Alfred Russel Wallace

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search
Alfred Russel Wallace
PSM V11 D140 Alfred Russel Wallace.jpg
Kelahiran8 Januari 1823
Mounmouthshire, United Kingdom
Meninggal dunia7 November 1913
Dorset, United Kingdom
WarganegaraBritish
PekerjaanAhli biologi, biogeografi dan botani
Terkenal keranaPenemu bersama pemilihan semula jadi dan kerjanya berkaitan biogeografi

Alfred Russel Wallace, OM, FRS (8 Januari 1823 – 7 November 1913) ialah seorang pengembara dan ahli alamiah, geografi, antropologi dan biologi British. Kemasyhuran utamanya ialah sebagai pengusul teorinya sendiri berkaitan evolusi melalui pemilihan semula jadi yang mendorong Charles Darwin untuk mengemukakan teorinya.

Wallace menjalankan kajian kerja luar yang meluas, mula-mula di lembangan sungai Amazon dan kemudian di Kepulauan Melayu, di mana beliau ketemu Garis Wallace yang membahagikan kepulauan Indonesia kepada dua bahagian jelas, satu di mana terdapat binatang yang hampir serupa dengan binatang di Australia, dan satu di mana faunanya hampir dengan spesis yang terdapat di Asia. Beliau dianggap sebagai pakar taburan geografi spesis binatang dalam abad kesembilan belas dan kadang kala digelar "bapa biogeografi".[1]

Wallace merupakan seorang daripada pemikir utama tentang evolusi pada abad ke-19 dan membuat beberapa sumbangan terhadap pengembangan teori evolusi selain menjadi penemu bersama pemilihan semula jadi. Ini termasuk konsep pewarnaan amaran dalam binatang, dan Kesan Wallace, satu hipotesis bagaimana pemilihan alamiah boleh menyumbang kepada kemunculan spesis dengan menggalakkan pengembangan rintangan terhadap kacukan.

Kepulauan Melayu. Burung Wallace's Standardwing. Spesis ialah Semioptera wallacii.

Wallace tertarik kepada idea-idea yang tidak kebiasaan. Beliau menyokong pergerakan Spiritualisme dan kepercayaannya kepada sifat keduaan (Dualisme) punca kebolehan mental tinggi menegangkan hubungan antara dirinya dengan pihak berkuasa sains, terutamanya penyokong awal evolusi. Selain kerja saintifiknya, Wallace juga seorang penindak cergas ataupun aktivis yang menkritk apa yang dilihatnya sebagai ketidakadilan sosial sistem ekonomi kapitalisme Britain dalam abad ke-19.

Minatnya dalam biogeografi memjadikannya seorang daripada ahli sains yang mula-mula mengetengahkan kerisauan tentang kesan aktiviti manusia terhadap alam sekitar. Wallace seorang penulis prolofik yang menulis tentang isu-isu saintifik dan sosial. Penulisannya dalam Kepulauan Melayu tentang pengembaraan dan pemerhatiannya semasa penjelajahannya di Malaysia dan Indonesia menjadi satu daripada jurnal penjelajahan saintifik yang amat digemari dan berpengaruh yang diterbitkan pada kurun ke-19 dan terus diterbitkan oleh penerbitnya sehingga dasawarsa kedua abad ke-20.[2]

Biografi[sunting | sunting sumber]

Awal hidup[sunting | sunting sumber]

Alfred Wallace lahir di kampung Llanbadoc, berdekatan Usk, Monmouthshire, Wales.[3] Beliau adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara dari pasangan Thomas Vere Wallace dan Mary Anne Greenell. Mary Anne adalah orang Inggris; Thomas Wallace mungkin keturunan Skotlandia. Sebagaimana kebanyakan orang dengan marga Wallace, keluarganya mengklaim sebagai keturunan William Wallace, seorang pemimpin pasukan Scotland selama Perang Kemerdekaan Skotlandia pada abad ke-13.[4] Thomas Wallace memiliki gelar sarjana hukum, tetapi tidak pernah berpraktik dalam bidang hukum. Beliau mewarisi beberapa properti yang menghasilkan pendapatan, tapi investasi buruk dan kegagalan dalam kerja sama bisnis menyebabkan keterpurukan finansial dalam keluarga mereka. Ibunya berasal dari suatu keluarga Inggris kelas menengah di Hertford, bagian utara London.[4] Ketika Wallace berumur lima tahun, keluarganya pindah ke Hertford. Di sana beliau menjadi salah satu murid di Hertford Grammar School sampai kesulitan keuangan membuat keluarganya terpaksa mengeluarkan dia dari sekolah pada tahun 1836, saat usianya 14 tahun.[5]

[[Berkas:Wallace Mechanics Institute (crop).jpg|jmpl|kiri|lurus|Sebuah foto dari otobiografi Wallace yang memperlihatkan bangunan yang dirancang dan dibangun oleh Wallace dan John, saudaranya, untuk Mechanics' Institutes di Neath.]]

Wallace kemudian pindah ke London untuk tinggal dan bekerja bersama dengan John, kakaknya, yang pada saat itu adalah seorang pembangun magang berusia 19 tahun. Keadaan sementara ini berlangsung sampai William, kakak sulungnya, siap mempekerjakannya sebagai seorang surveyor magang. Selama di London, beliau menghadiri berbagai ceramah dan membaca buku-buku di London Mechanics Institute. Di sini beliau mengenal gagasan-gagasan politik radikal dari para pembaharu sosial Wales iaitu Robert Owen dan Thomas Paine. Dia meninggalkan London pada tahun 1837 untuk tinggal bersama dengan William dan bekerja magang padanya selama enam tahun.

Pada akhir tahun 1839, mereka pindah ke Kington, Hereford, dekat perbatasan Wales sebelum akhirnya menetap di Neath di Glamorgan, Wales. Antara tahun 1840–1843, Wallace melakukan survei tanah di pedesaan Wales dan Inggris bagian barat.[6][7] Bisnis William mengalami kemunduran pada akhir tahun 1843 kerana keadaan ekonomi yang sulit dan Wallace, dalam usianya yang ke-20, kemudian meninggalkan Wales pada bulan Januari.

Kepindahan dan perjalanan awal Wallace ini menjadi kontroversi pada zaman modern berkaitan dengan status kewarganegaraannya. Karena Wallace lahir di Monmouthshire, beberapa sumber telah menganggapnya sebagai orang Wales.[8] Namun beberapa sejarawan mempertanyakan hal ini kerana tidak ada seorang pun dari orangtuanya yang berasal dari Wales, keluarganya hanya tinggal sebentar di Monmouthshire, penduduk Wales yang dikenal oleh Wallace pada masa kecilnya menganggapnya sebagai orang Inggris, dan kerana Wallace sendiri secara konsisten menyebut dirinya sebagai orang Inggris bukannya Wales (bahkan ketika menulis tentang kehidupannya di Wales). Salah seorang akademisi tentang Wallace menyatakan bahawa oleh kerana itu, interprestasi yang paling masuk akal iaitu beliau adalah seorang berkebangsaan Inggris yang lahir di Wales.[9] Perlu dicatat juga bahawa, tidak seperti saat ini, Monmouthshire secara teknis merupakan bagian dari Inggris, bukannya Wales, pada saat Wallace lahir.[10]

Selama beberapa waktu menjadi pengangguran, beliau dipekerjakan di Sekolah Tinggi di Leicester untuk mengajar menggambar, membuat peta, dan melakukan survei. Wallace menghabiskan banyak waktu di perpustakaan Leicester di mana beliau membaca An Essay on the Principle of Population yang ditulis oleh Thomas Malthus, dan bertemu dengan Henry Bates (seorang entomolog) pada suatu petang. Bates saat itu baru berusia 19 tahun, dan telah menerbitkan sebuah makalah tentang kumbang dalam jurnal Zoologist pada tahun 1843. Beliau kemudian bersahabat dengan Wallace dan mulai mengumpulkan serangga bersama-sama dengannya.[11][12] William meninggal dunia pada bulan Maret 1845, dan Wallace terpaksa meninggalkan posisinya sebagai pengajar untuk memegang kendali perusahaan kakak sulungnya itu di Neath, tetapi beliau dan John kakaknya tidak dapat membuat bisnis tersebut berjalan dengan baik. Setelah beberapa bulan, Wallace mendapatkan pekerjaan sebagai seorang insinyur sipil di suatu perusahaan di dekatnya yang sedang melakukan survei untuk sebuah proposal jalan kereta api di Lembah Neath.

Survei lapangan yang dilakukan Wallace membuatnya banyak menghabiskan waktu di alam terbuka daerah pedesaan, sehingga hal ini memungkinkannya menikmati gairah barunya untuk mengumpulkan serangga. Wallace berhasil membujuk John agar bergabung dengannya untuk memulakan sebuah perusahaan arsitektur dan teknik sipil lainnya, yang kemudian menangani sejumlah proyek seperti merancang sebuah bangunan untuk Mechanics' Institutes di Neath; perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1843.[13] William Jevons, pendiri institut tersebut, terkesan oleh Wallace dan membujuknya untuk memberikan kuliah sains dan teknik di sana. Pada musim gugur tahun 1846, beliau dan John membeli sebuah rumah dekat Neath, di mana mereka tinggal bersama ibu dan Fanny, saudari mereka (ayah mereka meninggal dunia pada tahun 1843).[14][15]

Selama periode ini, beliau keranjingan membaca dan saling berkirim surat dengan Bates untuk membicarakan Vestiges of the Natural History of Creation (sebuah risalah tentang evolusi yang diterbitkan tanpa nama) karya Robert Chambers, The Voyage of the Beagle karya Charles Darwin, dan Principles of Geology karya Charles Lyell.[16][17]

Eksplorasi dan kajian alam[sunting | sunting sumber]

[[Berkas:Wallace map archipelago.jpg|jmpl|300px|Sebuah peta dari The Malay Archipelago memperlihatkan keadaan geografi secara fisik dari kepulauan itu dan perjalanan Wallace di seluruh wilayah tersebut. Garis hitam tipis menunjukan perjalanan Wallace, dan garis merah menunjukan rangkaian gunung berapi.]]

Terinspirasi oleh kisah sejarah perjalanan para naturalis sebelumnya, seperti Alexander von Humboldt, Charles Darwin, dan William Henry Edwards, Wallace memutuskan bahawa beliau juga ingin bepergian ke luar negeri sebagai seorang naturalis.[18] Pada tahun 1848, Wallace dan Henry Bates berangkat menuju Brasil dengan kapal Mischief. Tujuan mereka adalah mengumpulkan spesimen serangga dan haiwan lainnya di hutan hujan Amazon untuk koleksi peribadi, menjual duplikatnya kepada museum dan kolektor sekembalinya di Britania agar dapat membiayai perjalanan tersebut. Wallace juga berharap dapat mengumpulkan bukti-bukti terkait transmutasi spesies.

Wallace dan Bates menghabiskan sebagian besar waktu pada tahun pertama mereka dengan melakukan pengumpulan di dekat Belém do Pará, kemudian mereka berpisah untuk melakukan eksplorasi di pedalaman dan terkadang bertemu untuk mendiskusikan penemuan mereka. Pada tahun 1849, mereka sempat bergabung dengan penjelajah muda lainnya, yakni Richard Spruce (seorang ahli botani), bersama dengan Herbert, adik Wallace. Tidak lama setelah itu Herbert meninggalkan mereka (meninggal dunia dua tahun kemudian kerana demam kuning), namun Spruce, sama seperti Bates, masih menghabiskan waktu lebih dari sepuluh tahun lagi untuk melakukan pengumpulan di Amerika Selatan.[19]

Wallace terus melakukan pemetaan Rio Negro selama empat tahun, mengumpulkan berbagai spesimen dan membuat catatan tentang penduduk dan bahasa yang ditemuinya serta geografi, flora, dan fauna wilayah tersebut.[20] Pada tanggal 12 Juli 1852, Wallace kembali ke Britania dengan kapal Helen. Setelah 26 hari di laut, kargo kapal tersebut terbakar dan awak kapal terpaksa meninggalkan kapal. Wallace kehilangan semua spesimen yang beliau bawa dalam kapal tersebut, yang mana kebanyakan dikumpulkannya selama dua tahun terakhir perjalanannya. Beliau berhasil menyelamatkan beberapa catatan dan sketsa pensil serta sedikit lainnya. Wallace dan awal kapal menghabiskan sepuluh hari di perahu terbuka sebelum diselamatkan oleh kapal Jordeson, yang sedang berlayar dari Kuba menuju London. Persediaan bekal Jordeson menjadi genting dengan adanya penumpang-penumpang yang tak terduga, namun setelah suatu babak yang sulit dengan ransum yang sangat sedikit pada akhirnya kapal tersebut mencapai tujuannya pada tanggal 1 Oktober 1852.[21][22]

Setelah kembali ke Britania, Wallace menghabiskan waktu selama 18 bulan di London dengan hidup mengandalkan pembayaran asuransi atas koleksinya yang hilang dan menjual hasil penjualan spesimen yang telah dikirimkan kembali ke Britania sebelum beliau memulakan eksplorasi di Rio Negro. Selama periode ini, meski telah kehilangan hampir semua catatan dari ekspedisinya di Amerika Selatan, beliau menulis enam makalah akademik (termasuk "On the Monkeys of the Amazon") dan dua buku yang berjudul Palm Trees of the Amazon and Their Uses dan Travels on the Amazon.[23] Beliau juga menjalin hubungan dengan sejumlah naturalis Britania lainnya, terutama Darwin.[22][24][25]

[[Berkas:Wallace frog.jpg|jmpl|kiri|Sebuah ilustrasi dari The Malay Archipelago yang menggambarkan katak terbang yang ditemukan Wallace.]]

Pada tahun 1854–1862, saat usianya 31–39 tahun, Wallace menjelajah berbagai wilayah di Kepulauan Melayu atau Hindia Timur (sekarang Singapura, Malaysia, dan Indonesia) untuk mengumpulkan spesimen-spesimen agar dapat dijual dan untuk mempelajari sejarah alam. Satu set 80 kerangka burung yang beliau kumpulkan di Indonesia dan dokumentasi yang terkait dengannya dapat dilihat di University Museum of Zoology di Universitas Cambridge.[26] Pengamatannya tentang perbedaan zoologi yang mencolok di seberang sebuah selat kecil di kepulauan tersebut membuatnya mengusulkan batas wilayah geografi haiwan yang sekarang dikenal dengan istilah Garis Wallace.

Wallace mengumpulkan lebih dari 126.000 spesimen di Kepulauan Melayu (termasuk lebih dari 80.000 kumbang). Beberapa ribu darinya mewakili spesies baru dalam ilmu pengetahuan pada saat itu.[27] Selama perjalanan ini, salah satu deskripsi spesies darinya yang banyak dikenal adalah katak pohon yang dapat terbang meluncur (Rhacophorus nigropalmatus), yang dikenal sebagai katak terbang Wallace. Ketika beliau sedang menjelajahi Kepulauan Melayu, beliau mempertajam pemikirannya mengenai evolusi dan mendapatkan wawasannya yang terkenal tentang seleksi alam. Pada tahun 1858, beliau mengirimkan sebuah artikel kepada Darwin yang berisikan uraian teorinya; artikel tersebut lalu diterbitkan, bersama-sama dengan suatu penjelasan dari teori Darwin sendiri, pada tahun yang sama.

Catatan mengenai petualangan dan kajiannya di sana akhirnya diterbitkan pada tahun 1869 dengan judul The Malay Archipelago, yang mana menjadi salah satu buku terpopuler seputar eksplorasi ilmiah dari abad ke-19, dan hingga sekarang terus dicetak ulang. Karyanya itu dipuji para ilmuwan seperti Darwin (yang kepadanya buku tersebut didedikasikan) dan Charles Lyell, serta kalangan selain ilmuwan seperti Joseph Conrad yang menyebutnya sebagai "pendamping di sisi ranjang" favoritnya dan menggunakan buku tersebut sebagai sumber informasi bagi beberapa novelnya (terutama Lord Jim).[28]

Kembali ke Inggris, menikah dan mempunyai anak[sunting | sunting sumber]

[[Berkas:Alfred Russel Wallace 1862 - Project Gutenberg eText 15997.png|jmpl|lurus|Foto A.R. Wallace yang diambil di Singapura pada tahun 1862]]

Pada tahun 1862, Wallace kembali ke Inggris, di mana beliau tinggal bersama Fanny Sims, saudarinya, dan Thomas suaminya. Sambil memulihkan diri dari perjalanan yang telah dilakukannya, Wallace mengelola koleksinya dan memberikan sejumlah ceramah mengenai petualangan dan penemuannya di berbagai komunitas ilmu pengetahuan, misalnya Zoological Society of London. Kemudian pada tahun yang sama beliau mengunjungi Darwin di Down House, dan menjalin persahabatan dengan Charles Lyell dan Herbert Spencer.[29] Sepanjang tahun 1860-an, Wallace menulis berbagai makalah dan memberi ceramah-ceramah untuk memperjuangkan pemikirannya mengenai seleksi alam. Bersama Darwin, beliau juga membahas berbagai topik, misalnya seleksi seksual, warna peringatan, dan kesan yang mungkin terjadi akibat seleksi alam pada hibridisasi dan perbedaan spesies.[30] Pada tahun 1865 beliau mulai menjajaki spiritualisme.[31]

Setelah setahun berpacaran, pada tahun 1864 Wallace bertunangan dengan seorang wanita muda yang dalam otobiografinya hanya diidentifikasikannya sebagai "Miss L". Miss L adalah putri dari Lewis Leslie, teman Wallace dalam permainan catur.[32] Namun wanita tersebut memutuskan pertunangan mereka sehingga Wallace menjadi sangat kecewa.[33] Pada tahun 1866 Wallace menikahi Annie Mitten. Wallace dikenalkan dengan Mitten oleh Richard Spruce, seorang ahli botani yang telah bersahabat dengan Wallace sejak di Brasil dan juga teman baik dari ayah Annie Mitten, William Mitten, seorang ahli tumbuhan lumut. Pada tahun 1872, Wallace membangun sebuah rumah beton yang disebut The Dell, di atas tanah yang disewanya di Grays, Essex, di mana beliau tinggal sampai tahun 1876. Pasangan Wallace dan Mitten memiliki tiga anak iaitu Herbert (1867–1874), Violet (1869–1945), dan William (1871–1951).[34]

Kesulitan keuangan[sunting | sunting sumber]

Pada akhir tahun 1860-an dan tahun 1870-an, Wallace sangat mengkhawatirkan keadaan keuangan keluarganya. Saat beliau berada di Kepulauan Melayu, penjualan spesimen-spesimen menghasilkan uang yang jumlahnya lumayan besar, yang diinvestasikan secara hati-hati oleh agen penjual spesimen-spesimen Wallace. Namun sekembalinya ke Britania, Wallace melakukan serangkaian investasi yang buruk dalam proyek jalan kereta api dan tambang sehingga menyia-nyiakan sebagian besar uangnya. Beliau lalu menyadari bahawa dirinya sangat membutuhkan dana dari hasil penerbitan The Malay Archipelago.[35]

Meskipun mendapat bantuan dari teman-temannya, beliau tidak pernah bisa memperoleh pekerjaan dengan gaji permanen seperti seorang kurator dalam museum. Agar keuangannya tetap sehat, Wallace mengerjakan penilaian ujian pemerintah, menulis 25 makalah untuk diterbitkan antara tahun 1872 dan 1876 dengan upah rendah, dan memperoleh bayaran dari Lyell dan Darwin untuk membantu penyuntingan beberapa karya mereka.[36]

Pada tahun 1876, Wallace memerlukan tambahan £500 dari penerbit The Geographical Distribution of Animals agar dapat terhindar dari keharusan menjual beberapa properti pribadinya.[37] Darwin sangat menyadari kesulitan keuangan yang dialami Wallace dan melakukan lobi yang lama serta berat agar Wallace mendapatkan uang pensiun dari pemerintah atas kontribusi seumur hidupnya demi ilmu pengetahuan. Ketika Wallace dianugerahkan uang pensiun tahunan sejumlah £200 sejak tahun 1881, kestabilan posisi keuangannya terbantu dengan penghargaan tersebut beserta tambahan penghasilan dari tulisan-tulisan yang dibuatnya.[38]

Aktivisme sosial[sunting | sunting sumber]

John Stuart Mill terkesan dengan berbagai pernyataan yang mengkritik masyarakat Inggris yang dimuat oleh Wallace dalam The Malay Archipelago. Mill memintanya bergabung dengan komite umum dalam Asosiasi Reformasi Kepemilikan Tanah yang dipimpinnya, tetapi asosiasi tersebut dibubarkan setelah wafatnya Mill pada tahun 1873. Wallace hanya menulis sedikit artikel tentang masalah-masalah sosial dan politik antara tahun 1873–1879, dan ketika berusia 56 tahun beliau terlibat secara serius dalam perdebatan tentang kebijakan perdagangan dan reformasi pertanahan. Beliau meyakini bahawa tanah pedesaan seharusnya dimiliki oleh negara dan disewakan kepada orang-orang yang akan memanfaatkannya dengan cara apa pun yang menguntungkan sebagian besar orang sehingga dapat mematahkan kekuasaan yang sering disalahgunakan oleh para tuan tanah kaya dalam masyarakat Britania. Pada tahun 1881, Wallace terpilih sebagai presiden pertama dari Perhimpunan Nasionalisasi Tanah yang baru dibentuk. Pada tahun berikutnya beliau menerbitkan sebuah buku tentang subjek tersebut, iaitu Land Nationalisation; Its Necessity and Its Aims. Beliau mengkritik kebijakan perdagangan bebas Britania Raya kerana dampak negatifnya pada orang-orang dari kelas pekerja.[25][39] Pada tahun 1889, Wallace membaca Looking Backward karya Edward Bellamy dan menyatakan dirinya sebagai seorang sosialis.[40] Setelah membaca Progress and Poverty, buku terlaris pada saat itu karya Henry George, seorang reformis progresif dalam pertanahan, Wallace menggambarkannya sebagai "Tidak diragukan lagi adalah buku yang paling luar biasa dan penting dari abad ini."[41]

Wallace menentang eugenika, suatu gagasan yang didukung oleh para pemikir evolusi terkemuka lainnya pada abad ke-19, dengan alasan bahawa masyarakat masa kini terlalu korup dan tidak adil dengan membuat penentuan yang dianggap masuk akal tentang apa yang layak atau tidak layak.[42] Dalam artikel "Human Selection" pada tahun 1890, beliau menuliskan, "Mereka yang berhasil dalam perlombaan mengejar kekayaan sama sekali tidak berarti yang terbaik atau yang paling cerdas ...".[43] Pada tahun 1898, Wallace menuliskan sebuah makalah yang memperjuangkan suatu sistem uang kertas murni, tanpa didukung oleh perak atau emas, yang mana membuat Irving Fisher (seorang ekonom) sangat terkesan sehingga beliau mendedikasikan buku Stabilizing the Dollar karyanya pada tahun 1920 kepada Wallace.[44]

Wallace juga menulis topik-topik politik dan sosial lainnya seperti dukungannya bagi hak suara perempuan, dan beliau berulang kali menulis tentang bahaya dan kemubaziran militerisme.[45][46] Dalam sebuah esai yang diterbitkan pada tahun 1899, Wallace menyerukan pendapat populer agar bersatu menentang peperangan dengan menunjukkan kepada orang-orang: "... bahawa semua perang modern merupakan kedinastian; bahawa semuanya disebabkan oleh ambisi, kepentingan, kecemburuan, dan keserakahan yang tak terpuaskan dari kekuasaan para penguasanya, atau dari kelas-kelas atas dalam hal finansial dan perniagaan yang memiliki kekuasaan dan pengaruh atas para penguasanya; dan bahawa hasil peperangan tidak pernah baik bagi masyarakat, yang bahkan menanggung semua bebannya".[47] Dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh Daily Mail pada tahun 1909, dalam masa pertumbuhan penerbangan, beliau mengusulkan suatu perjanjian internasional untuk melarang penggunaan pesawat demi tujuan militer, dengan argumentasi yang melawan gagasan tersebut: "... bahawa kengerian yang baru ini 'tak terelakkan', dan bahawa yang dapat kita lakukan hanyalah yakin dan berada di barisan depan para pembunuh udara —kerana jelas tidak ada istilah lain yang secara tepat dapat menggambarkan bagaimana dijatuhkannya, katakanlah, sepuluh ribu bom saat tengah malam di sebuah ibu kota musuh dari penerbangan pesawat-pesawat udara yang kasat mata."[48]

Pada tahun 1898, Wallace menerbitkan sebuah buku berjudul The Wonderful Century: Its Successes and Its Failures tentang berbagai perkembangan pada abad ke-19. Bagian pertama buku tersebut mencakup berbagai kemajuan utama dalam bidang teknik dan ilmu pengetahuan pada abad tersebut; bagian kedua membahas apa saja yang dianggap Wallace sebagai kegagalan sosial seperti: kehancuran dan kesia-siaan perlombaan senjata dan peperangan, maraknya kaum miskin di perkotaan dan keadaan-keadaan berbahaya tempat mereka tinggal dan bekerja, suatu sistem peradilan pidana yang keras yang gagal memulihkan para pelaku kejahatan, berbagai pelanggaran dalam sistem kesehatan mental berbasis sanatorium milik swasta, kerusakan lingkungan yang disebabkan kapitalisme, dan kejahatan kolonialisme Eropa.[49][50] Wallace tetap melanjutkan aktivisme sosialnya selama sisa hidupnya; beliau menerbitkan buku The Revolt of Democracy hanya beberapa minggu menjelang wafatnya.[51]

Karya ilmiah lanjutan[sunting | sunting sumber]

Wallace melanjutkan kajian ilmiahnya sambil tetap membuat ulasan-ulasan sosial. Pada tahun 1880, beliau menerbitkan Island Life sebagai kelanjutan dari The Geographic Distribution of Animals. Pada bulan November 1886, Wallace mengawali perjalanannya selama 10 bulan ke Amerika Serikat untuk memberikan serangkaian ceramah populer. Kebanyakan ceramah tersebut adalah tentang Darwinisme (evolusi melalui seleksi alam), tetapi beliau juga berceramah tentang reformasi sosial ekonomi, spiritualisme, dan biogeografi. Dalam perjalanan tersebut beliau bertemu kembali dengan John, kakaknya yang telah hijrah ke California beberapa tahun sebelumnya. Beliau juga menghabiskan waktu selama seminggu di Colorado dengan dipandu oleh Alice Eastwood, seorang ahli botani Amerika, untuk mengeksplorasi flora di Pegunungan Rocky dan mengumpulkan bukti-bukti yang kemudian membuatnya mengajukan sebuah teori tentang bagaimana glasiasi dapat menjelaskan adanya kesamaan tertentu pada flora pegunungan Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Teori tersebut beliau terbitkan pada tahun 1891 dalam makalah "English and American Flowers". Wallace bertemu dengan banyak naturalis terkemuka lainnya dari Amerika dan melihat-lihat koleksi mereka. Buku Darwinism karyanya pada tahun 1889 menggunakan informasi yang beliau kumpulkan saat perjalanannya di Amerika, dan informasi yang telah beliau himpun sebagai bahan ceramah-ceramahnya.[52][53]

Wallace mengumpulkan banyak sekali koleksi flora dan fauna yang disimpannya di "lemari-lemari". Hanya satu dari koleksi-koleksi ini yang tetap berada dalam lemari aslinya. Semua koleksi tersebut terdiri dari 1.700 serangga dari beragam jenis termasuk kupu-kupu, kumbang, ngengat, cangkang, lalat, lebah, belalang sembah, tarantula, polong biji, sebuah sarang lebah, dan seekor burung kecil. Seorang kolektor bernama Robert Heggestad menemukan koleksi/lemari ini di Washington, D.C. pada tahun 1979 dan membelinya seharga $600 (tidak diketahui siapa yang telah mengumpulkannya). Heggestad mulai mendokumentasikan referensi-referensi dalam karya Wallace dengan spesimen-spesimen yang terdapat dalam lemari tersebut, sehingga menghasilkan laporan sebanyak 62 halaman yang mendukung teori bahawa koleksi tersebut dulunya adalah milik Wallace. Beliau juga mempekerjakan Beverley East, seorang grafolog, untuk melakukan verifikasi tulisan tangan pada koleksi tersebut. Inilah satu-satunya koleksi peribadi yang diketahui milik Wallace dan masih berada dalam lemari aslinya. Saat ini diyakini bahawa Walace mengumpulkan spesimen-spesimen itu dalam lemari rosewood untuk tujuan pembelajaran.[54][55][56]

[[Berkas:Restored grave of AR Wallace.jpg|jmpl|lurus|Makam Wallace di Pemakaman Broadstone di Broadstone, Dorset, yang dipugar oleh A. R. Wallace Memorial Fund pada tahun 2000. Di makamnya terdapat sebuah fosil batang pohon setinggi 2,1 m dari Portland yang terpasang pada sebuah batu kapur Purbeck.]]

Kematian[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 7 November 1913, Wallace meninggal dunia dalam usia 90 tahun di rumah desa besar (country house) "Old Orchard" miliknya.[57] Wafatnya diberitakan secara luas di media. The New York Times menyebutnya "yang terakhir dari para raksasa dalam kalangan intelektual hebat yang antara lain meliputi Darwin, Huxley, Spencer, Lyell, dan Owen, yang penyelidikan beraninya merevolusi dan mengevolusi pemikiran abad ini." Komentator lainnya dalam edisi yang sama mengatakan, "Tidak perlu ada permintaan maaf atas beberapa kebodohan ilmiah atau literer yang dibuat penulis dari buku hebat 'The Malay Archipelago'."[58]

Beberapa teman Wallace mengemukakan bahawa beliau akan dimakamkan di Westminster Abbey, tetapi sang istri menuruti permintaannya dan memakamkannya di pemakaman kecil di Broadstone, Dorset.[57] Beberapa ilmuwan terkemuka dari Britania membentuk suatu kepanitiaan agar sebuah medali Wallace ditempatkan di Westminster Abbey dekat tempat Darwin dimakamkan. Medali tersebut diresmikan pada tanggal 1 November 1915.

Teori evolusi[sunting | sunting sumber]

Pemikiran awal tentang evolusi[sunting | sunting sumber]

Tidak seperti Darwin, Wallace memulakan kariernya sebagai seorang naturalis keliling yang telah percaya akan adanya transmutasi spesies. Konsep tersebut telah dikemukakan antara lain oleh Jean-Baptiste de Lamarck, Étienne Geoffroy Saint-Hilaire, Erasmus Darwin, dan Robert Edmond Grant. Walaupun telah banyak dibahas tetapi tidak diterima secara umum oleh para naturalis terkemuka dan dianggap memiliki konotasi yang radikal, bahkan revolusioner.[59][60]

Para ahli anatomi dan geolog seperti Georges Cuvier, Richard Owen, Adam Sedgwick, dan Charles Lyell dengan gigih menentangnya.[61][62] Ada pendapat bahawa Wallace menerima gagasan tentang transmutasi spesies antara lain kerana beliau selalu cenderung untuk mendukung ide-ide radikal dalam politik, agama, dan ilmu pengetahuan,[59] serta kerana beliau sangat terbuka terhadap ide-ide marjinal, bahkan yang terpinggirkan, dalam ilmu pengetahuan.[63]

Beliau juga sangat dipengaruhi oleh Vestiges of the Natural History of Creation, sebuah karya Robert Chambers yang sangat kontroversial tentang ilmu pengetahuan. Karya tersebut diterbitkan tanpa nama pada tahun 1844 dan berisi usulan akan adanya asal mula evolusioner dari sistem tata surya, bumi, dan makhluk hidup.[64] Pada tahun 1845, Wallace menuliskannya kepada Henry Bates:

Saya memiliki suatu pendapat yang agak lebih baik tentang 'Vestiges' daripada Anda. Saya tidak menganggapnya sebagai suatu generalisasi yang gegabah, melainkan sebagai suatu hipotesis terampil yang sangat didukung oleh beberapa analogi dan fakta yang mencolok, tetapi masih harus dibuktikan dengan lebih banyak fakta dan penerangan tambahan yang mana kajian lebih lanjut dapat menguak masalah tersebut. Hipotesis itu melengkapi sebuah subjek yang dihadiri setiap siswa ilmu alam; setiap fakta yang beliau amati akan membuatnya diterima atau pun ditentang, dan karenanya hipotesis itu berfungsi sebagai suatu rangsangan atas koleksi fakta tesebut, dan suatu objek yang dapat mereka terapkan bila ditampung.[63]

Pada tahun 1847 beliau menulis kepada Bates:

Saya ingin mengambil beberapa famili [kumbang] untuk dipelajari secara menyeluruh, terutama dengan tujuan untuk teori asal usul spesies. Dengan itu berarti saya memiliki anggapan kuat bahawa beberapa hasil yang pasti mungkin akan tiba.[65]

Wallace sengaja merencanakan beberapa dari kajian lapangannya untuk menguji hipotesis bahawa dalam suatu skenario evolusioner spesies yang berkerabat dekat semestinya mendiami wilayah-wilayah di sekitarnya.[59] Selama kajiannya di basin Amazon, beliau menyadari bahawa hambatan-hambatan geografis — seperti Sungai Amazon dan anak-anak sungainya yang utama — seringkali memisahkan rentang spesies yang serumpun, dan beliau menyertakan pengamatan ini dalam "On the Monkeys of the Amazon", yakni makalahnya pada tahun 1853.[66] Menjelang akhir makalahnya beliau menulis pertanyaan, "Apakah spesies serumpun yang sangat erat hubungannya pernah dipisahkan oleh interval semacam negara?"

Pada bulan Februari 1855, saat sedang melakukan kajian di Serawak di Pulau Kalimantan, Wallace menulis "On the Law which has Regulated the Introduction of New Species". Makalah tersebut dipublikasikan dalam Annals and Magazine of Natural History pada bulan September 1855.[67] Dalam makalah ini, beliau membahas pengamatan terkait penyebaran geologis dan geografis dari spesies yang masih hidup maupun yang sudah berupa fosil; pembahasan mengenai hal ini kemudian dikenal sebagai biogeografi. Kesimpulannya bahawa "Setiap spesies telah ada ke dalam eksistensinya secara bertepatan dalam ruang dan waktu dengan suatu spesies yang serumpun" kemudian dikenal sebagai "Hukum Serawak". Wallace karenanya menjawab pertanyaan yang beliau ajukan dalam makalah sebelumnya tentang monyet-monyet dari basin Sungai Amazon. Meski tidak menyebutkan satu pun kemungkinan mekanisme evolusi, makalah ini mengisyaratkan makalah penting yang beliau tuliskan tiga tahun kemudian.[68]

Makalah tersebut mengguncang keyakinan Charles Lyell yang menganggap bahawa spesies tidak mungkin berubah, atau kekal. Meskipun Charles Darwin temannya telah menulis kepadanya pada tahun 1842 untuk mengungkapkan dukungannya akan transmutasi, Lyell tetap sangat berkeberatan dengan gagasan tersebut. Sekitar tahun 1856 awal, beliau memberitahu Darwin tentang makalah Wallace, sebagaimana yang dilakukan Edward Blyth yang menganggapnya "Bagus! Dalam keseluruhannya! ... Wallace telah, saya pikir menempatkan hal tersebut dengan baik; dan menurut teorinya berbagai ras haiwan domestik telah cukup berkembang menjadi spesies." Namun demikian Darwin salah mengartikan kesimpulan Wallace dengan kreasionisme progresif dari waktu dan menuliskan bahawa hal tersebut "tidak ada yang sangat baru ... Menggunakan perumpamaan saya tentang pohon [tetapi] tampaknya semua ciptaan bersamanya." Lyell lebih terkesan, dan membuka sebuah buku catatan tentang spesies, di mana beliau bergumul dengan konsekuensi-konsekuensinya, terutama bagi leluhur manusia. Darwin telah menunjukkan teorinya kepada teman mereka, Joseph Dalton Hooker, dan untuk pertama kalinya beliau lalu menguraikan rincian teori seleksi alam secara lengkap kepada Lyell. Meskipun Lyell tidak dapat menyetujuinya, beliau mendesak agar Darwin mempublikasikannya untuk penetapan prioritas. Pada awalnya Darwin keberatan, kemudian mulai menulis sebuah sketsa spesies dari karyanya yang masih berlanjut pada bulan Mei 1856.[69]

Seleksi alam dan Darwin[sunting | sunting sumber]

Rencana utama: Publikasi teori Darwin

Pada bulan Februari 1858, Wallace telah diyakinkan dengan kajian biogeografinya di Kepulauan Melayu tentang realitas evolusi. Hal ini dinyatakannya dalam otobiografinya di kemudian hari:

Masalahnya kemudian adalah tidak hanya bagaimana dan mengapa spesies berubah, tetapi bagaimana dan mengapa mereka berubah menjadi spesies yang baru dan terdefinisi dengan baik, yang saling berbeda satu sama lainnya dalam banyak hal; mengapa dan bagaimana mereka menjadi beradaptasi secara tepat dengan modus kehidupan yang berbeda; dan mengapa semua tingkatan peralihannya mati (sebagaimana geologi menunjukkannya kalau mereka telah mati) dan hanya meninggalkan spesies, genera, dan kelompok-kelompok haiwan lebih tinggi, dengan tanda yang baik dan terdefinisi secara jelas?[70]

Menurut otobiografi Wallace, beliau sedang terbaring di ranjang kerana sakit demam saat memikirkan gagasan Thomas Malthus tentang pengujian positif (positive check), yang mana menaikkan tingkat kematian, pada pertumbuhan populasi manusia dan timbul gagasan tentang seleksi alam.[71] Wallace mengatakan dalam otobiografinya bahawa beliau berada di Pulau Ternate pada saat itu; tetapi para sejarawan mempertanyakan hal ini, dengan mengatakan bahawa menurut jurnal yang beliau simpan pada saat itu beliau berada di Pulau Gilolo (Pulau Halmahera).[72] Antara tahun 1858–1861 beliau menyewa sebuah rumah di Ternate dari seorang Belanda bernama Maarten Dirk van Renesse van Duivenbode. Beliau menggunakan rumah ini sebagai kamp basis untuk ekspedisi-ekspedisi ke pulau lainnya seperti Gilolo.[73]

Wallace menggambarkan bagaimana beliau menemukan seleksi alam:

Kemudian terlintas dalam benakku bahawa penyebab-penyebab ini, atau yang setara dengannya, terus berperan dalam kasus haiwan juga; dan kerana haiwan biasanya berkembang biak jauh lebih cepat daripada manusia, pemusnahan yang setiap tahun terjadi dari penyebab-penyebab ini haruslah sangat besar demi mempertahankan rendahnya jumlah masing-masing spesies, kerana terbukti mereka tidak bertambah secara teratur dari tahun ke tahun, jika tidak sejak dulu dunia sudah penuh sesak dengan mereka yang paling cepat berkembang biak. Memikirkan tentang pemusnahan konstan dan sangat besar yang tersirat di dalamnya, terlintas pertanyaan dalam benakku, mengapa beberapa mati dan beberapa hidup? Dan jawabannya jelas, secara keseluruhan yang terbaiklah yang bertahan hidup ... dan mengingat banyaknya variasi individu yang diperlihatkan dari pengalaman saya sebagai seorang kolektor, maka selanjutnya semua perubahan yang diperlukan untuk adaptasi spesies tersebut pada perubahan keadaan ini akan dibawa pula ... Dengan cara ini setiap bagian dari tubuh seekor haiwan dapat dimodifikasi tepat sebagaimana diperlukan, dan dalam proses modifikasi ini yang tanpa modifikasi akan mati, sehingga karenanya karakter-karakter yang pasti dan keterasingan yang jelas dari setiap spesies baru akan dapat diterangkan.[74]

[[Berkas:Darwin-Wallace medal.jpg|jmpl|kiri|lurus|Darwin–Wallace Medal dikeluarkan oleh Linnean Society pada peringatan 50 tahun pembacaan makalah Wallace dan Darwin tentang seleksi alam.]]

Wallace pernah bertemu dalam waktu singkat dengan Darwin, dan beliau merupakan salah satu koresponden yang pengamatannya digunakan Darwin untuk mendukung teorinya sendiri. Meskipun surat pertama Wallace kepada Darwin telah hilang, Wallace menyimpan dengan baik semua surat yang beliau terima.[75] Dalam surat pertamanya, tertanggal 1 Mei 1857, Darwin berkomentar bahawa surat Wallace tanggal 10 Oktober yang baru saja beliau terima, serta makalah Wallace tahun 1855 yang berjudul "On the Law which has regulated the Introduction of New Species", memperlihatkan bahawa mereka berdua berpikiran sama dan sampai batas tertentu meraih kesimpulan yang sama; Darwin juga mengatakan bahawa beliau sedang mempersiapkan karyanya sendiri untuk dipublikasikan dalam waktu kira-kira dua tahun lagi.[76] Surat keduanya, tertanggal 22 Desember 1857, mengatakan betapa senangnya Darwin mengetahui Wallace berteori tentang penyebaran, dan menambahkan bahawa "tanpa spekulasi tidak ada pengamatan yang baik dan asli" sambil berkomentar bahawa "Saya yakin kalau saya melangkah lebih jauh daripada Anda".[77] Wallace mempercayai pendapat Darwin mengenai masalah tersebut dan dari Ternate beliau mengirimkan esai yang dibuatnya pada Februari 1858, iaitu "On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitely From the Original Type", kepada Darwin dengan permintaan agar beliau meninjaunya dan meneruskannya kepada Charles Lyell jika beliau pikir esai ini bermanfaat.[78]

Meskipun Wallace telah mengirimkan beberapa artikel untuk diterbitkan sebagai jurnal sepanjang perjalanannya di kepulauan Melayu, esai Ternate tersebut berupa sebuah surat peribadi. Pada tanggal 18 Juni 1858, Darwin menerima esai tersebut dari Wallace. Esai Wallace secara jelas tidak menggunakan istilah "seleksi alam" sebagaimana digunakan Darwin, namun esai tersebut menguraikan mekanisme perbedaan spesies yang evolusioner dari yang serupa kerana tekanan lingkungan. Dalam hal ini, esai tersebut sangat mirip dengan teori yang telah diolah Darwin selama dua puluh tahun, tetapi saat itu belum dipublikasikan. Darwin mengirim naskah itu ke Charles Lyell beserta sebuah surat yang mengatakan "beliau tidak dapat membuat sebuah abstrak singkat yang lebih baik! Bahkan istilah-istilahnya sekarang menjadi bagian atas dari bab-bab saya ... beliau tidak mengatakan bahawa beliau mengharapkan saya untuk mempublikasikannya, tetapi tentu saja saya akan menulis sekaligus menawarkan untuk mengirimnya ke jurnal apa pun."[79]

Karena sedang kebingungan akibat penyakit yang sedang diderita putranya yang masih bayi, Darwin menyerahkan masalah tersebut kepada Charles Lyell dan Joseph Hooker, yang kemudian memutuskan untuk menerbitkan esai tersebut dalam suatu penyajian bersama dengan tulisan-tulisan yang belum dipublikasikan yang menonjolkan keutamaan Darwin. Tidak ada permintaan Wallace supaya esainya diterbitkan, dan memang hal tersebut mungkin melanggar hukum hak cipta pada saat itu. Esai Wallace dipresentasikan ke Linnean Society of London pada tanggal 1 Juli 1858, bersama-sama dengan berbagai kutipan dari sebuah esai yang diperlihatkan Darwin kepada Hooker secara peribadi pada tahun 1847 dan sebuah surat yang ditulis Darwin kepada Asa Gray pada tahun 1857.[80]

Komunikasi dengan Wallace yang sedang berada jauh di kepulauan Melayu tidak mungkin dilakukan tanpa keterlambatan selama beberapa bulan, maka beliau tidak ambil bagian dalam publikasi yang cepat ini. Beruntung Wallace menerima semua pengaturan yang telah terjadi, senang kerana beliau telah disertakan sepenuhnya, dan tidak pernah mengungkapkan ketidakpuasan secara peribadi ataupun umum. Status keilmuan dan sosial Darwin jauh lebih tinggi daripada Wallace sehingga dianggap tidak mungkin, tanpa peranan Darwin, pandangan Wallace tentang evolusi akan diperhatikan secara serius. Pengaturan oleh Hooker dan Lyell menurunkan Wallace ke posisi 'rekan penemu' (co-discoverer), dan secara sosial beliau tidak setara dengan Darwin atau para ilmuwan alam Britania lainnya yang terkemuka. Namun pembacaan makalah mereka tentang seleksi alam secara bersama-sama mengasosiasikan Wallace dengan Darwin yang lebih terkenal. Hal ini, dipadukan dengan pembelaan Darwin (serta Hooker dan Lyell) atas namanya, memberikan Wallace akses yang lebih besar ke tingkatan tertinggi dalam komunitas ilmiah.[81] Reaksi atas pembacaan tersebut pada waktu itu diredam, dengan pernyataan dari presiden Linnean Society pada bulan Mei 1859 bahawa tahun 1858 tidak ditandai dengan satu pun penemuan yang menonjol;[82] tetapi, dengan diterbitkannya On the Origin of Species (Asal Usul Spesies) oleh Darwin pada akhir tahun 1859, arti pentingnya menjadi nyata. Ketika Wallace kembali ke Britania, beliau menemui Darwin. Meskipun beberapa pendapat kritis Wallace pada tahun-tahun berikutnya menguji kesabaran Darwin, mereka tetap bersahabat sepanjang sisa hidup Darwin.

Dari tahun ke tahun beberapa orang mempertanyakan versi dari rangkaian kejadian ini. Pada awal tahun 1980-an, dua buku yang masing-masing ditulis oleh Arnold Brackman dan John Langdon Brooks bahkan mengemukakan bahawa bukan hanya terjadi suatu konspirasi untuk merampas penghargaan yang seharusnya bagi Wallace, tetapi Darwin sebenarnya telah mencuri gagasan kunci dari Wallace untuk menyelesaikan teorinya sendiri. Klaim-klaim seperti ini telah dikaji secara rinci oleh sejumlah akademisi dan mereka belum menemukan satu klaim pun yang meyakinkan.[83][84][85] Penelitian atas jadwal-jadwal pengiriman telah memperlihatkan hal yang berlawanan dengan tuduhan-tuduhan ini, yakni surat Wallace tidak mungkin terkirimkan lebih awal daripada tanggal yang tercantum dalam surat Darwin kepada Lyell.[86][87]

Pembelaan terhadap Darwin dan gagasannya[sunting | sunting sumber]

Setelah publikasi On the Origin of Species oleh Darwin, Wallace menjadi salah satu pembela setia Darwin sekembalinya beliau ke Inggris pada tahun 1862. Dalam suatu peristiwa pada tahun 1863 yang utamanya membuat Darwin senang, Wallace mempublikasikan sebuah makalah singkat berjudul "Remarks on the Rev. S. Haughton's Paper on the Bee's Cell, And on the Origin of Species" untuk mengecam sebuah makalah karya seorang profesor geologi di Universitas Dublin yang telah secara tajam mengkritik komentar Darwin di Origin tentang bagaimana sel-sel lebah madu yang berbentuk heksagonal dapat berevolusi melalui seleksi alam.[88]

Pembelaan yang lebih panjang atas karya Darwin adalah "Creation by Law", suatu ulasan yang ditulis Wallace pada tahun 1867 untuk Quarterly Journal of Science dari buku The Reign of Law, yang mana dituliskan oleh George Campbell, Adipati Argyll ke-8, sebagai sanggahan terhadap seleksi alam.[89] Setelah suatu pertemuan British Association pada tahun 1870, Wallace menulis keluhan kepada Darwin bahawa "tidak ada lawan yang tersisa yang mengetahui apa pun tentang sejarah alam, sehingga tidak ada satu pun diskusi yang baik sebagaimana dahulu."[90]

Perbedaan antara gagasan Darwin dan Wallace tentang seleksi alam[sunting | sunting sumber]

Para sejarawan ilmu pengetahuan mencatat bahawa walaupun Darwin menganggap gagasan-gagasan dalam makalah Wallace pada dasarnya sama seperti gagasannya, namun ada perbedaan-perbedaan.[91] Darwin menekankan persaingan antar individu dari spesies yang sama agar dapat bertahan hidup dan berkembang biak, sedangkan Wallace menekankan pengaruh tekanan lingkungan pada varietas dan spesies yang memaksa mereka untuk beradaptasi dengan keadaan setempat, sehingga menyebabkan populasi di lokasi yang berbeda mengalami penyimpangan.[92][93] Beberapa sejarawan, khususnya Peter J. Bowler, mengemukakan adanya kemungkinan bahawa dalam makalah yang dikirimnya ke Darwin, Wallace sama sekali tidak membahas seleksi dari variasi individu melainkan seleksi kelompok.[94] Namun Malcom Kottler[95] menunjukkan bahawa pandangan ini tidak benar dan Wallace memang membahas variasi individu.

Kalangan yang lain mencatat bahawa perbedaan lainnya adalah Wallace tampaknya membayangkan seleksi alam sebagai semacam mekanisme umpan balik yang membuat spesies dan varietas beradaptasi dengan lingkungannya.[96] Mereka menunjuk pada suatu bagian yang pada umumnya terabaikan dalam makalah terkenal Wallace pada tahun 1858:

Aksi dari prinsip ini persis sama seperti governor sentrifugal dari mesin uap, yang memeriksa dan memperbaiki setiap penyimpangan nyaris sebelum menjadi kenyataan; dan dengan cara serupa tidak ada defisiensi yang tidak seimbang dalam kerajaan haiwan yang dapat mencapai sembarang besaran yang mencolok, kerana hal itu akan membuatnya kacau pada langkah paling awal, dengan membuat hidup sulit dan kepunahan hampir pasti segera menyusul.[78]

Gregory Bateson, seorang antropolog dan ahli sibernetika, mengamati pada tahun 1970-an bahawa, kendati hanya menulisnya sebagai sebuah contoh, Wallace "mungkin mengatakan hal paling berpengaruh yang telah dikatakan pada abad ke-19".[97] Bateson meninjau kembali topik tersebut dalam bukunya pada tahun 1979 yang berjudul Mind and Nature: A Necessary Unity, dan para akademisi lainnya terus menggali hubungan antara seleksi alam dengan teori sistem.[96]

Warna peringatan dan seleksi seksual[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1867 Darwin menulis kepada Wallace tentang suatu masalah yang saat itu beliau pahami, iaitu mengenai bagaimana beberapa ulat dapat berevolusi dengan skema warna yang mencolok. Darwin telah memiliki keyakinan bahawa seleksi seksual, semacam perantara yang mana Wallace tidak membuat keterkaitan sedemikian pentingnya sebagaimana Darwin, menjelaskan mengapa ada banyak skema warna yang mencolok pada haiwan. Namun Darwin menyadari bahawa hal ini tidak berlaku bagi ulat. Wallace menanggapi bahawa beliau dan Henry Bates telah mengamati bahawa banyak dari kupu-kupu yang paling spektakuler memiliki suatu rasa dan bau yang khas, serta bahawa beliau telah diberitahu oleh John Jenner Weir kalau burung tidak akan memakan ngengat putih yang umum dari jenis tertentu kerana tidak menyukainya. "Nah, sebab ngengat putih sama mencoloknya pada sore hari sebagaimana seekor ulat berwarna pada waktu siang", Wallace menuliskan tanggapannya kepada Darwin bahawa tampaknya skema warna yang mencolok itu berfungsi sebagai semacam peringatan bagi para pemangsa dan dengan demikian dapat berevolusi melalui seleksi alam. Darwin terkesan dengan gagasan tersebut. Pada pertemuan Entomological Society yang selanjutnya, Wallace meminta bukti kepada siapa pun yang mungkin memilikinya sehubungan dengan topik tersebut. Pada tahun 1869 Weir mempublikasikan data dari berbagai percobaan dan pengamatan terkait ulat berwarna cerah yang menunjang gagasan Wallace. Konsep warna peringatan, atau aposematisme, merupakan salah satu dari sejumlah kontribusi Wallace seputar evolusi pewarnaan haiwan pada umumnya dan konsep warna perlindungan pada khususnya.[98] Hal tersebut juga merupakan salah satu ketidaksepakatan antara Wallace dengan Darwin mengenai arti penting seleksi seksual. Pada bukunya pada tahun 1878, Tropical Nature and Other Essays, Wallace secara ekstensif menulis tentang pewarnaan haiwan dan tumbuhan serta mengusulkan penjelasan alternatif untuk sejumlah kasus yang Darwin kaitkan dengan seleksi seksual.[99] Beliau meninjau kembali topik tersebut secara panjang lebar dalam bukunya pada tahun 1889, Darwinism. Pada tahun 1890 beliau menulis sebuah kajian kritis dalam Nature sebagai tanggapan atas buku Edward Bagnall Poulton temannya, yakni The Colours of Animals, yang mana mendukung konsep seleksi seksual dari Darwin. Tulisannya secara khusus mengecam klaim Poulton tentang "preferensi estetika dalam dunia serangga".[100]

Efek Wallace[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1889 Wallace menulis buku Darwinism yang menjelaskan dan membela seleksi alam. Di dalamnya beliau mengajukan hipotesis bahawa seleksi alam dapat menggerakkan isolasi reproduktif dari dua varietas dengan cara mendorong perkembangan hambatan-hambatan terhadap hibridisasi. Oleh karenanya hal tersebut mungkin berkontribusi terhadap perkembangan spesies baru. Beliau mengemukakan skenario berikut ini. Ketika dua populasi dari suatu spesies mengalami penyimpangan melampaui titik tertentu, masing-masing beradaptasi dengan keadaan tertentu; keturunan hibrida akan kurang mampu beradaptasi daripada kedua bentuk induknya dan pada titik tersebut seleksi alam cenderung akan melenyapkan para hibrida. Selanjutnya, dalam keadaan demikian, seleksi alam akan mendukung perkembangan hambatan-hambatan terhadap hibridisasi; individu yang menghindari perkawinan campur (hibrid) akan cenderung memiliki keturunan yang lebih sesuai, dan dengan demikian berkontribusi terhadap isolasi reproduksi dari dua spesies yang baru terbentuk itu. Gagasan ini kemudian dikenal dengan istilah kesan Wallace.[101] Pada awal tahun 1868, Wallace telah mengemukakan secara peribadi kepada Darwin bahawa seleksi alam dapat berperan dalam mencegah hibridisasi, tetapi beliau belum menyelesaikannya hingga terperinci seperti ini.[102] Konsep ini terus menjadi topik kajian dalam biologi evolusioner masa kini dengan menggunakan simulasi komputer maupun hasil-hasil empiris yang mendukung validitasnya.[103]

Penerapan teori pada manusia, dan peranan teleologi dalam evolusi[sunting | sunting sumber]

[[Berkas:Wallace chimp.jpg|jmpl|Ilustrasi seekor simpanse dari bab tentang penerapan seleksi alam pada manusia dalam buku Wallace pada tahun 1889, Darwinism.]]

Pada tahun 1864, Wallace menerbitkan sebuah makalah berjudul "The Origin of Human Races and the Antiquity of Man Deduced from the Theory of 'Natural Selection'" terkait penerapan teori ini pada manusia. Saat itu Darwin belum memperhatikan subjek tersebut kendati Thomas Huxley telah membahasnya dalam Evidence as to Man's Place in Nature. Beliau menjelaskan stabilitas yang jelas dari ras manusia dengan menunjuk pada kesenjangan yang besar antara kapasitas tengkorak manusia dibandingkan dengan kera besar. Tidak seperti pendukung Darwin lainnya, termasuk Darwin sendiri, beliau tidak "menganggap orang-orang primitif modern hampir-hampir mengisi kesenjangan antara manusia dan kera".[104] Beliau melihat evolusi manusia dalam dua tahap: tercapainya suatu postur bipedal yang membebaskan kedua tangan untuk melaksanakan perintah dari otak, dan "pengakuan atas otak manusia sebagai suatu faktor yang sama sekali baru dalam sejarah kehidupan. Wallace tampaknya adalah evolusionis pertama yang mengakui dengan jelas bahawa ... dengan kemunculan spesialisasi jasmani tersebut yang mana membentuk otak manusia, spesialisasi jasmani itu sendiri mungkin dapat dikatakan sudah tidak diperlukan lagi."[104] Beliau dipuji Darwin kerana makalahnya ini.

Tidak lama setelah itu Wallace menjadi seorang spiritualis. Pada waktu yang hampir bersamaan, beliau mulai berpandangan bahawa seleksi alam tidak mampu menjelaskan kejeniusan musikal, artistik, atau matematik, juga pikiran metafisik, serta kecerdasan dan humor. Beliau pada akhirnya mengatakan bahawa sesuatu dalam "alam semesta tak terlihat dari Roh" telah bertindak sebagai perantara setidaknya tiga kali dalam sejarah. Yang pertama adalah penciptaan kehidupan dari bahan tidak organik. Yang kedua adalah pengenalan kesadaran pada haiwan yang tingkatannya lebih tinggi. Dan yang ketiga adalah timbulnya kemampuan mental yang lebih tinggi pada manusia. Beliau juga meyakini bahawa raison d'être (alasan keberadaan) dari alam semesta adalah pengembangan jiwa manusia.[105] Pandangan-pandangan ini sangat mengganggu Darwin yang berpendapat bahawa intervensi spiritual tidaklah perlu dan bahawa seleksi seksual dapat dengan mudah menjelaskan fenomena mental yang tampaknya non adaptif. Beberapa sejarawan telah menyimpulkan bahawa paham spiritualisme yang diterapkan oleh Wallace secara langsung menyebabkan beliau berkeyakinan kalau seleksi alam tidaklah cukup untuk menjelaskan perkembangan kesadaran dan pikiran manusia. Sedangkan para akademisi lainnya yang mendukung Wallace tidak sepakat atas kesimpulan tersebut, dan beberapa bersikeras bahawa Wallace tidak pernah meyakini seleksi alam dapat diterapkan pada area-area tersebut.[106][107]

Reaksi terhadap ide-ide Wallace pada topik ini bervariasi di kalangan naturalis terkemuka pada saat itu. Charles Lyell lebih mendukung pandangan Wallace tentang evolusi manusia daripada pandangan Darwin.[108][109] Keyakinan Wallace bahawa kesadaran manusia tidak mungkin sepenuhnya hasil dari penyebab-penyebab bahan semata dianut oleh sejumlah intelektual terkemuka pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.[110] Bagaimanapun juga banyak kalangan, seperti Huxley, Hooker, dan Darwin sendiri, bersikap kritis terhadap Wallace.[111] Sebagaimana dinyatakan oleh Michael Shermer, seorang sejarawan sains, pandangan Wallace dalam area ini bertentangan dengan dua prinsip utama dari filosofi Darwin yang sedang berkembang, yakni evolusi bukanlah teleologis (digerakkan oleh tujuan) dan bukan juga antroposentris (berpusat pada manusia).[112] Jauh di kemudian hari dalam hidupnya Wallace kembali ke tema-tema ini, bahwasanya evolusi menyatakan bahawa alam semesta mungkin memiliki suatu tujuan dan bahawa aspek tertentu dari makhluk hidup mungkin tidak dapat dijelaskan dari sisi proses yang murni materialistik, dalam artikel berjudul The World of Life pada sebuah majalah tahun 1909 yang kemudian dikembangkannya menjadi sebuah buku dengan judul yang sama.[113] Shermer mengatakan bahawa karyanya itu mengantisipasi beberapa gagasan tentang desain secara alamiah dan mengarahkan konsep evolusi yang akan timbul dari berbagai tradisi agama di sepanjang abad ke-20.[110]

Penilaian atas peranan Wallace dalam sejarah teori evolusi[sunting | sunting sumber]

Dalam banyak catatan tentang perkembangan teori evolusi, Wallace hanya disebutkan sekilas sebagai seorang pendorong dipublikasikannya teori Darwin sendiri.[114] Pada kenyataannya Wallace mengembangkan pandangan sendiri tentang evolusi yang berbeda dengan pandangan Darwin, dan dianggap oleh banyak kalangan (khususnya Darwin) sebagai seorang pemikir evolusi yang terkemuka pada zamannya, yang mana ide-idenya tidak dapat diabaikan. Salah seorang sejarawan sains menunjukkan bahawa Darwin dan Wallace melakukan tukar menukar pengetahuan, saling menstimulir ide dan teori satu sama lain baik melalui karya-karya yang dipublikasikan maupun korespondensi peribadi selama kurun waktu tertentu.[115] Wallace merupakan naturalis yang paling sering dikutip Darwin dalam The Descent of Man, and Selection in Relation to Sex dan banyak darinya berupa ketidaksepakatan yang tajam.[116] Wallace tetap merupakan seorang pembela seleksi alam yang gigih selama sisa hidupnya. Pada tahun 1880-an, evolusi diterima secara luas di kalangan ilmiah, tetapi Wallace dan August Weismann hampir-hampir merupakan satu-satunya di antara para biolog terkemuka yang percaya bahawa seleksi alam adalah kekuatan pendorong utama di baliknya.[117][118] Pada tahun 1889 Wallace menerbitkan buku Darwinism sebagai tanggapan terhadap para kritikus ilmiah seputar seleksi alam.[119] Dari semua buku Wallace, buku tersebut paling sering dikutip oleh publikasi-publikasi ilmiah.[120]

Kontribusi ilmiah lainnya[sunting | sunting sumber]

Biogeografi dan ekologi[sunting | sunting sumber]

jmpl|upright=1.25|Sebuah peta dunia dari The Geographical Distribution of Animals memperlihatkan enam kawasan biogeorafis Wallace.

Pada tahun 1872, atas desakan dari banyak temannya seperti Darwin, Philip Lutley Sclater, dan Alfred Newton, Wallace memulakan kajian untuk suatu tinjauan umum dari penyebaran geografis haiwan. Beliau awalnya tidak mampu membuat banyak kemajuan, sebagian dikarenakan sistem klasifikasi banyak jenis haiwan pada saat itu berubah-ubah.[121] Beliau melanjutkan kajiannya dengan bersungguh-sungguh pada tahun 1874 setelah publikasi sejumlah karya baru mengenai klasifikasi.[122] Dengan memperluas sistem yang dikembangkan oleh Sclater bagi burung — yang mana membahagi bumi menjadi enam kawasan geografis terpisah untuk mendeskripsikan penyebaran spesies — agar dapat mencakup mamalia, reptil dan serangga, Wallace menciptakan dasar bagi konsep kawasan zoogeografis yang masih digunakan sampai saat ini. Beliau membahas semua faktor yang diketahui mempengaruhi penyebaran geografis haiwan pada masa lampau dan sekarang dalam masing-masing kawasan geografis. Ini mencakup dampak dari kemunculan dan lenyapnya jembatan-jembatan daratan (salah satunya yang saat ini menghubungkan Amerika Utara dan Amerika Selatan) dan dampak dari meningkatnya periode glasiasi. Beliau menyajikan peta-peta yang memperlihatkan pelbagai faktor, seperti ketinggian pegunungan, kedalaman lautan, dan karakter vegetasi regional, yang mempengaruhi penyebaran haiwan. Beliau juga meringkas semua familia dan genera yang diketahui dari haiwan-haiwan yang tingkatannya lebih tinggi, serta mencatat sebaran-sebaran geografisnya yang dapat diketahui. Teks tersebut diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan penjelajah untuk mempelajari haiwan apa yang dapat ditemukan dalam suatu lokasi tertentu. Karya dalam dua jilid ini, iaitu The Geographical Distribution of Animals, diterbitkan pada tahun 1876 dan berperan sebagai teks definitif seputar zoogeografi sampai dengan 80 tahun setelahnya.[123]

Dalam buku ini Wallace tidak membatasi dirinya pada biogeografi dari spesies yang masih ada, tetapi juga memasukkan bukti dari rekaman fosil untuk membahas proses evolusi dan migrasi yang telah menyebabkan penyebaran geografis spesies haiwan modern. Sebagai contohnya beliau membahas bagaimana bukti fosil menunjukkan bahawa tapir berasal dari Belahan Utara, bermigrasi antara Amerika Utara dan Eurasia dan kemudian, jauh di kemudian hari, baru-baru ini menuju Amerika Selatan yang mana setelah itu membuat spesiesnya di utara menjadi punah, sehingga menyisakan sebaran modern dari dua kelompok tapir yang terisolasi di Amerika Selatan dan Asia Tenggara.[124] Wallace menaruh minat dan sangat menyadari adanya kepunahan megaufauna secara massal pada kala Pleistosen Akhir. Dalam The Geographical Distribution of Animals (1876) beliau menulis, "Kita hidup dalam suatu dunia yang miskin secara zoologi, di mana semua bentuk yang paling besar, dan paling ganas, serta paling aneh telah menghilang baru-baru ini."[125] Beliau menambahkan keyakinannya bahawa penyebab yang paling mungkin dari kepunahan cepat tersebut adalah glasiasi, tetapi pada saat beliau menulis World of Life (1911) beliau sampai pada keyakinan bahawa kepunahan itu "kerana intervensi manusia".[126]

Pada tahun 1880 Wallace menerbitkan buku berjudul Island Life sebagai kelanjutan dari The Geographical Distribution of Animals. Dalam buku tersebut beliau menuliskan pengamatannya terkait penyebaran spesies haiwan maupun tumbuhan di pulau. Wallace mengklasifikasikan pulau menjadi tiga jenis yang berbeda. Pulau-pulau samudra, seperti Kepulauan Galápagos dan Hawaii (kemudian dikenal sebagai Kepulauan Sandwich), terbentuk di tengah samudra dan tidak pernah menjadi bagian dari salah satu benua besar. Pulau-pulau seperti itu ditandai dengan kurang lengkapnya amfibi dan mamalia darat, serta para penghuninya (selain burung-burung migran dan spesies yang dibawa manusia) pada umumnya merupakan hasil dari kolonisasi yang terjadi secara kebetulan dan evolusi selanjutnya. Beliau membahagi pulau-pulau kontinental menjadi dua kelas terpisah tergantung pada apakah suatu pulau belum lama menjadi bagian dari suatu benua (seperti Britania) atau lebih lama sebelumnya (seperti Madagaskar) dan membahas bagaimana perbedaan tersebut berdampak pada flora dan fauna. Beliau berbicara mengenai bagaimana isolasi berpengaruh pada evolusi dan bagaimana hal tersebut dapat mengakibatkan kelestarian berbagai kelas haiwan, misalnya saja lemur Madagaskar yang mana merupakan sisa-sisa dari fauna kontinental yang pernah tersebar luas. Beliau secara ekstensif membahas bagaimana perubahan iklim, khususnya periode glasial yang meningkat, mungkin berdampak pada penyebaran flora dan fauna di beberapa pulau, dan bagian pertama buku tersebut membahas kemungkinan penyebab zaman es yang besar ini. Island Life dianggap sebagai sebuah karya yang sangat penting pada saat diterbitkannya. Karya tersebut dibahas secara mendalam di kalangan ilmiah baik dalam ulasan-ulasan yang dipublikasikan maupun korespondensi peribadi.[127]

Isu lingkungan hidup[sunting | sunting sumber]

Karya Wallace yang ekstensif dalam biogeografi membuatnya sadar akan dampak aktivitas manusia terhadap alam. Dalam Tropical Nature and Other Essays (1878) beliau memperingatkan tentang bahaya penggundulan hutan dan erosi tanah, khususnya di daerah beriklim tropis yang rentan terhadap curah hujan yang tinggi. Sambil mencatat interaksi yang kompleks antara vegetasi dan iklim, beliau memperingatkan bahawa pembukaan hutan hujan secara luas untuk budidaya kopi di Ceylon (Sri Lanka) dan India akan berdampak negatif terhadap iklim di negara-negara itu dan akhirnya mengarah pada kerusakan kerana erosi tanah.[128] Mengenai dampak dari kolonisasi Eropa pada Pulau Saint Helena, beliau menulis:

"... namun pemandangan umum pulau tersebut sekarang begitu gersang dan tidak bersahabat sehingga beberapa orang merasa sulit untuk percaya bahawa pulau itu dulunya hijau dan subur. Bagaimanapun penyebab dari perubahan ini sangat mudah dijelaskan. Tanah subur yang dibentuk oleh endapan tumbuhan dan batuan vulkanik yang membusuk hanya dapat dipertahankan di lereng-lereng yang curam selama terlindungi oleh vegetasi yang asalnya banyak terdapat di sebagian besar daerah itu. Ketika ini dihancurkan, hujan tropis yang lebat segera menghanyutkan tanah tersebut dan meninggalkan suatu hamparan luas bebatuan gundul dan lempung tandus. Perusakan yang tak mungkin dapat diperbaiki ini pertama-tama disebabkan oleh kambing, yang dibawa oleh bangsa Portugis pada tahun 1513, dan bertambah sedemikian cepatnya sehingga pada tahun 1588 mereka berjumlah ribuan. Hewan ini adalah musuh terbesar dari pepohonan kerana mereka memakan anakan pohon yang masih kecil, dan dengan demikian mencegah pemulihan hutan secara alamiah. Bagaimanapun mereka dibantu oleh limbah sembrono manusia. East India Company mengambil alih pulau tersebut pada tahun 1651, dan sekitar tahun 1700 mulai terlihat kalau hutan-hutannya berkurang dengan cepat, dan perlu perlindungan tertentu. Dua pohon aslinya, kayu merah dan eboni, baik untuk penyamakan dan, untuk menyimpan masalah, hanya kulit kayunya yang dilucuti dengan sia-sia dari batang pohon, sisanya dibiarkan membusuk; sementara pada tahun 1709 sejumlah besar kayu eboni yang lenyap dengan cepatnya digunakan untuk membakar kapur demi membangun perbentengan![129]"

Komentar Wallace mengenai lingkungan hidup semakin hari semakin lantang. Dalam The World of Life (1911) beliau menulis:

"Pertimbangan-pertimbangan ini seharusnya membawa kita untuk melihat pada semua karya alam, hidup atau mati, diinvestasikan dengan kesakralan tertentu, untuk digunakan oleh kita tapi tidak disalahgunakan, dan untuk tidak pernah secara sembrono dihancurkan atau dirusak. Mencemari suatu sumber air atau sungai, memusnahkan seekor burung atau binatang, seharusnya dianggap sebagai pelanggaran moral dan kejahatan sosial; ... Namun selama abad terakhir ini, yang telah mengalami kemajuan besar dalam pengetahuan dari Alam yang mana sangat kita banggakan, belum ada perkembangan yang sesuai dari suatu cinta atau penghormatan akan karya-karyanya. Sehingga tidak pernah ada sebelumnya kerusakan yang menyebar luas seperti ini atas permukaan bumi dan banyak kehidupan haiwan dengan cara perusakan vegetasi asli, dan perusakan borongan sedemikian atas bumi dengan cara eksploitasi mineral dan dengan menuangkan sampah dari pabrik dan dari kota ke dalam aliran-aliran air dan sungai-sungai kita. Dan ini telah dilakukan oleh semua bangsa terbesar yang mengklaim tempat pertama dalam peradaban dan agama![130]"

Astrobiologi[sunting | sunting sumber]

Buku Man's Place in the Universe (1904) karya Wallace merupakan upaya serius pertama dari seorang ahli biologi untuk mengevaluasi kemungkinan adanya kehidupan di planet lain. Beliau menyimpulkan bahawa Bumi adalah satu-satunya planet dalam tata surya yang dapat mendukung kehidupan, terutama kerana planet ini merupakan satu-satunya planet yang memungkinkan adanya air dalam fase cairan. Lebih kontroversial lagi beliau menyatakan bahawa tidak mungkin bintang lainnya dalam galaksi dapat memiliki planet dengan karakteristik yang diperlukan seperti demikian (keberadaan galaksi lain belum terbukti pada saat itu).

Beliau hanya menuliskan tanggapannya tentang Mars secara singkat dalam buku ini, dan pada tahun 1907 Wallace kembali ke topik tersebut dengan sebuah buku berjudul Is Mars Habitable? untuk mengkritik klaim Percival Lowell mengenai adanya kanal Mars yang dibuat oleh makhluk-makhluk berakal. Wallace melakukan kajian selama berbulan-bulan, berkonsultasi dengan ramai ahli, dan menghasilkan analisis ilmiahnya sendiri tentang iklim Mars dan keadaan atmosferanya.[131] Salah satunya Wallace mengemukakan bahawa analisis spektroskopi telah memperlihatkan tidak adanya tanda-tanda uap air dalam atmosfer Mars, bahawa analisis Lowell mengenai iklim Mars memiliki kelemahan yang serius dan sangat melebih-lebihkan suhu permukaannya, dan bahawa tekanan atmosfer rendah itu akan membuat air dalam bentuk cair, apalagi adanya suatu sistem irigasi yang mengelilingi planet, dianggapnya mustahil.[132] Richard Milner berkomentar: "Adalah Alfred Russel Wallace, seorang evolusionis yang brilian dan eksentrik ... yang secara efektif mematahkan jaringan maya kanal Mars karya Lowell."[133] Wallace awalnya tertarik pada topik tersebut kerana filosofi antroposentris yang dipegangnya membuat beliau cenderung untuk percaya akan keunikan manusia di alam semesta ini.[134]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Spiritualisme[sunting | sunting sumber]

Dalam sebuah surat kepada iparnya pada tahun 1861, Wallace menulis:

"... Saya tetap menjadi seorang yang tidak percaya pada hampir semua yang Anda anggap kebenaran yang paling suci. Saya akan abaikan sebagai orang yang benar-benar hina atas tuduhan yang sering diulang-ulang bahawa orang skeptis menutup kebenaran kerana mereka tidak akan diatur oleh moralitas Kekristenan ... Saya bersyukur dapat melihat banyak untuk mengagumi semua agama. Bagi kebanyakan agama umat manusia dari beberapa macam merupakan suatu keharusan. Tetapi entah apakah ada Tuhan dan apa pun kudrat-Nya; entah kita memiliki jiwa yang abadi atau tidak, atau apa pun keadaan kita setelah kematian, saya dapat tidak takut untuk menderita demi kajian alam dan pencarian kebenaran, atau percaya bahawa mereka akan lebih baik dalam suatu keadaan masa depan yang telah hidup dalam keyakinan akan doktrin-doktrin yang tertanam sejak kecil, dan yang bagi mereka lebih seperti suatu masalah keimanan buta daripada keyakinan cerdas.[135]"

Wallace merupakan seorang peminat frenologi.[136] Pada awal kariernya beliau bereksperimen dengan hipnosis yang kemudian dikenal dengan istilah mesmerisme. Beliau menggunakan beberapa muridnya di Leicester sebagai subjek, dan berhasil dengan cukup sukses.[137] Ketika beliau memulakan eksperimennya dengan mesmerisme, topik tersebut sangatlah kontroversial dan para peneliti awal seperti John Elliotson telah dikecam keras oleh badan ilmiah dan medis.[138] Wallace menarik suatu hubungan antara pengalamannya dengan mesmerisme dan penyelidikannya kemudian dalam spiritualisme. Pada tahun 1893 beliau menulis:

"Demikianlah saya mempelajari pelajaran besar pertama saya dalam penyelidikan ke dalam bidang-bidang pengetahuan yang tidak jelas ini, jangan pernah menerima ketidakpercayaan orang-orang besar atau tuduhan-tuduhan mereka akan penipuan atau kebebalan, sebab setiap signifikansi ketika berlawanan dengan pengamatan fakta yang berulang kali oleh orang lainnya, memang waras dan benar. Seluruh sejarah ilmu pengetahuan menunjukkan kepada kita bahawa setiap kali orang-orang ilmiah dan berpendidikan dari segala zaman membantah fakta-fakta dari peneliti lainnya dengan suatu alasan apriori absurditas atau kemustahilan, para penyangkal tersebut selalu saja salah.[139]"

[[Berkas:Wallace Spirit Photograph.png|jmpl|Foto roh dari Wallace dan ibunya yang diambil oleh Frederick Hudson.]]

Wallace mulai menyelidiki spritualisme pada musim panas tahun 1865, kemungkinan atas desakan Fanny Sims kakaknya yang telah terlibat dengan hal tersebut beberapa waktu sebelumnya.[140] Setelah meninjau literatur tentang topik tersebut dan menguji fenomena yang beliau saksikan saat pemanggilan arwah (séance), beliau sampai pada penerimaan bahawa keyakinan ini terkait dengan suatu realitas alam. Selama sisa hidupnya beliau tetap yakin bahawa setidaknya beberapa fenomena pemanggilan arwah adalah asli, tanpa mempedulikan berapa banyak tuduhan penipuan dari kalangan skeptis atau berapa banyak bukti adanya tipu muslihat dalam fenomena tersebut. Ada ketidaksepakatan di kalangan sejarawan dan penulis biografi seputar faktor-faktor yang paling mempengaruhi Wallace sehingga mengadopsi spiritualisme. Salah seorang biografer mengemukakan bahawa guncangan emosi yang beliau alami beberapa bulan sebelumnya, ketika tunangan pertamanya memutuskan pertunangan mereka, berkontribusi terhadap penerimaannya akan spiritualisme.[141] Akademisi lainnya lebih suka menekankan bahawa Wallace ingin menemukan penjelasan yang ilmiah dan rasional atas semua fenomena alam dan umat manusia, baik yang berjisim mahupun sebaliknya.[138][142]

Spiritualisme menarik minat banyak kaum Victorian terpelajar yang merasa tidak lagi menemukan doktrin keagamaan biasa (misalnya dari Gereja Inggris) dapat diterima serta tidak puas dengan pandangan yang benar-benar materialistis dan mekanis terhadap dunia, yang mana semakin bermunculan dari ilmu pengetahuan abad ke-19.[143] Namun beberapa akademisi yang meneliti pandangan Wallace secara mendalam menekankan bahawa baginya spiritualisme lebih kepada hal ilmu pengetahuan dan falsafah daripada keyakinan agama.[138][142] Para intelektual penting lainnya dari abad ke-19 yang terlibat dengan spiritualisme misalnya Robert Owen, seorang reformis sosial yang pada awalnya adalah salah seorang idola Wallace,[144] para fisikawan seperti William Crookes dan John William Strutt, matematikawan Augustus De Morgan, dan seorang penerbit dari Skotlandia bernama Robert Chambers.[143][145]

Sekitar tahun 1860-an John Nevil Maskelyne, seorang ahli silap mata, membuka tipu muslihat Davenport bersaudara kepada orang ramai.[146] Wallace tidak percaya bahawa beliau telah mengulangi kemahiran mereka dengan menggunakan metode alamiah, dan menyatakan kalau Maskelyne menguasai kemampuan supranatural.[147][148]

Pada tahun 1874 Wallace mengunjungi Frederick Hudson, seorang fotografer roh. Sebuah foto dirinya dengan almarhum ibunya kemudian dihasilkan dan Wallace menyatakan bahawa foto tersebut asli, katanya, "Saya tidak keluar dari kesimpulan kalau beberapa makhluk spiritual, terbiasa dengan berbagai sisi ibu saya selama hidup, menghasilkan impresi-impresi yang dapat dikenali ini di pelat tersebut."[149] Bagaimanapun foto-foto Hudson sebelumnya telah terekspos sebagai penipuan pada tahun 1872.[150]

Pembelaan Wallace yang sangat terbuka atas spiritualisme dan pembelaannya secara berulang atas medium spiritualis untuk menentang tuduhan-tuduhan penipuan selama tahun 1870-an menyebabkan reputasi ilmiahnya tercemar. Hal ini mengakibatkan ketegangan hubungannya dengan para ilmuwan yang sebelumnya ramah terhadapnya, seperti Henry Bates, Thomas Huxley, dan bahkan Darwin, yang mana merasa Wallace terlalu mudah percaya. Kalangan lainnya seperti William Benjamin Carpenter (seorang fisiolog) dan Ray Lankester (seorang zoolog) secara terbuka memusuhi Wallace kerana masalah ini. Wallace dan ilmuwan lain yang membela spiritualisme, khususnya William Crookes, mendapat banyak kritikan dari pers; The Lancet adalah jurnal medis terkemuka di Inggris pada saat itu yang menuliskan kritikan yang sangat tajam. Kontroversi tersebut mempengaruhi persepsi orang ramai atas karya Wallace sepanjang sisa kariernya.[151] Ketika pada tahun 1879 Darwin pertama kali mencoba untuk menggalang dukungan di kalangan naturalis agar Wallace mendapatkan pensiun sipil, Joseph Hooker menanggapi:

Wallace telah sedemikian kehilangan kastanya, tidak hanya kerana kelekatannya pada Spiritualisme, namun kerana kenyataan apa yang telah dilakukannya secara sengaja dan melawan keseluruhan suara komite dari divisinya di British Association (B.A.), mengadakan suatu diskusi tentang Spiritualisme dalam salah satu pertemuan divisi tersebut ... Mengenai hal ini beliau dikatakan melakukannya dengan suatu cara yang tidak jujur, dan saya mengingat dengan baik kemarahan yang ditimbulkannya dalam Dewan B.A. tersebut.[152][153]

Hooker pada akhirnya melunak dan setuju untuk mendukung permohonan pensiun tersebut.[154]

Pertaruhan Bumi datar[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1870 seorang pendukung konsep Bumi datar bernama John Hampden menawarkan uang taruhan sejumlah £500 (setara dengan sekitar £35000 pada zaman sekarang[155]) dalam sebuah iklan majalah kepada siapa saja yang dapat membuktikan adanya lengkungan cembung dalam suatu kumpulan air seperti sungai, terusan, atau danau. Wallace yang tertarik dengan tantangan tersebut, dan pada saat itu mengalami kesulitan keuangan, lalu merancang suatu percobaan di mana beliau mendirikan dua objek di sepanjang 10 km bentangan kanal. Kedua objek berada pada ketinggian yang sama di atas permukaan air dan beliau memasang teleskop di sebuah jembatan juga dengan ketinggian yang sama di atas permukaan air. Ketika beliau melihat melalui teleskop tersebut, salah satu objek terlihat lebih tinggi daripada yang lainnya sehingga memperlihatkan adanya kelengkungan permukaan bumi ini.

Juri untuk pertaruhan tersebut, yakni editor majalah Field, menyatakan Wallace sebagai pemenang, tetapi Hampden menolak untuk menerima hasil ini. Beliau menggugat Wallace dan melakukan suatu kampanye, yang berlangsung selama beberapa tahun, dengan menuliskan surat ke berbagai penerbitan dan organisasi di mana Wallace menjadi anggotanya berupa kecaman bahawa beliau adalah seorang penipu dan pencuri. Wallace memenangkan berbagai tuntutan fitnah yang diajukan Hampden, tetapi Wallace menghabiskan lebih banyak uang untuk biaya proses pengadilan daripada yang beliau dapatkan dari taruhan tersebut, dan kontroversi ini membuatnya frustasi selama bertahun-tahun.[156]

Penyanggahan terhadap vaksinasi[sunting | sunting sumber]

Pada awal tahun 1880-an Wallace masuk dalam perdebatan seputar keharusan melakukan vaksinasi cacar. Awalnya Wallace melihat isu tersebut sebagai suatu hal kebebasan peribadi; tetapi setelah mempelajari beberapa statistik yang disediakan oleh para aktivis anti vaksinasi beliau mulai mempertanyakan kecekapan vaksinasi. Pada saat itu teori kuman penyakit masih sangat baru dan belum diterima secara universal. Selain itu belum ada orang yang cukup mengetahui mengenai sistem imunitas manusia untuk memahami bagaimana vaksinasi bekerja. Ketika Wallace melakukan beberapa kajian, beliau menemukan kasus-kasus di mana para pendukung vaksinasi telah menggunakan statistik yang meragukan (dalam beberapa kasus benar-benar palsu) untuk mendukung hujahan mereka. Karena selalu mencurigai pihak otoritas, Wallace menduga bahawa para dokter memiliki suatu kepentingan terselubung dalam mempromosikan vaksinasi. Dan beliau sampai pada keyakinan bahawa penurunan angka insiden cacar yang selama itu dikaitkan dengan vaksinasi, pada kenyataannya, merupakan akibat dari higienitas yang lebih baik dan perbaikan dalam sanitasi orang ramai.[157]

Faktor yang lain dalam pemikiran Wallace adalah keyakinannya bahawa, kerana seleksi alam, organisme berada dalam keadaan seimbang dengan lingkungannya dan bahawa segala sesuatu di alam, bahkan organisme penyebab penyakit, menjalankan peranannya yang berguna dalam tatanan alam atas segala hal; beliau khawatir vaksinasi dapat mengganggu keseimbangan alam dengan hasil-hasil yang tidak menguntungkan.[158] Wallace dan para pendukung anti vaksinasi lainnya menekankan bahawa vaksinasi dapat berbahaya, kerana pada saat itu seringkali dilakukan dengan cara yang tidak sihat dan ceroboh.[158]

Pada tahun 1890 Wallace memberikan bukti sebelum Royal Commission menyelidiki kontroversi ini. Ketika suruhanjaya tersebut memeriksa bahan yang beliau serahkan untuk mendukung kesaksiannya, mereka menemukan kesalahan-kesalahan seperti adanya beberapa statistik yang meragukan. The Lancet menegaskan bahawa Wallace dan para aktivis anti vaksinasi lainnya selektif dalam memilih statistik yang digunakan, dengan mengabaikan sejumlah besar data yang tidak konsisten dengan posisinya. Komisi tersebut mendapati bahawa vaksinasi cacar adalah efektif dan seharusnya tetap diwajibkan, meski mereka merekomendasikan beberapa perubahan prosedur untuk meningkatkan keselamatan, dan hukuman bagi orang-orang yang menolak untuk mematuhinya dibuat lebih ringan. Bertahun-tahun kemudian, pada tahun 1898, Wallace membuat sebuah pamflet, Vaccination a Delusion; Its Penal Enforcement a Crime, yang menyerang penemuan suruhanjaya tersebut. The Lancet kemudian juga ikut menyerang dengan menyatakan bahawa vaksinasi itu memuat banyak kesalahan yang sama sebagaimana bukti yang diberikan Wallace kepada suruhanjaya tersebut.[157]

Warisan dan persepsi sejarah[sunting | sunting sumber]

jmpl|kiri|lurus|Wallace dan tanda tangannya di halaman depan Darwinism (1889).

Sebagai hasil dari tulisannya, pada saat wafatnya Wallace telah menjadi seorang tokoh ternama selama bertahun-tahun baik sebagai seorang ilmuwan maupun aktivis sosial. Beliau sering dicari para jurnalis dan kalangan lainnya untuk diminta pendapatnya tentang beragam topik.[159] Beliau menerima gelar doktor kehormatan dan sejumlah penghargaan profesional seperti Royal Medal dari Royal Society (tahun 1868) dan Darwin Medal (tahun 1890),[160] serta Order of Merit pada tahun 1908.[161] Di atas segalanya, peranan Wallace sebagai rekan penemu seleksi alam dan karyanya dalam zoogeografi menandakan bahawa beliau adalah seorang figur yang luar biasa. Tidak ada keraguan bahawa beliau adalah salah seorang penjelajah sejarah alam terbesar dari abad ke-19. Kendati demikian ketenarannya memudar dengan cepat setelah wafatnya. Untuk waktu yang lama beliau diperlakukan sebagai sosok yang relatif tidak jelas dalam sejarah ilmu pengetahuan.[114] Sejumlah alasan telah dikemukakan atas kekurangan perhatian ini, misalnya kerendahan hatinya, kesediaannya untuk membela berbagai hal yang tidak populer tanpa mempedulikan reputasinya sendiri, dan ketidaknyamanan dari banyak komunitas ilmiah kerana ide-idenya yang tidak lazim.

Baru-baru ini sosoknya menjadi agak lebih jelas dengan diterbitkannya beberapa buku biografi tentangnya, serta berbagai antologi tulisan-tulisannya. Pada tahun 2007 seorang kritikus literer majalah New Yorker mendapati bahawa lima dari biografi tersebut dan dua dari antologinya telah diterbitkan sejak tahun 2000.[162] Ada juga sebuah situs web yang dibuat sebagai dedikasi untuk keilmuan Wallace.[163] Dalam sebuah buku tahun 2010, seorang aktivis lingkungan hidup bernama Tim Flannery mengklaim bahawa Wallace adalah "ilmuwan modern pertama yang memahami betapa pentingnya kerja sama demi kelangsungan hidup kita";[164] beliau mengemukakan bahawa pemahaman Wallace tentang seleksi alam dan karyanya kemudian tentang atmosfer dipandang sebagai cikal bakal pemikiran ekologis modern.

Natural History Museum, London, mengkoordinasikan acara-acara peringatan seabad Wallace di seluruh dunia dalam prokek 'Wallace100' pada tahun 2013.[165][166] Pada 24 Januari potret dirinya diresmikan di aula utama museum tersebut oleh Bill Bailey, seorang pengagum beratnya.[167] Dalam sebuah program BBC Two berjudul "Bill Bailey's Jungle Hero" (pertama kali disiarkan tanggal 21 April 2013), Bailey mengungkapkan bagaimana Wallace memecahkan evolusi dengan mengunjungi kembali tempat-tempat di mana Wallace menemukan spesies eksotik. Episode pertama menampilkan orang utan dan katak terbang dalam perjalanan Bailey di Pulau Kalimantan. Episode kedua menampilkan burung cenderawasih.[168] Pada tanggal 7 November 2013, saat peringatan 100 tahun wafatnya Wallace, David Attenborough meresmikan sebuah patung Wallace di museum tersebut.[169] Patung tersebut disumbangkan oleh A. R. Wallace Memorial Fund,[170] dan dipahat oleh Anthony Smith. Wallace dirupakan dalam patung tersebut sebagai seorang pemuda yang sedang melakukan pengumpulan. Bulan November 2013 juga ditandai dengan penayangan perdana The Animated Life of A. R. Wallace, sebuah film animasi boneka kertas yang didedikasikan untuk peringatan seratus tahun Wallace.[171]

Penghargaan dan kehormatan[sunting | sunting sumber]

  • Menjabat sebagai ketua divisi antropologi dari British Association pada tahun 1866.[172]
  • Menjadi presiden Entomological Society of London pada tahun 1870.[160]
  • Terpilih sebagai ketua divisi biologi dari British Association pada tahun 1876.[173]
  • Terpilih sebagai anggota dari Royal Society pada tahun 1893.[173]
  • Diajukan sebagai pemimpin Kongres Spiritualis Internasional dalam pertemuan di London pada tahun 1898.[174]
  • Pada tahun 1928, sebuah rumah di Richard Hale School (kemudian disebut Hertford Grammar School) menggunakan nama Wallace.[175][176] Wallace merupakan siswa Richard Hale antara tahun 1828–1836.
  • Ruang-ruang kuliah di universitas Cardiff dan Swansea menggunakan nama Wallace.[176]
  • Kawah di Mars dan Bulan menggunakan namanya.[175]
  • Pada tahun 1986 Royal Entomological Society of London mengangkat suatu ekspedisi selama setahun ke Taman Nasional Dumoga-Bone di Sulawesi Utara dengan nama "Project Wallace".[176]
  • Sekelompok pulau di Indonesia dikenal sebagai kawasan biogeografis Wallacea untuk menghormati Wallace, dan Operation Wallacea (dinamakan dari kawasan tersebut) memberikan penghargaan "Alfred Russel Wallace Grants" bagi para mahasiswa program sarjana ekologi.[177]

Karya tulis[sunting | sunting sumber]

Wallace merupakan seorang penulis produktif. Pada tahun 2002, seorang sejarawan ilmu pengetahuan menerbitkan suatu analisis kuantitatif terkait publikasi karya Wallace. Beliau mendapati bahawa Wallace telah menerbitkan 22 buku lengkap dan setidaknya 747 berupa penggalan-penggalan yang lebih singkat, 508 di antaranya merupakan karya ilmiah (191 dipublikasikan di jurnal Nature). Beliau lalu membahagi-bahagikan 747 penggalan pendek tersebut menurut subjek utamanya: 29% tentang biogeografi dan sejarah alam, 27% tentang teori evolusi, 25% tentang komentar sosial, 12% tentang Antropologi, dan 7% tentang spiritualisme dan frenologi.[178] Sebuah bibliografi daring dari tulisan-tulisan Wallace memiliki lebih dari 750 entri.[25]

Buku pilihan[sunting | sunting sumber]

Makalah pilihan[sunting | sunting sumber]

Sebuah daftar yang lebih komprehensif dari publikasi Wallace tersedia secara daring, beserta bibliografi lengkap dari semua tulisan Wallace[25] yang telah disusun oleh Charles H. Smith (sejarawan sains) di halaman Alfred Russel Wallace.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Smith, Charles H. "Alfred Russel Wallace: Evolution of an Evolutionist Introduction". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Dicapai 2007-04-27. 
  2. ^ [1] Koleksi bibliografi Wallace di University of Western Kentucky
  3. ^ Wilson The Forgotten Naturalist p. 1.
  4. ^ a b (Inggeris) Smith, Charles H. "Alfred Russel Wallace: A Capsule Biography". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Diarkibkan daripada yang asal pada 5 April 2007. Dicapai 27 April 2007. 
  5. ^ Wilson pp. 6–10.
  6. ^ Raby Bright Paradise pp. 77–78.
  7. ^ Slotten The Heretic in Darwin's Court pp. 11–14.
  8. ^ (Inggeris) "28. Alfred Russel Wallace". 100 Welsh heroes. Dicapai 23 September 2008. 
  9. ^ (Inggeris) Smith, Charles H. "Responses to Questions Frequently Asked About Wallace: Was Wallace actually a Welshman, as seems to be increasingly claimed?". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Dicapai 20 January 2008. 
  10. ^ (Inggeris) Beccaloni, George. "FAQs, myths & misconceptions". Dicapai 10 January 2015. 
  11. ^ Shermer In Darwin's Shadow p. 53.
  12. ^ Slotten pp. 22–26.
  13. ^ (Inggeris) "Neath Mechanics' Institute" Swansea University. Retrieved 21 April 2013.
  14. ^ Slotten pp. 26–29.
  15. ^ Wilson pp. 19–20.
  16. ^ Raby p. 78.
  17. ^ Wallace My Life pp. 254, 256
  18. ^ Slotten pp. 34–37.
  19. ^ Wilson p. 36; Raby pp. 89, 98–99, 120–21.
  20. ^ Raby pp. 89–95.
  21. ^ Shermer pp. 72–73.
  22. ^ a b Slotten pp. 84–88
  23. ^ Wilson p. 45.
  24. ^ Raby p. 148.
  25. ^ a b c d (Inggeris) Wallace, Alfred. "Bibliography of the Writings of Alfred Russel Wallace". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Dicapai 6 May 2007. 
  26. ^ (Inggeris) "University Museum of Zoology, Cambridge | Historical significance". Museum.zoo.cam.ac.uk. 18 April 2009. Dicapai 13 March 2013. 
  27. ^ Shermer p. 14.
  28. ^ Slotten p. 267.
  29. ^ Shermer pp. 151–52.
  30. ^ Slotten pp. 249–58.
  31. ^ Slotten p. 235.
  32. ^ van Whye, John Dispelling the Darkness, World Scientific, 2013, pg. 310
  33. ^ Shermer p. 156.
  34. ^ Slotten pp. 239–40.
  35. ^ Slotten pp. 265–67.
  36. ^ Slotten pp. 299–300.
  37. ^ Slotten p. 325.
  38. ^ Slotten pp. 361–64.
  39. ^ Slotten pp. 365–72.
  40. ^ Slotten p. 436.
  41. ^ (Inggeris) Stanley, Buder (1990). Visionaries and Planners: The Garden City Movement and the Modern Community. Oxford University Press. 
  42. ^ Slotten pp. 436–38.
  43. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred. "Human Selection (S427: 1890)". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Dicapai 27 May 2012. 
  44. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred. "Paper Money as a Standard of Value (S557: 1898)". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Dicapai 6 May 2007. 
  45. ^ Slotten pp. 366, 453, 487–88.
  46. ^ Shermer pp. 23, 279.
  47. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred. "The Causes of War, and the Remedies (S567: 1899)". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Dicapai 22 November 2015. 
  48. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred. "Flying Machines in War. (S670: 1909)". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Dicapai 22 November 2015. 
  49. ^ Slotten pp. 453–55.
  50. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred. The Wonderful Century: Its successes and failures. Google books. Dicapai 11 July 2014. 
  51. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred. "The Revolt of Democracy (S734: 1913)". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Dicapai 6 May 2007. 
  52. ^ Shermer pp. 274–78.
  53. ^ Slotten pp. 379–400.
  54. ^ (Inggeris) The Cabinet of Alfred Russel Wallace Quigley's Cabinet, retrieved 7 October 2010.
  55. ^ (Inggeris) Cabinet of Wonders: Personal Collection of Alfred Russel Wallace Live Science, retrieved 25 January 2012.
  56. ^ (Inggeris) The Work in Darwin's Shadow Washington Post, retrieved 8 February 2009.
  57. ^ a b Slotten p. 490.
  58. ^ Slotten p. 491.
  59. ^ a b c Larson Evolution p. 73.
  60. ^ Bowler & Morus "Making Modern Science" p. 141.
  61. ^ McGowan The Dragon Seekers pp. 101, 154–55.
  62. ^ Larson pp. 23–24, 37–38.
  63. ^ a b Shermer p. 54.
  64. ^ Slotten p. 31.
  65. ^ Wallace Family Archive, 11 Oct. 1847, quoted in Raby 2002, halaman 1.
  66. ^ Slotten p. 94.
  67. ^ (Inggeris) "Wallace Collection – Wallace's 'Sarawak law' paper". Natural History Museum. 2012. Dicapai 14 February 2012. 
  68. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred Russel (1855). "On the Law Which has Regulated the Introduction of Species". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Diarkibkan daripada yang asal pada 28 April 2007. Dicapai 8 May 2007. 
  69. ^ Desmond & Moore Darwin 1991, p. 438; Browne Charles Darwin: Voyaging pp. 537–46.
  70. ^ Wallace My Life p. 361.
  71. ^ Slotten pp. 144–45.
  72. ^ Slotten p. 144.
  73. ^ (Inggeris) Heij, dr. C.J., 2011. Biographical Notes of Antonie Augustus Bruijn (1842–1890). IBP Press, Bogor. ISBN 978-979-493-294-0.
  74. ^ Wallace My Life pp. 361–62.
  75. ^ Marchant, 1916. p. 105
  76. ^ Darwin, Francis, 1887, The life and letters of Charles Darwin p. 95
  77. ^ Darwin, Francis, 1887, The life and letters of Charles Darwin p. 108
  78. ^ a b (Inggeris) Wallace, Alfred. "On the Tendency of Varieties to Depart Indefinitely From the Original Type". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Diarkibkan daripada yang asal pada 29 April 2007. Dicapai 22 April 2007. 
  79. ^ Slotten pp. 153–54; Darwin, Francis, 1887, The life and letters of Charles Darwin p. 116
  80. ^ Browne Charles Darwin: The Power of Place pp. 33–42.
  81. ^ Shermer pp. 148–50.
  82. ^ Browne Charles Darwin: The Power of Place pp. 40–42.
  83. ^ Slotten pp. 157–62.
  84. ^ (Inggeris) Shermer, Michael. "In Darwin's Shadow: Excerpt". michaelshermer.com. Dicapai 29 April 2008. 
  85. ^ (Inggeris) Smith, Charles. "Responses to Questions Frequently Asked About Wallace: Did Darwin really steal material from Wallace to complete his theory of natural selection?". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Diarkibkan daripada yang asal pada 9 May 2008. Dicapai 29 April 2008. 
  86. ^ (Inggeris) Wyhe, John Van; Rookmaaker, Kees (2012). "A new theory to explain the receipt of Wallace's Ternate Essay by Darwin in 1858". Biological Journal of the Linnean Society. Linnean Society of London. 105: 249–252. doi:10.1111/j.1095-8312.2011.01808.x. 
  87. ^ (Inggeris) Ball, Philip (12 December 2011). "Shipping timetables debunk Darwin plagiarism accusations". Nature News & Comment. Dicapai 26 February 2012. 
  88. ^ Slotten pp. 197–99.
  89. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred. "Creation by Law (S140: 1867)". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Diarkibkan daripada yang asal pada 2 June 2007. Dicapai 23 May 2007. 
  90. ^ Slotten p. 261.
  91. ^ (Inggeris) Kutschera, U. (19 December 2003). "A comparative analysis of the Darwin–Wallace papers and the development of the concept of natural selection". Theory in Biosciences. 122 (4): 343–59. doi:10.1007/s12064-003-0063-6. 
  92. ^ Larson p. 75.
  93. ^ Bowler & Morus p. 149.
  94. ^ Bowler (2013) pp. 61–63
  95. ^ (Inggeris) Kottler, M. 1985. Charles Darwin and Alfred Russel Wallace: Two decades of debate over natural selection. In: David Kohn (Ed.), The Darwinian Heritage (Princeton NJ: Princeton University Press): 367–432
  96. ^ a b (Inggeris) Smith, Charles H. "Wallace's Unfinished Business". Complexity (publisher Wiley Periodicals, Inc.) Volume 10, No 2, 2004. Dicapai 11 May 2007. 
  97. ^ (Inggeris) Brand, Stewart. "For God's Sake, Margaret". CoEvolutionary Quarterly, June 1976. Diarkibkan daripada yang asal pada 15 April 2007. Dicapai 4 April 2007. 
  98. ^ Slotten pp. 251–54.
  99. ^ Slotten pp. 353–56.
  100. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred Russel (24 July 1890). "The Colours of Animals". Nature. S42: 289–91. doi:10.1038/042289a0. 
  101. ^ Slotten pp. 413–15.
  102. ^ Slotten p. 404.
  103. ^ (Inggeris) Ollerton, J. "Flowering time and the Wallace Effect" (PDF). Heredity, August 2005. Diarkibkan (PDF) daripada yang asal pada 5 June 2007. Dicapai 22 May 2007. 
  104. ^ a b (Inggeris) Eiseley, Loren (1958). Darwin's Century. Anchor Book. m/s. 305, 06. 
  105. ^ Wallace Darwinism p. 477.
  106. ^ Shermer pp. 157–60.
  107. ^ (Inggeris) Smith, Charles H. "Alfred Russel Wallace: Evolution of an Evolutionist Chapter Six. A Change of Mind?". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Dicapai 29 April 2007. 
  108. ^ Larson p. 100.
  109. ^ Shermer p. 160.
  110. ^ a b Shermer pp. 231–33.
  111. ^ Slotten pp. 280–96.
  112. ^ Shermer pp. 208–09.
  113. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred Russel. "World of Life". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Dicapai 23 March 2011. 
  114. ^ a b Slotten p. 6.
  115. ^ Shermer p. 149.
  116. ^ Slotten pp. 289–90.
  117. ^ Larson p. 123.
  118. ^ Bowler & Morus p. 154.
  119. ^ Slotten p. 409.
  120. ^ Shermer p. 18.
  121. ^ Slotten p. 301.
  122. ^ Slotten p. 315.
  123. ^ Slotten pp. 320–25.
  124. ^ Bowler (2013), p. 152.
  125. ^ Wallace The Geographical Distribution of Animals p. 150.
  126. ^ Wallace The World of Life (1911) p. 264.
  127. ^ Slotten p. 361.
  128. ^ Slotten pp. 352–53.
  129. ^ Wallace Island Life pp. 283–84.
  130. ^ Wallace World of Life p. 279.
  131. ^ Slotten p. 474.
  132. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred. "Is Mars Habitable (S730: 1907)". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Diarkibkan daripada yang asal pada 5 April 2007. Dicapai 13 May 2007. 
  133. ^ (Inggeris) Richard Milner (4 November 2011). "A Wet Red World? The Search for Water on Mars Goes On". Astrobiology Magazine. Dicapai 22 November 2012. 
  134. ^ Shermer p. 294.
  135. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred. "1861 Letter from Wallace to Thomas Sims". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Diarkibkan daripada yang asal pada 20 February 2007. Dicapai 4 April 2007. 
  136. ^ Slotten pp. 203–05.
  137. ^ Slotten pp. 234–35.
  138. ^ a b c (Inggeris) Smith, Charles H. "Alfred Russel Wallace: Evolution of an Evolutionist Chapter One. Belief and Spiritualism". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Dicapai 20 April 2007. 
  139. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred. "Notes on the Growth of Opinion as to Obscure Psychical Phenomena During the Last Fifty Years". The Alfred Russel Wallace Page hosted by Western Kentucky University. Dicapai 20 April 2007. 
  140. ^ Slotten p. 231.
  141. ^ Slotten p. 236.
  142. ^ a b Shermer pp. 199–201.
  143. ^ a b Slotten p. 4.
  144. ^ Slotten p. 232.
  145. ^ Shermer p. 183.
  146. ^ (Inggeris) Steinmeyer, Jim (2005). Hiding the Elephant. Arrow. pp. 95–96. ISBN 0-09-947664-9
  147. ^ (Inggeris) Brandon, Ruth (1993). The Life and Many Deaths of Harry Houdini. Secker & Warburg. p. 230. ISBN 0-436-20060-0
  148. ^ (Inggeris) Byrne, Georgina (2010). Modern Spiritualism and the Church of England, 1850–1939. The Boybell Press. pp. 28–29. ISBN 978-1-84383-589-9
  149. ^ (Inggeris) Wallace, Alfred Russel (1875). On Miracles and Modern Spiritualism. London: James Burns. pp. 190–191
  150. ^ (Inggeris) McCabe, Joseph (1920). Spiritualism: A Popular History from 1847. Dodd, Mead and Company. p. 157
  151. ^ Slotten pp. 298–351.
  152. ^ Slotten pp. 357–58.
  153. ^ (Inggeris) Shermer, M. (2002). In Darwin's Shadow : The Life and Science of Alfred Russel Wallace: A Biographical Study on the Psychology of History: The Life and Science of Alfred Russel Wallace: A Biographical Study on the Psychology of History. Oxford University Press, USA. m/s. 274. ISBN 978-0-19-803381-3. Dicapai 9 October 2015. 
  154. ^ Slotten p. 362.
  155. ^ Perangkaan inflasi CPI UK berasaskan data yang diperoleh dari Lawrence H. Officer (2010) "What Were the UK Earnings and Prices Then?" MeasuringWorth.
  156. ^ Shermer pp. 258–61.
  157. ^ a b Slotten pp. 422–36.
  158. ^ a b Shermer pp. 215–16.
  159. ^ Shermer pp. 292–94.
  160. ^ a b (Inggeris) Wikisource-logo.svg Alfred Russel Wallace. Encyclopædia Britannica (edisi ke-11). 1911. 
  161. ^ (Inggeris) Templat:LondonGazette
  162. ^ (Inggeris) Rosen, Jonathan. "Missing Link: Alfred Russel Wallace, Charles Darwin's neglected double". The New Yorker Feb 2007. Dicapai 25 April 2007. 
  163. ^ (Inggeris) "The Alfred Russel Wallace Page". hosted by Western Kentucky University. Diarkibkan daripada yang asal pada 23 May 2007. Dicapai 13 May 2007. 
  164. ^ Flannery, p. 32.
  165. ^ (Inggeris) McKie, Robin (20 January 2013). "Alfred Russel Wallace, the forgotten man of evolution, gets his moment". The Guardian. Dicapai 6 October 2013. 
  166. ^ (Inggeris) "Wallace100 – celebrating Alfred Russel Wallace's life and legacy". Natural History Museum. 2013. Dicapai 5 October 2013. 
  167. ^ (Inggeris) "Alfred Russel Wallace, the forgotten man of evolution, gets his moment" The Guardian. Retrieved 3 May 2013.
  168. ^ (Inggeris) Bill Bailey's Jungle Hero: An audience with the sultan" BBC TV Blog. Retrieved 3 May 2013.
  169. ^ (Inggeris) Natural History Museum: David Attenborough unveils Wallace Statue. Retrieved 13 November 2013.
  170. ^ "Bronze statue of Wallace". Retrieved 10 January 2014.
  171. ^ (Inggeris) Lichtman, Flora. "'The Animated Life of A.R. Wallace'". The New York Times. The New York Times Company. Dicapai 27 June 2014. 
  172. ^ (Inggeris) "Anthropology at the British Association (S120: 1866)". The Alfred Russel Wallace Page. Dicapai 5 December 2015. 
  173. ^ a b (Inggeris) "Chronology of the Main Events in Wallace's Life". The Alfred Russel Wallace Page. Dicapai 5 December 2015. 
  174. ^ Slotten p. 454.
  175. ^ a b (Inggeris) "Just for Fun". The Alfred Russel Wallace Page. Dicapai 30 November 2015. 
  176. ^ a b c (Inggeris) "Other things named after Wallace". The Alfred Russel Wallace Website. Dicapai 30 November 2015. 
  177. ^ (Inggeris) "Alfred Russel Wallace Grants". Operation Wallacea. Dicapai 22 November 2015. 
  178. ^ Shermer pp. 15–17.
Sumber

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • (Inggeris) Benton, Ted (2013). Alfred Russel Wallace – Explorer, Evolutionist, Public Intellectual: A thinker for our own times?. Manchester: Siri Scientific Press. ISBN 978-0-9574530-2-9. 
  • (Inggeris) Berra, T.M. (2013). "Wallace's Acceptance of Darwin's Priority in his own Words". The Linnean. 29 (2): 23–40. 
  • (Inggeris) Berry, Andrew (2003). Infinite Tropics: An Alfred Russel Wallace Anthology. London: Verso. ISBN 1-85984-478-2. 
  • (Inggeris) Costa, James T. (2014). Wallace, Darwin, and the Origin of the Species. Cambridge, MA: Harvard University Press. ISBN 978-0-674-72969-8. 
  • (Inggeris) Costa, James T., annotated by (2013). On the Organic Law of Change, A Facsimile Edition and Annotated Transcription of Alfred Russel Wallace's Species Notebook of 1855–1859. Harvard University Press. ISBN 978-0-674-72488-4. 
  • (Inggeris) Crawforth, Anthony (2009). The Butterfly Hunter: The life of Henry Walter Bates. The University of Buckingham Press. ISBN 978-0-9560716-1-3. 
  • (Inggeris) Fichman, Martin (2004). An elusive Victorian: the evolution of Alfred Russel Wallace. Chicago: University of Chicago Press. ISBN 0-226-24613-2. 
  • (Inggeris) Lester, A. (2014). "Homing In: Alfred Russel Wallace's Homes in Britain (1852 to 1913)". The Linnean Newsletter. 30 (2): 22–32. 
  • (Inggeris) Marchant, James, penyunting (1916). Alfred Russel Wallace: Letters and Reminiscences, Vol. 1 (Gutenberg). Dicapai 12 November 2012.  Vol.2
  • (Inggeris) Quammen, David (December 2008). "The Man Who Wasn't Darwin". National Geographic. National Geographic Society: 106–33. Diarkibkan daripada yang asal pada 17 December 2008. Dicapai 3 December 2008. 
  • (Inggeris) Scarpelli, Giacomo (1992). "Nothing in nature that is not useful. The anti-vaccination crusade and the idea of 'harmonia naturae' in Alfred Russel Wallace". Nuncius. Nuncius: 109–30. 
  • (Inggeris) Severin, Tim (1997). The Spice Islands Voyage: The Quest for Alfred Wallace, the Man Who Shared Darwin's Discovery of Evolution. New York: Carroll & Graf Publishers. ISBN 0-7867-0518-3. 
  • (Inggeris) Smith, Charles (2013). Alfred Russel Wallace's 1886–1887 Travel Diary: The North American Lecture Tour. Manchester: Siri Scientific Press. ISBN 978-0-9567795-8-8. 
  • (Inggeris) Sochaczewski, Paul Spencer (2012). An Inordinate Fondness for Beetles: Campfire Conversations with Alfred Russel Wallace on People and Nature Based on Common Travel in the Malay Archipelago. Singapore: Editions Didier Millet. ISBN 978-981-4385-20-6. 
  • (Inggeris) Wyhe, John van (2013). Dispelling the Darkness, Voyage in the Malay Archipelago and the Discovery of Evolution by Wallace and Darwin. World Scientific. ISBN 978-981-4458-79-5. 
  • (Inggeris) Wyhe, John van and Rookmaaker, Kees (2013). Alfred Russel Wallace: Letters from The Malay Archipelago. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-968399-4.