Ketika Cinta Bertasbih (drama)

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
(Dilencongkan dari Ketika Cinta Bertasbih (Drama))
Lompat ke: pandu arah, cari

(Dalam Pembetulan)

Ketika Cinta Bertasbih : Spesial Ramadan (Musim 1) DAN Meraih Ridho Ilahi (Musim 2)
Format Drama
Ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy
Pengarah Chaerul Umam
Komposer lagu tema Purwacaraka
Lagu pembukaan "Ketika Cinta Bertasbih" - Melly Goeslaw feat Amee
Lagu penutup "Ketika Cinta Bertasbih" - Melly Goeslaw feat Amee
Negara asal  Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia
Penerbitan
Penerbit Leo Sutanto
Lokasi Jakarta
Syarikat penerbitan Sinemart
Penyiaran
Saluran asal RCTI
Format gambar 480i Standard Definition Televisyen (SDTV)
Siaran asal Khamis, 3 March 2011


Ketika Cinta Bertasbih[sunting | sunting sumber]

  • Sutradara : Chaerul Umam
  • Produser : Leo Sutanto
  • Desain Produksi : Heru Hendriyarto
  • Cerita : Habiburrahman El Shirazy
  • Penulis Skenario : Habiburrahman El Shirazy, Untung Wahono,

,Sakti Wibowo, Mila K. Kamil

  • Produksi : SinemArt (2010)
  • Lagu Tema : “KETIKA CINTA BERTASBIH”
  • Penyanyi : “MELLY feat. AMEE”
  • Pencipta : “ADEN & MELLY”
  • Produksi : PT. AQUARIUS MUSIKINDO

Para Pelakon Ketika Cinta Bertasbih[sunting | sunting sumber]

*Heppy Nurdiansyah sbg Hafez

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Sinopsis Pendek[sunting | sunting sumber]

Ketika Cinta Bertasbih : Spesial Ramadan (Musim 1)[sunting | sunting sumber]

SETIAP HARI PUKUL 18.00 MULAI 26 JULAI 2010

Pesantren Daarul Quràn yang terletak di desa Wangen, Polanharjo, Klaten adalah pesantren terbesar di Jawa Tengah bagian selatan. Pesantren itu diasuh oleh ulama kharismatik yaitu Kyai Luthfi Hakim.

Suatu waktu Kyai Luthfi Hakim harus menunaikan nadzarnya, tinggal di samping Masjidil Haram setengah tahun lamanya. Maka amanah mengasuh pesantren jatuh ke pundak menantu dan putrinya yaitu Azzam dan Anna Althafunnisa. Di sinilah cerita sinetron spesial ini dimulai.

Di awal mengasuh pesantren, Azzam dan Anna menghadapi masalah tidak dari luar dan dari orang lain, justru dari diri mereka berdua sendiri. Sudah tujuh bulan menikah, Anna belum juga mendapat tanda-tanda akan memiliki anak. Hasil pemeriksaan medis memvonis Anna mengidap Endometriosis, suatu penyakit yang dikenal menjadi salah satu penyebab kemandulan. Anna menjadi sangat cemas kalau Azzam menikah lagi, karena dia sangat kecil kemungkinannya bisa memberikan keturunan untuk Azzam. Anna yang biasanya panjang berpikir menjadi sangat sensitif.

Dalam suasana seperti itu pesantren dititipi seorang remaja putri pecandu narkoba bernama Aprilia, putrid sepasang konglomerat. Aprilia diterima setelah Azzam dan Anna mengadakan musyawarat dengan pengurus pesantren, walaupun awalnya Azzam enggan untuk menerimanya.

Keberadaan Aprilia benar-benar membuat kekacauan di pesantren. Kelakuannya yang tidak mengenal sopan-santun sangat mengganggu ketenangan pesantren. Bahkan rumah tangga Azzam dan Anna nyaris terancam pecah karena ulah Aprilia.

Anna yang sensitif langsung dibakar cemburu. Anna semakin merasa tidak bisa memaafkan Azzam ketika Aprilia menjelaskan kalau dirinya memang diperdaya oleh Azzam, karena Azzam ingin mendapatkan anak dari Aprilia akibat dari penyakit yang diderita Anna. Anna kehilangan kepercayaan kepada Azzam, karena penyakit tersebut adalah rahasianya dengan Azzam.

Keadaan semakin kritis ketika Eliana dan pamannya datang meminta Azzam mencarikan tempat yang cocok untuk syuting video klip. Azzam membantu Eliana mencarikan tempat dengan membawa Eliana ke salah sisi terindah dari pinggir Waduk Cengklik, Colomadu, Solo. Itu adalah tempat yang sangat romantis yang sepi, yang biasa menjadi tempat beristirahat Azzam dan Anna. Anna semakin dibakar rasa cemburu. Bahkan Anna sempat menganggap bahwa Azzam lebih buruk dari Furqan suami terdahulunya.

Keadaan pesantren semakin diuji ketika salah seorang santri dicabut dari pesantren, sehingga hal itu menciptakan sejarah buruk bagi Pesantren Daarul Quràn. Karena sejak pesantren di dirikan sampai saat itu belum pernah ada wali santri yang menarik anaknya karena tidak sepakat dengan kebijakan pesantren apalagi tidak percaya kepada pesantren.

Berbagai peristiwa datang silih berganti mewarnai kehidupan di Pesantren Daarul Qur'an. Bagaimanakah Azzam dan Anna menyelesaikan masalah internal mereka, apalagi setelah kehadiran Aprilia, Eliana, dan Qanita?.. Bagaimana juga Azzam menjaga adik-adik perempuannya dan menjaga bisnisnya?.. Dan Akankah Azzam dan Anna berhasil menjaga keutuhan dan kewibawaan pesantren Daarul Quràn sebagai pusat ilmu dan pusat penyejuk jiwa masyarakat?.. Ataukah sebaliknya di tangan Azzam pesantren justru menjadi pusat masalah bagi masyarakat?..

Saksikan jawabannya di sinetron Ketika Cinta Bertasbih Spesial Ramadhan. Sebuah sinetron spesial yang ceritanya digarap sebagai kelanjutan dari filmnya yang fenomenal dan telah sukses disaksikan jutaan penonton di Asia Tenggara.

Sebuah sinetron yang penuh konflik internal yang mencerdaskan insya Allah, untuk membangun jiwa Indonesia dengan keteladanan dan cinta!


Ketika Cinta Bertasbih : Meraih Ridho Ilahi (Musim 2)[sunting | sunting sumber]

Sinopsis Pendek[sunting | sunting sumber]

Ruh dari Sinetron Ketika Cinta Bertasbih Meraih Ridho Ilahi adalah bagaimana keluarga besar Azzam menjadikan seluruh aktivitas hidup ini sebagai bentuk ibadah untuk meraih ridho Ilahi. Bagaimana Anna Althafunnisa dan Azzam berusaha mati-matian meraih ridho Ilahi di tengah cobaan yang mendera hidup mereka. Bagaimana Husna dan Ilyas mendapat ujian yang dahsyat di tengah-tengah persiapan menghadapi pernikahan mereka, dimana mereka juga berusaha selalu ikhlas.

Husna mengajar di kelas, tiba-tiba merasakan nyeri di dada yang hebat yang akhirnya membuat dia ambruk dan pingsan di kelas. Husna dilarikan ke RS Solo. Tetapi pihak RS angkat tangan, dan memberikan rujukan ke Jakarta. Di hari yang sama desa Wangen juga geger, karena Haji Samingan minggat meninggalkan rumah bersama Parmin.

Karena rasa cinta dan sayangnya pada adiknya, Azzam pun memutuskan untuk tinggal sementara di Jakarta sampai Husna selesai menjalani pengobatannya. Azzam pun kembali ke Solo untuk membawa Anna ikut serta, dan menyerahkan Pesantren Daarul Qur`an pada Mujab untuk sementara.

Azzam mengontrak rumah di pinggir kota Jakarta. Ia merasa sembari mengobatkan Husna ia bisa mengembangkan bisnis bakso cintanya. Radio JPMI Solo diserahkan kendalinya pada Furqan, Bakso Cinta yang di Solo dipercayakan pada Lia. Lia tetap tinggal di rumah bersama Sarah dan ditemani Bu Romlah, istri Pak Haji Samingan.

Sambil memulai bisnis Bakso Cinta di Jakarta, Azzam juga tergerak untuk pesantren Al Halimiyyah yang ada di dekat kontrakannya yang sudah tidak terurus dan kehilangan murid-muridnya. Azzam pun mulai memutar otak untuk mengumpulkan biaya baik untuk pengobatan Husna, biaya hidup keluarganya, dan juga biaya pengembangan pesantren Al Halimiyyah.

Azzam pelan-pelan berhasil menghidupkan pesantren. Itupun tak luput dari bantuan Cahyani, mahasiswi aktivis yang membantu Azzam mencari dana untuk membeli pesantren. Azzam lalu mengganti nama pesantren menjadi Pesantren Daarul Hikmah.

Azzam dan Anna pun lambat laun mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Azzam menjadikan pesantren itu sebagai pesantren mahasiswa yang sering mengadakan tema-tema kajian yang diminati anak muda. Masjid pesantren itu juga mulai makmur kembali.

Ilyas pun sesekali datang membantu Azzam berjuang di Jakarta. Azzam kemudian meminta kepada Ilyas agar berkenan menunggu Husna sembuh bahkan menguatkan Husna. Furqan juga sering datang karena dia dan Azzam mengembangkan usaha di Jakarta, selain usaha radio. Azzam dan Furqan bahu membahu mengatasi pertarungan bisnis yang sengit di Jakarta.

Tantangan dan masalah datang silih berganti pada keluarga besar Azzam. Bagaimanakah kelanjutan perjuangan mereka dalam meraih ridho Ilahi ?..

Bagaimanakah kisah selanjutnya, saksikan di sinetron KCB Edisi Spesial (Musim 3).


Rujukan Luar[sunting | sunting sumber]


Ciptakan templat Tunas-Sinetron
 Rencana ini merupakan rencana tunas. Anda boleh membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.