Avatar

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Lompat ke: pandu arah, cari
Sepuluh avatar Wishnu

Avatar (Sanskrit: अवतार, avatāra) dalam agama Hindu adalah inkarnasi dari Tuhan. Tuhan turun ke dunia, mengambil suatu bentuk dalam dunia material, untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran dan kejahatan, menegakkan dharma dan menyelamatkan orang-orang yang melaksanakan Dharma/Kebenaran.

Krishna sebagai perantara Tuhan Yang Maha Esa dalam Bhagawad Gita bersabda:

"Yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata abhyutthānam adharmasya tadātmanam srjāmy aham paritrānāya sādhūnām vināśāya ca duskrtām dharma samsthāpanarthāya sambavāmi yuge yuge" (Bhagavad Gītā, 4.7-8)

Maksud: Manakala kebenaran merosot dan kejahatan merajalela, pada saat itulah Aku akan turun menjelma ke dunia, wahai keturunan Bharata (Arjuna) untuk menyelamatkan orang-orang saleh dan membinasakan orang jahat dan menegakkan kembali kebenaran, Aku sendiri menjelma dari zaman ke zaman

Avatar kepada Vishnu[sunting | sunting sumber]

Dasavatara: Sepuluh Avatar Dewa Vishnu[sunting | sunting sumber]

Agama Hindu menyatakan bahawa adanya Dasa Avatar yang sangat terkenal di antara avatar-avatar lainnya. Dasa Avatar adalah sepuluh Avatar yang diyakini sebagai penjelmaan material Dewa Vishnu dalam misi menyelamatkan dunia. Dari sepuluh Avatar, sembilan diantaranya diyakini sudah pernah menyelamatkan dunia, sedangkan satu di antaranya, Avatar terakhir (Kalki Avatar), masih menunggu waktu yang tepat (konon pada akhir Kali Yuga) untuk turun ke dunia. Kisah-kisah Avatar tersebut terangkum dalam sebuah kitab yang disebut Purana.

Sepuluh Avatar itu adalah:

Avatar dalam Purana[sunting | sunting sumber]

Dalam kitab-kitab Purana, dikenal adanya 25 Avatar termasuk sepuluh Avatar yang terkenal. Avatar-avatar tersebut merupakan penjelmaan Dewa Vishnu. Avatar-avatar tersebut adalah:

  1. Catursana (empat putra Brahmana)
  2. Narada (sang orang bijak yang senang mengembara)
  3. Waraha (sang babi hutan)
  4. Matsya (sang ikan)
  5. Yajna
  6. Nara-Narayana (si kembar)
  7. Kapila (sang pujangga)
  8. Dattatreya
  9. Hayagriva (sang kuda)
  10. Hamsa (sang angsa)
  11. Prsnigarbha
  12. Rishabha (ayah Raja Bharata)
  13. Prithu
  14. Narasimha (sang manusia-singa)
  15. Kurma (sang kura-kura)
  16. Dhanvantari (ayah dari Ayurweda)
  17. Mohini (wanita cantik)
  18. Wamana (orang cebol)
  19. Parasurama (sang ksatria)
  20. Ramachandra (Raja Ayodhya)
  21. Vyasa (penulis Weda)
  22. Balarama (kakak Krishna)
  23. Krishna (sang gembala)
  24. Buddha (Siddharta Gautama)
  25. Kalki (sang penghancur)

Jenis-jenis Avatar[sunting | sunting sumber]

Kepala tiap-tiap Avatar pada patung Dewa Vishnu

Menurut kitab-kitab purana, tak terhitung banyaknya Avatar yang pernah turun ke dunia ini. Avatar-avatar tersebut tidak selamanya merupakan “inkarnasi langsung” atau “penjelmaan langsung” dari Sang Hyang Vishnu. Beberapa Avatar diyakini memiliki “jiwa yang terberkati” atau mendapat “kekuatan Tuhan” sebagai makhluk yang terpilih.

Purusha Avatar: Avatar pertama Sang Hyang Vishnu yang mempengaruhi penciptaan alam semesta. Avatar tersebut yakni:

Menurut Bhagavad Gītā:

  • Kāranodakaśāyi Vishnu (Mahā Vishnu): Vishnu yang berbaring dalam lautan penyebab dan Beliau menghembuskan banyak alam semesta (galaksi?) yang jumlahnya tak dapat dihitung;
  • Garbhodakaśāyī Vishnu: Vishnu masuk ke dalam setiap alam semesta dan menciptakan aneka rupa;
  • Ksirodakasāyī Vishnu (Roh utama): Vishnu masuk ke dalam setiap makhluk dan ke dalam setiap atom.

Guna Avatar: Avatar-avatar yang mengatur tiga macam aspek dalam diri makhluk hidup. Avatar-avatar tersebut yakni:

Lila Avatar: Avatar yang sering ditampilkan dalam kitab-kitab Purana, seperti Dasa Avatar dan Avatar lainnya. Avatar tersebut turun secara teratur ke dunia, dari zaman ke zaman untuk menjalankan misi menegakkan Dharma dan menunjukkan jalan Bhakti dan Moksha.

Manwantara Avatar: Avatar yang diyakini sebagai pencipta para leluhur dari umat manusia di muka bumi. (lihat: Manu)

Shaktyawesa Avatar: ada dua jenis – 1)makhluk yang merupakan penjelmaan Vishnu secara langsung; dan 2)makhluk diberkati yang mendapatkan kekuatan dari Vishnu. Jenis tersebut memiliki jumlah yang besar, dan merupakan Avatar yang istimewa. Avatar jenis ini, misalnya saja Narada Muni atau Sang Buddha. Avatar jenis tersebut kadang-kadang dikenal dengan sebutan Saktyamsavatar, Saktyaveshavatar atau Avesha avatar. Avatar lain yang termasuk jenis kedua, misalnya Parashurama, yang mana Dewa Vishnu tidak secara langsung menjelma. Dalam jenis yang kedua tersebut, menurut Srivaishnavism, ada dua macam lagi, yakni: 1)Vishnu memasuki jiwa makhluk yang terpilih tersebut (seperti Parashurama); 2)Vishnu tidak memasuki jiwa secara langsung, namun memberikan kekuatan suci (misalnya Vyasa, penyusun Veda).

Avatar jenis kedua tersebut tidak dipuja sebagaimana mestinya Avatar yang lain. Hanya Avatar yang merupakan penjelmaan langsung yang kini sering dipuja, seperti Narasimha, Rama, dan Sri Krishna. Menurut aliran Waisnawa, Krishna merupakan Avatar yang tertinggi di antara Avatar yang lain. Namun, pengikut Sri Chaitanya (termasuk ISKCON), Nimbarka, Vallabhacharya memiliki falsafah berbeza dengan pengikut aliran Waisnawa, seperti Ramanuja dan Madhva dan menganggap bahawa Krishna merupakan kepribadian dari Tuhan yang Maha Esa, dan bukan seorang Avatar belaka. Dalam beberapa falsafah Hinduisme, tidak ada perbedaan dalam memuja Sang Hyang Vishnu ataupun Avatarnya karena semua pemujaan tersebut akan menuju kepada-Nya.

Makna dan falsafah[sunting | sunting sumber]

Beberapa orang meyakini bahawa falsafah Dasa Avatar menunjukkan perkembangan kehidupan dan peradaban manusia di muka bumi. Setiap Avatar merupakan lambang dari setiap perkembangan zaman yang terjadi. Matsya Avatar merupakan lambang bahawa kehidupan pertama terjadi di air. Kurma Avatar menunjukkan perkembangan selanjutnya, yakni munculnya hewan amphibi. Waraha Avatar melambangkan kehidupan selanjutnya terjadi di darat. Narasimha Avatar melambangkan dimulainya evolusi mamalia. Wamana Avatar melambangkan perkembangan makhluk yang disebut manusia namun belum sempurna. Parashurama Avatar, pertapa bersenjata kapak, melambangkan perkembangan manusia di tingkat yang sempurna. Rama Avatar melambangkan peradaban manusia untuk memulai pemerintahan. Krishna Avatar, yang mahir dalam enam puluh empat bidang pengetahuan dan kesenian melambangkan kecakapan manusia di bidang kebudayaan dan memajukan peradaban. Balarama Avatar, Kakak Krishna yang bersenjata alat pembajak sawah, melambangkan peradaban dalam bidang pertanian. Buddha Avatar, yang mendapatkan pencerahan, melambangkan kemajuan sosial manusia.

Avatar yang turun ke dunia juga memiliki makna-makna menurut zamannya: masa para Raja meraih kejayaan dengan pemerintahan Rama Avatar pada masa Treta Yuga, dan keadilan sosial dan Dharma dilindungi oleh Sri Krishna pada masa Dwapara Yuga. Makna dari turunnya para Avatar selama masa Satya Yuga menuju Kali Yuga juga menunjukkan evolusi makhluk hidup dan perkembangan peradaban manusia.

Avatar-avatar dalam daftar di atas merupakan inkarnasi Vishnu, yang mana dalam suatu falsafah merupakan lambang dari takaran dari nilai-nilai kemasyarakatan. Istri Dewa Vishnu bernama Laksmi, Dewi kemakmuran. Kemakmuran dihasilkan oleh masyarakat, dan diusahakan agar terus berjalan seimbang. Hal tersebut dilambangkan dengan Dewi Laksmi yang berada di kaki Dewa Vishnu. Dewi Laksmi sangat setia terhadapnya.

Falsafah Catur Yuga yang merupakan masa-masa yang menjadi latar belakang turunnya suatu Avatar dideskripsikan sebagai berikut:

  • Satya Yuga dilambangkan dengan seseorang membawa sebuah kendi (kamandalu)
  • Treta Yuga dilambangkan dengan seseorang yang membawa sapi dan sauh
  • Dwapara Yuga dilambangkan dengan seseorang membawa busur panah dan kapak
  • Kali Yuga dilambangkan dengan seseorang yang sangat jelek, telanjang, dan melakukan tindakan yang tidak senonoh.

Jika deskripsi di atas diamati dengan seksama, maka masing-masing zaman memiliki makna tersendiri yang mewakili perkembangan peradaban masyarakat manusia. Pada masa pertama, Satya Yuga, ada peradaban mengenai tembikar, bahasa, ritual (yajña), dan sebagainya. Pada masa yang kedua, Treta Yuga, manusia memiliki kebudayaan bertani, bercocok tanam dan beternak. Pada masa yang ketiga, manusia memiliki peradaban untuk membuat senjata karena bidang pertanian dan kemakmuran perlu dijaga. Yuga yang terakhir merupakan puncak dari kekacauan, dan akhir dari peradaban manusia.

Orang-orang yang diyakini sebagai Avatar[sunting | sunting sumber]

Selain avatar-avatar yang disebutkan dalam kitab-kitab Purana dan Veda, beberapa di antara orang India dan Hindu dianggap sebagai Avatar oleh umat yang meyakininya. Mereka adalah orang-orang dengan kekuatan jasmani dan rohani yang luar biasa jika dibandingkan dengan manusia normal dan diyakini sebagai penitisan Tuhan atau manifestasinya. Mereka adalah:

Beberapa umat Hindu dengan kacamata universal juga meyakini bahawa beberapa tokoh-tokoh/nabi-nabi agama lain adalah Avatar (inkarnasi Tuhan). Tokoh-tokoh tersebut yakni:

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pautan luar[sunting | sunting sumber]


Topik-topik Hinduisme
Śruti: Veda · Upanishad · Śrouta
Smriti: Itihasa (Ramayana, Mahabharata, Bhagavad Gita) · Puranas · Sutras · Agama (Tantra, Yantra) · Vedanta
Konsep: Avatar · Atman · Brahman · Kosas · Dharma · Karma · Moksha · Maya · Ishta-deva · Murti · Penjelmaan semula · Samsara · Tattva · Trimurti · Turiya · Guru
Falsafah: Aliran fikiran · Hinduisme awal · Samkhya · Nyaya · Vaisheshika · Yoga · Mimamsa · Vedanta · Tantra · Bhakti · Carvakas
Upacara amal: Jyotish · Ayurveda · Aarti · Bhajan · Darshan · Diksha · Mantera · Puja · Satsang · Stotras · Perkahwinan · Yajna
Guru dan santo: Shankara · Ramanuja · Madhvacharya · Ramakrishna · Vivekananda · Narayana Guru · Aurobindo · Ramana Maharshi · Sivananda · Chinmayananda · Sivaya Subramuniyaswami · Swaminarayan · Prabhupada · Lokenath
Mazhab: Vaishnavisme · Syaivisme · Syaktisme · Smartisme · Gerakan Hindu sezaman
Dewa Hindu: Senarai dewa-dewi Hindu · Mitologi Hindu
Yuga: Yuga Satya · Yuga Treta · Yuga Dvapara · Yuga Kali
Kasta: Brahmin · Kshatriya · Vaishya · Shudra · Dalit
p·b·s