Tanjung Pura, Langkat

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Lompat ke: pandu arah, cari
Tanjung Pura
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Langkat
Luas 165.78 km²
Jumlah penduduk 66,113
Kepadatan 400 orang/km²
Desa/kelurahan 18
Pemandangan jalan di Tanjung Pura (sekitar tahun 1890)

Tanjung Pura merupakan sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Terletak sekitar 60 km dari Kota Medan, Tanjung Pura merupakan salah satu titik merupakan sebuah kota kecil yang juga merupakan kota penuh kenangan bagi sebahagian orang yang pernah tinggal di sana, selain terkenal sebagai kota pendidikan. Sejak zaman dahulu Tanjung Pura juga dikenal sebagai kota budaya. Kesemuanya itu terbukti dengan adanya pahlawan nasional republik Indonesia, seorang pujangga besar Tanah Melayu, Tengku Amir Hamzah. Tengku Amir Hamzah seorang penyair handal yang disemadikan di Kompleks Pemakaman Umum Masjid Azizi Tanjung Pura.

Budayawan Melayu yang berasal dari Langkat, Zaenal AK, mengatakan karya sastera Amir Hamzah lebih dikenal dan dihargai di Malaysia berbanding di tanah kelahirannya sendiri.

"Di Malaysia karya Tengku Amir Hamzah sudah dimasukkan dalam kurikulum wajib pendidikan mulai tingkat rendah hingga ke universiti," kata Kepala Museum Langkat itu kepada wartawan dalam rangka Peringatan 100 Tahun Tengku Amir Hamzah 28 Februari 1911 – 28 Februari 2011 di Medan.

Tengku Azwar Aziz (Ketua Umum Acara Peringatan 100 Tahun Tengku Amir Hamzah) juga mengakui Amir Hamzah sangat dikenali di Malaysia. Bahkan di beberapa negara lain seperti Belanda, Jerman, London dan Amerika Syarikat, sudah terbentuk komuniti Amir Hamzah.[1]

Tanjung Pura ialah pusat kerajaan lama Kesultanan Langkat, yang kini hanya meninggalkan bangunan sejarah, dilingkupi budaya Melayu pesisir.

Penduduk Tanjung Pura kebanyakannya datang dari Siak, Kedah, Selangor, Petani dan dari beberapa daerah di tanah Malaysia, Sehingga lingkungan tradisi budaya Melayu Malaysia masih berhubungan kuat dengan kota ini, meskipun kini telah banyak sekali perbezaan adat budayanya.

Dalam sejarahnya, ramai nama-nama besar yang pernah menimba ilmu di tanah Langkat, seperti Amir Hamzah, Adam Malik, Chairil Anwar, Armin Pane dan lain-lain.

Rujukan[sunting | sunting sumber]