Meriam Bellina
| Rencana ini memerlukan kemaskini dalam Bahasa Melayu piawai Dewan Bahasa dan Pustaka. Silalah membantu. Anda boleh rujuk: Laman Perbincangannya • Dasar dan Garis Panduan Wikipedia • Manual Menyunting |
| Meriam Bellina | |
|---|---|
| Fail:Meriem Bellina.jpg | |
| Lahir | Ellisa Meriam Bellina Maria Bamboe 10 April 1965 (48 tahun) |
| Pekerjaan | pelakon, penyanyi,bintang iklan,bintang filem dan sinetron |
| Tahun aktif | 1984 - sekarang |
| Pasangan | Ferry Anggriawan (cerai) Adi Surya Abdi (cerai) Hotman Paris Hutapea (kini) |
| Anak | Albert Surya (dari suami kedua) Nigel Pino (dari suami kedua) |
Meriam Bellina (nama lengkap: Ellisa Meriam Bellina Maria Bamboe; lahir di Bandung, Jawa Barat, 10 April 1965; umur 48 tahun) adalah aktris Indonesia yang serba bisa[perlu rujukan].
Isi kandungan |
Masa kecil dan remaja [sunting]
Sebelum menjadi aktris film, anak dari Maria Theresia dan G.H. Bamboe (seorang pembuat kaki palsu) ini sebenarnya ingin menjadi pramugari Garuda Indonesia, tetapi dia keluar dari SMAK Dago Bandung (kelas II) dan menjadi gadis sampul di majalah Gadis. Dari kedua orang tua ada keturunan Barat, yaitu Belanda dan Jerman. Setelah berdomisili di negeri Kanada, Meriam menguasai bahasa Inggris dengan lancar dan mempunyai hobi membaca novel. Logat Indonya termasuk huruf "r" yang diucapkan dengan suara garau berbunyi desah (guttural fricative) seperti orang pilek[perlu rujukan].
Terjun ke dunia film [sunting]
Film pertama, Perawan-Perawan dia bintangi waktu masih remaja. Setelah meraih Piala Citra (1984) sebagai Pemeran utama Wanita terbaik dalam film Cinta di Balik Noda (nominasi FFI 1984 cukup berat, ada Christine Hakim, Yenny Rahman, Zoraya Perucha, dan Lidya Kandau), kariernya mulai mencuat dalam film Catatan si Boy. Walaupun berbakat sebagai aktris drama, pada akhir-akhir ini, "Si Mer" lebih aktif dalam sinetron yang bernuansa komedi[perlu rujukan]. Ia kembali mendapatkan piala citra lewat film Taksi di tahun 1990.
Kehidupan pribadinya tidak selancar kariernya di layar putih dan karier lainnya sebagai penyanyi pop (albumnya antara lain Simfoni Rindu, Untuk Sebuah Nama, dan Belajar Menyanyi dengan lagu-lagu andalan seperti Begitu Indah (yang sempat disensor oleh pemerintahan Soeharto karena lirik pesimisnya!), Kerinduan dan terutama lagu-lagu ciptaan Pance F. Pondaag) karena Meriam Bellina telah menikah dan bercerai dua kali dengan produser film[perlu rujukan]. Wajah Indonya (blasteran Makassar-Jawa-Jerman-Sunda-Belanda) telah mengesankan seorang penulis Belanda yang bernama Ivan Wolffers, yang menggambarkan rasa kagum serta obsesinya dalam sebuah novel Liefste, mijn liefste (1992) (Sayang, oh sayangku), yang laris seperti pisang goreng dengan lebih dari 10.000 buku terjual [1] di Belanda sendiri.
Dalam berperan, Meriam Bellina terbilang berani melakukan adegan panas sehingga dia pernah mendapatkan gelar sebagai Bom Seks Indonesia [perlu rujukan](Tontonan Roro Mendut (1982) malah telah dibatalkan di Festival Film Indonesia di Tropenmuseum Amsterdam karena peranannya dianggap terlalu sensual) dan karena kepiawaiannya berakting ia juga dijuluki Magma Perfilman Indonesia[perlu rujukan]. Mer adalah satu2nya aktris Indonesia yang selalu berkarya tiap bulan tiap tahun tanpa jeda waktu dari tahun 1982 sampai sekarang, belum ada aktris Indonesia yang seproduktif Mer[perlu rujukan]. Mer merupakan perpaduan Mutu dan Komersil. Ditengah persaigan panggung entertainment Indonesia, Mer tetap eksis, bukti eksistensinya bisa dilihat di hasil karyanya di bawah ini, tiap tahun selaaalu ada karyanya (film, sinetron, nyanyi, iklan), semua ditangani dengan apik oleh Mer[perlu rujukan]. Tiga piala citra menjadi bukti prestasi Mer di dunia film (Cinta di Balik Noda (1984), Taksi (1990), Get Married (2007). Di dunia sinetron, Meriam meraih Piala Vidia tahun 1994 melalui sinetron Aku Mau Hidup.
Filmografi [sunting]
- Kafir (2002)
- Leak (2007)
- Get Married (2007)
- Tulalit (2008)
- Basahhh... (2008)
- Get Married 2 (2009)
- XXL-Double Extra Large (2009)
- Love and Edelweis (2010)
- Kabayan Jadi Milyuner (2010)
Diskografi [sunting]
- Simfoni Rindu (1983)
- Untuk Sebuah Nama (1984)
- Kerinduan (1985)
- Begitu Indah (1986)
- Mulanya Biasa Saja (1987)
- Jangan Pernah Ragukan-Single (1988)
- Aku Percaya (1989)
- Catatan Si Boy II
- Kata Hati-Soundtrack Namaku Joe (1989)
- Seandainya Masih Mungkin-Single (1989)
- Mungkin Aku Harus Berlalu (1990)
- Asmara (1993)
- Kucinta Kamu (1999)
Sinetron [sunting]
- Buku Harian 3
- Emosi
- Aku Mau Hidup
- Pengantin Lari
- Noktah Merah Perkawinan 2
- Cintailah Daku
- Wanita
- Atas Nama Cinta dan Anakku
- Hanya Ada Satu Cinta
- Kabut Suta Ungu
- Putri Maharani
- Jangan Rebut Suamiku
- Pernikahan Dini
- Oom Pasikom
- Siapa Takut Jatuh Cinta
- Itu Kan Cinta
- Teman Tapi Mesra
- Anak Ibuku
- Tali Kasih
- Playboy Cap Jempol
- Makan Nggak Makan Ngumpul
- Kisah Sedih Di Hari Minggu
- Bunda
- Dara Manisku
- Asyiknya Pacaran
- Cintailah Aku Gadis
- Demi Cinta
- Liontin
- Intan
- Darling
- Janji
- Juwita Jadi Putri
- Mutiara
- Cahaya
- Putri Yang Terbuang
- Upik Abu dan Laura
- Assalamualaikum Cinta
- Sekar
- Kasih Ibu
- Dewi(sinetron)
- Doa dan Karunia
- Dia Bukan Anakku
- Antara Cinta dan Dusta
- Sejuta Cinta Marshanda
Referensi [sunting]
Pranala luar [sunting]
- (Inggeris) Profil di IMDb