah yang mengetuk pintu?
- membuat objek
- Saya membakar roti.
- menjadi
- Tengok, dia sudah meradang.
- mengeluarkan bunyi
- Harimau mengaum sekuat-kuatnya.
- menghala ke arah
- Kereta menuju ke arah sana.
Awalan "me(n)-" berubah bentuk mengikut fonem pertama dalam kata dasar:
| Bentuk imbuhan | Fonem pertama kata dasar |
Gugurkan? | Contoh | Huraian |
|---|---|---|---|---|
| mem- | /b/ | Tidak | balut → membalut | |
| /p/ | Ya | panah → memanah | Kecuali kata pinjaman dan sebilangan kecil kata jati Cth: memproses |
|
| men- | /c/ /d/ /j/ /sy/ /z/ |
Tidak | cari → mencari dapat → mendapat jadi → menjadi syampu → mensyampu ziarah → menziarahi |
|
| /t/ | Ya | tari → menari | Kecuali kata pinjaman dan sebilangan kecil kata jati Cth: mentadbir |
|
| meng- | (vokal) | Tidak | arah → mengarah | |
| /g/ | Tidak | galas → menggalas | ||
| /k/ | Ya | kerah → mengerah | Kecuali kata pinjaman dan sebilangan kecil kata jati Cth: mengkaji |
|
| meny- | /s/ | Ya | sara → menyara | Kecuali sesetengah kata pinjaman dan sebilangan kecil kata jati Cth: menskru |
| me- | /l/ /m/ /n/ /ng/ /ny/ /r/ /w/ /y/ |
Tidak | lambung → melambung makan → memakan nangis → menangis nganga → menganga nyanyi → menyanyi rasa → merasa wangi → mewangi yakin → meyakinkan |
|
| menge- | - | Tidak | cat → mengecat | Untuk kata dasar satu suku kata sahaja. |
di- [sunting]
Imbuhan awalan "di-" merupakan pengganti imbuhan "me(n)-" dalam ayat pasif (subjek ayat menanggung perbuatan). Bezanya, fonem pertama kata dasarnya tidak perlu diubah. Contoh:
- Kuda menarik pedati. → Pedati ditarik oleh kuda.
- Dia membawa dompet. → Dompet ini dibawanya.
ber- [sunting]
Imbuhan awalan "ber-" menunjukkan perkataan tersebut ialah sejenis kata kerja yang membawa erti-erti berikut kepada kata dasar dalam sesebuah ayat aktif (subjek ayat menjadi pelaku), tidak kira transitif atau tak transitif:
- memiliki
- Tauke berkereta mewah.
- menghasilkan
- Pokok sudah berbuah.
- menaiki
- Kami berbasikal ke sana.
- mengikuti atau menghadiri
- Mereka berbincang dengan guru.
- menganggap sebagai
- Saya berkawan dengannya.
- dilakukan kepada diri
- Kita harus bertahan.
- perbuatan saling berbalasan
- Mereka tengah berborak.
ter- [sunting]
Imbuhan awalan "ter-" membawa erti-erti berikut:
- tersedia ada
- Lamanya dia tertunggu di situ.
- tidak sengaja
- Kereta terlanggar kancil.
- menggambarkan keadaan
- Dia terkenang ibunya sewaktu di perantauan.
per- dan memper- [sunting]
Imbuhan awalan "per-" dan "memper-" hanya digunakan dalam kata kerja transitif. Imbuhan "per-" selalunya digunakan dalam ayat suruhan, sementara ayat biasa pula melengkapkannya menjadi "memper-". Kegunaannya adalah seperti berikut:
- menjadikan lebih/bertambah
- Mereka sedang memperluas padang.
- menjadikan makna perbuatan kata dasar sebagai kiasan
- Rakyat dilarang memperhamba kanak-kanak sebagai buruh kasar.
- mendapat sesuatu
- Saya memperoleh 100 markah dalam ujian.
diper- [sunting]
Begitu juga dengan awalan "me(n)", awalan "memper-" dalam ayat pasif ditukar menjadi "diper-".
- Ahmad memperbesar padang. → Padang diperbesar oleh Ahmad.
- Dia memperoleh 100 markah. → 100 markah diperolehnya.
Akhiran [sunting]
Imbuhan akhiran "-kan" dan "-i" dengan sendirinya digunakan dalam ayat pasif yang objeknya diri pertama atau kedua, atau ayat suruhan (imperatif).
-kan [sunting]
- membuat untuk orang lain (benefaktif)
- Buku ini saya bacakan untuk adik.
- suruhan (imperatif)
- Tolong masukkan barang itu ke dalam kotak.
-i [sunting]
- tempat (lokatif)
- Jalan itu baru saya lalui.
- menjadikan
- Pepatah itu harus kita hayati.
Apitan [sunting]
Imbuhan apitan merupakan penggunaan awalan dan akhiran pada satu kata dasar untuk membentuk kata kerja.
me(n)-…-kan [sunting]
- menjadikan objek memperoleh sifat kata dasar
- Ibu menyalakan lampu.
- membantu orang lain (benefaktif)
- Dia memdermakan bekalan makanan kepada golongan miskin.
- mengenai
- Saksi menceritakan kemalangan itu kepada akhbar.
me(n)-…-i [sunting]
- menjadikan objek memperoleh sifat kata dasar
- Nyalaan lampu menerangi bilik. (serupa dengan apitan "me(n)-…-kan")
- memberi kata dasar kepada objek
- Cikgu menasihati murid-murid agar berhati-hati di jalan raya.
- ke tempat (lokatif)
- Saya menaiki kapal ke seberang lautan.
ke-…-an [sunting]
- mengalami sesuatu: Kereta baru kehabisan minyak.
memper-…-kan [sunting]
Apitan "memper-…-kan" membawa makna kausatif yang hanya digunakan untuk kata kerja transitif, namun dikaitkan dengan imbuhan "ber-".
- menyebabkan jadi
- Ghani mempertemukan isterinya dengan ibu bapanya di kampung. (bandingkan "bertemu")
- menyebabkan orang lain melakukan perbuatan yang terkandung dalam makna kata dasar
- Stesen radio kegemaranku memperdengarkan suara juruhebah baru.
memper-…-i [sunting]
Begitu juga dengan apitan "memper-…-kan", apitan "memper-…-i" membawa makna kausatif yang hanya digunakan untuk kata kerja transitif.
- menjadikan objek beroleh sesuatu:
- Kementerian pertahanan mempersenjatai tentera dengan kereta kebal baru.
- menjadikan objek memperoleh sifat kata dasar:
- Ayah memperkebuni tanah di keliling rumah.
- menjadikan objek memperoleh sifat semula
- Jurutera sedang memperbaiki jentera.
Sisipan [sunting]
Terdapat sebilangan kata dasar yang diberi sisipan seperti "-el-", "-em-", dan "-er-" untuk memberi makna kata kerja. Contoh: guruh → gemuruh.