Pokok Nipah

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Lompat ke: pandu arah, cari
Nipah
Pokok Nipah
Pengelasan saintifik
Alam: Tumbuhan
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Order: Arecales
Keluarga: Arecaceae
Genus: Nypa
Steck
Spesies: N. fruticans
Nama binomial
Nypa fruticans
Wurmb

Pokok Nipah merupakan sejenis tumbuhan yang banyak terdapat di hutan negara-negara ASEAN. Nama botaninya Nypa fruticans.[1] Pokok Nipah merupakan satu-satunya pokok palma yang juga dikira sebagai pokok bakau, dan satu-satunya spesies dalam genus Nypa. Pokok Nipah juga boleh dijumpai di kawasan-kawasan lain di selatan Asia dan utara Australia.

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Daun pokok Nipah yang panjang dan lembut banyak digunakan masyarakat tempatan untuk membuat atap nipah. Selain itu, daunnya juga digunakan dalam seni anyam-menganyam bakul dan jerami. Sebagaimana rumbia (Metroxylon spp.), batang pohon nipah menjalar di tanah, membentuk rimpang yang terendam oleh lumpur. Hanya roset daunnya yang muncul di atas tanah, sehingga nipah nampak seolah-olah tak berbatang. Akar serabutnya dapat mencapai panjang 13 m. Karena perakaran nipah ini hanya terletak dalam lumpur yang sifatnya labil maka rumpun-rumpun nipah dapat dihanyutkan oleh air sampai ke laut.

Batang nipah terendam oleh lumpur. Hanya daunnya yang muncul di atas tanah.Dari rimpangnya muncul daun-daun majemuk menyirip khas palma, tegak atau hampir tegak, menjulang hingga 9 m di atas tanah. Panjang tangkainya 1-1,5 m; dengan kulit yang mengkilap dan keras, berwarna hijau pada yang muda dan berangsur menjadi cokelat sampai cokelat tua sesuai perkembangan umurnya; bagian dalamnya lunak seperti gabus. Anak daun berbentuk pita memanjang dan meruncing di bagian ujung, memiliki tulang daun yang di sebut lidi (seperti pada daun kelapa). Panjang anak daun dapat mencapai 100 cm dan lebar daun 4-7 cm. Daun nipah yang sudah tua berwarna hijau, sedangkan daunnya yang masih muda berwarna kuning, menyerupai janur kelapa. Banyaknya anak daun dalam tiap ental mencapai 25-100 helai.

Karangan bunga majemuk muncul di ketiak daun, berumah satu, dengan bunga betina terkumpul di ujung membentuk bola dan bunga jantan tersusun dalam malai serupa untai, merah, jingga atau kuning pada cabang di bawahnya. Setiap untai mempunyai 4-5 bulir bunga jantan yang panjangnya mencapai 5 cm. Bunga nipah jantan dilindungi oleh seludang bunga, namun bagian yang terisi serbuk sari tetap tersembul keluar. Bunga nipah betina berbentuk bulat peluru dan bengkok mengarah ke samping. Panjang tangkai badan bunga mencapai 100-170 cm. Tandan bunga inilah yang dapat disadap untuk diambil niranya. Empat hingga lima bulan sejak keluarnya bunga nipah, tandan bunga tersebut dapat disadap. Pada saat ini pengisian biji sedang aktif, maka bila dilakukan penyadapan pasti akan dapat memperolehi jumlah nira yang maksima.

Buah tipe buah batu dengan mesokarp bersabut, bulat telur terbalik dan gepeng dengan 2-3 rusuk, coklat kemerahan, 11 x 13 cm, terkumpul dalam kelompok rapat menyerupai bola berdiameter sekitar 30 cm.[2] Struktur buah mirip buah kelapa, dengan eksokarp halus, mesokarp berupa sabut, dan endokarp keras yang disebut tempurung. Biji terlindung oleh tempurung dengan panjangnya antara 8-13 cm dan berbentuk kerucut. Dalam satu tandan, buahnya dapat mencapai antara 30-50 butir, berdempetan satu dengan yang lainnya membentuk kumpulan buah bundar. Buah yang masak gugur ke air dan mengapung mengikuti arus pasang surut atau aliran air hingga tersangkut di tempat tumbuhnya. Kerap kali buah telah berkecambah senyampang dihanyutkan arus ke tempat yang baru.

Tegakan nipah di hutan bakau Maitum, Filipina Nipah tumbuh di bahagian belakang hutan bakau, terutama di dekat aliran sungai yang memasuki lumpur ke pesisiran. Pokok nipah ini dapat tumbuh di wilayah yang berair agak tawar, sepanjang masih terpengaruh pasang-surut air laut yang mengantarkan buah-buahnya yang mengapung. Di tempat-tempat yang sesuai, tegakan nipah membentuk jalur lebar tak terputus di belakang lapisan hutan bakau, kurang lebih sejajar dengan garis pantai. Nipah mampu bertahan hidup di atas tanah yang agak kering atau yang kering sementara air surut.

Palma ini umum ditemukan di sepanjang garis pesisir Samudera Hindia hingga Samudera Pasifik, khususnya di antara Bangladesh hingga pulau-pulau di Pasifik. Nipah termasuk jenis tumbuhan yang terancam punah di Singapura.Buah nipahDaun nipah yang telah tua banyak dimanfaatkan secara tradisional untuk membuat atap rumah yang daya tahannya mencapai 3-5 tahun. Daun nipah yang masih muda mirip janur kelapa, dapat dianyam untuk membuat dinding rumah yang disebut kajang. Daun nipah juga dapat dianyam untuk membuat tikar, tas, topi dan aneka keranjang anyaman. Di Sumatra, pada masa silam daun nipah yang muda (dinamai pucuk) dijadikan daun rokok --yaitu lembaran pembungkus untuk melinting tembakau-- setelah dikelupas kulit arinya yang tipis, dijemur kering, dikelantang untuk memutihkannya dan kemudian dipotong-potong sesuai ukuran rokok.[1] Beberapa naskah lama Nusantara juga menggunakan daun nipah sebagai alas tulis, bukannya daun lontar.

Tangkai daun dan pelepah nipah dapat digunakan sebagai bahan kayu bakar yang baik. Pelepah daun nipah juga mengandung selulosa yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pulp (bubur kertas). Lidinya dapat digunakan sebagai penyapu, bahan anyam-anyaman dan tali.

Batang pokok nipah di bawah lumpur. Hanya daun menjulur ke atas
Batang pokok nipah di bawah lumpur. Hanya daun menjulur ke atas
Gugusan bunga bulat pada pokok nipah.
Gugusan bunga bulat pada pokok nipah.
Gugusan buah pada pokok nipah.

Nipah dapat pula disadap niranya, yakni cairan manis yang diperoleh dari tandan bunga yang belum mekar. Nira yang dikeringkan dengan dimasak dipasarkan sebagai gula nipah (palm sugar). Dari hasil oksidasi gula nipah dapat dihasilkan cuka. Di Pulau Rote dan Sawu, Nusa Tenggara Timur, nira nipah diberikan ke ternak babi di musim kemarau. Konon, hal ini bisa memberikan rasa manis pada daging babi.

Di Malaysia, Filipina dan juga di Papua, nira ini diperam untuk menghasilkan semacam tuak yang dinamakan tuba (dalam bahasa Filipina). Pemeraman lebih lanjut dari tuba akan menghasilkan cuka nipah. Di Malaysia, nira nipah dibuat sebagai bahan tenaga (etanol/butanol) yang dapat dijadikan bahan bakar hijau pengganti bahan bakar minyak bumi(petroleum). Etanol/butanol yang dapat dihasilkan adalah sekitar 6,480-15,600 liter/ha/hari, jauh lebih unggul dibandingkan kelapa sawit (5,000 liter/ha/tahun).

Umbut nipah dan buah yang muda dapat dimakan. Biji buah nipah yang muda, yang disebut tembatuk, mirip dengan kolang-kaling (buah atep), dan juga diberi nama attap chee ("chee" berarti "biji" menurut dialek China tertentu). Sedangkan buah yang sudah tua ditumbuk untuk dijadikan tepung.

Di Kalimantan arang dari akar nipah digunakan untuk obat sakit gigi dan sakit kepala.

Kecaman dan Ancaman[sunting | sunting sumber]

Gangguan alam yang sering menimpa tanaman nipah adalah angin dan banjir. Haiwan yang sering mengganggu tanaman nipah adalah babi hutan, monyet, tikus, larva kumbang artona, dan udang tanah. Penyakit yang biasa menyerang tanaman nipah adalah jamur. Tanaman nipah yang terserang penyakit jamur pertumbuhannya akan terganggu. Bila yang terserang jamur adalah tangkai buahnya, bidang sadapan akan cepat rosak dan membusuk, sehingga tidak dapat disadap lagi. Pencemaran jamur penyakit menyebabkan penurunan kualiti nira.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Pautan luar[sunting | sunting sumber]


Senarai pokok Pokok mangga
A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z