Emulator

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search

Emulator [é-mu-la-tor] ialah sejenis perisian yang memungkinkan suatu program yang direka awalnya dan dijalankan oleh suatu sistem komputer tertentu yang khusus (baik dari segi pembinaan dan sistem operasi) dapat dikendalikan dalam sistem komputer lain yang sama sekali berbeda. Sebagai contoh suatu: program Windows dapat dijalankan pada sistem operasi Linux dengan menggunakan peranti lunak emulator Wine. Ada pula program yang mengemulasikan suatu komputer dalam komputer, misalnya VMware. Contoh lain adalah program-program emulator untuk menjalankan permainan komputer yang awalnya hanya bisa dijalankan pada konsolnya masing-masing, misalnya Nintendo, Atari, PlayStation, XBox dan lain-lain.

Tujuan pembuatan[sunting | sunting sumber]

Terdapat beberapa alasan dibuatnya emulator, antaranya:[1]

  • Meniru tatamain program-program yang sudah lama dihasikan (umumnya permainan komputer) namun perkakasan perumah atau sistem operasinya tidak diproduksi lagi saat ini,
  • Menjalankan perisian yang dibuat hanya untuk platform-platform tertentu,
  • Memeriksa program-program yang dibuat oleh platform berbeda untuk dijalankan pada platform yang lain - misalnya pembuatan program atau perisian yang bertujuan digunakan dalam PDA atau telefon bimbit namun diemulasikan pada komputer peribadi (PC) terlebih dahulu.

Jenis[sunting | sunting sumber]

Emulator terdiri dari 2 jenis: single-system/dedicated emulator dan multi-system emulator.

  • Single-system/dedicated emulator hanya dapat meng-emulate 1 jenis sistem
  • multi-system emulator dapat meng-emulate beberapa jenis sistem sekaligus.

Pada dasarnya mutu single-system/dedicated emulator lebih baik daripada multi-system emulator karena hanya didesain khusus untuk 1 jenis sistem sehingga kemungkinan untuk terjadi compatibility problem dapat diminimalisasi. Selain itu kebutuhan resources untuk single-system/dedicated emulator biasanya lebih kecil dibandingkan multi-system emulator.

Pembinaan dan penghasilan[sunting | sunting sumber]

Memprogram emulator adalah hal yang amat sulit dan dimulai dari mengumpulkan informasi tentang sistem yang hendak di-emulate dan mengakali komputer agar mampu meniru hardware dan instruksi-instruksi yang dijalankan oleh sistem tersebut. Salah satu contohnya adalah menulis program untuk mengemulasi cara kerja processor kuno seperti Apple II atau Intel 8086.

Setahap mana sesebuah sistem yang disasarkan dapat dibina semula pengaturcaraannya pada emulator ini bergantung kepada 3 faktor utama yang menentukan kemungkinan suatu sistem diemulate atau tidak:

  • Kepopuleran: Semakin populer suatu sistem, maka semakin banyak orang yang berusaha untuk meng-emulate sistem tersebut.
  • Tersedianya informasi: Semakin banyak informasi yang tersedia tentang suatu sistem (baik hardware maupun software) akan amat membantu proses penulisan emulator.
  • Kesulitan teknis: Banyak sekali game yang diproteksi dengan menggunakan enkripsi. Hal ini akan membuat sulit mengemulasi sistem tersebut. Selain itu, sistem baru seperti halnya Playstation 2 juga sulit untuk diemulasikan karena kebanyakan komputer belum memiliki processing power yang kuat untuk mengemulasikan sistem yang baru.

Kebanyakan emulator tidak mampu untuk secara sempurna mengsistem yang hendak ditirunya. Contoh dari ketidaksempurnaan tersebut adalah problem pada timing (framerate yang lambat), gambar atau efek video yang tidak benar, suara yang kacau atau bahkan tidak bersuara sama sekali, problem di joystick, dan lain sebagainya.

Fungsi ROM[sunting | sunting sumber]

Emulator tanpa ROM atau Disk Image adalah tidak ada gunanya, karena ROM atau Disk Image inilah yang merupakan game sebenarnya. Perhatikan analogi berikut ini: emulator adalah console game dan ROM atau Disk Image adalah cartridge gamenya. Jadi, console Nintendo tanpa game tidaklah ada gunanya.

Kata ROM dan Disk Image sering dipakai dan dianggap sama. Sebenarnya ROM adalah salinan cartridge game, sedangkan Disk Image adalah salinan disket atau CD. Jadi, salinan game Nintendo adalah ROM dan salinan game Apple adalah Disk Image.

Ukuran (size) suatu ROM berbeda-beda tergantung sistem yang di-emulasikan, biasanya berkisar antara 1kB hingga 50MB. Kadang-kadang ROM terdiri dari beberapa file yang merupakan suatu kesatuan dalam format ZIP. ROM ini harus di-load melalui emulator untuk dapat dimainkan, jadi ROM tidak dapat dijalankan seperti halnya program .EXE.

Pengunaan[sunting | sunting sumber]

Dalam permainan komputer[sunting | sunting sumber]

Emulator memungkinkan komputer untuk bekerja sesuai dengan hardware sistem yang diemulasikan. Tetapi emulator tidaklah ada gunanya tanpa didukung oleh permainan komputer (game). Permainan jenis sebegini disebut sebagai ROM atau Disk Image yang merupakan hasil salinan game-game dalam format kartrij atau disket sistem yang bersangkutan. Misalnya, permainan dibangunkan Sega hanya akan berjalan apabila dipasangkan pada emulator yang mengkhusus kepada sistem dalaman Sega sahaja.

Melalui penggunaan emulation kita dapat memainkan game-game klasik kesukaan kita seperti Super Mario Bros dan Sonic the Hedgehog di komputer kita. Tentu saja kita tidak dapat begitu saja memasukkan cartridge game ke dalam disk drive komputer. Konsep emulation memang agak sulit untuk dijelaskan tetapi pada dasarnya emulation adalah suatu proses untuk meniru desain internal dari suatu sistem. Untuk menjalankan program pada sistem yang berbeda membutuhkan program pendukung yang disebut emulator. Mendesain emulator itu sendiri tidaklah mudah dan kualitas hasil emulationnya tidak selalu sempurna. Tetapi sekarang ini sudah banyak sekali emulator yang beredar di Internet dan kualitas emulator-emulator tersebut berkisar dari buruk hingga hampir sempurna.

Isu[sunting | sunting sumber]

Berkaitan harta intelek[sunting | sunting sumber]

Pengemulasi adakalanya diragui atas permainan yang ingin dimain lalu menjadi asas kepada pembangunan emulator sedemikian terutamanya dari segi hak cipta yang cenderung mempunyai undang-undang berkaitan yang ketat misalnya dari segi BIOS image sistem tertentu. Lain halnya dengan ROM; pada umumnya semua ROM yang wujud kini dikenakan sistem yang melindungi hak cipta namun permainan lama kadangkala menghadapi situasi berbezaq di mana syarikat pembangun game tidak sahaja menghentikan pengeluaran permainan ini malahn sudah tidak aktif atau tutup. Maka dengan demikian, ROM tersbut dianggap legal. ROM juga bisa dikatakan legal apabila sudah ada pemilikan permainan yang asal.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Peter Seebach, developerWorks: Write Emulator-Friendly Linux Code, Linux Today, (2004).

Pautan luar[sunting | sunting sumber]