Pergi ke kandungan

Genosid Gaza

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Genosid Gaza
Sebahagian daripada Perang Israel-Hamas dan Pendudukan Israel atas wilayah Palestina
Anak 4 tahun maut kerana kebuluran, Mei 2025
LokasiGenting Gaza
Tarikh07 Oktober 2023 (2023-10-07) – kini
SasaranOrang Palestin
Jenis serangan
Genosid, hukuman kolektif, pemusnahan etnik, kebuluran
Kematian
  • Setidaknya 500.000 orang maut
TercederaSetidaknya 800.000[1][2]
Mangsa
  • Kerosakan atau penghancuran sekitar 95% rumah dan 80% bangunan di Gaza
PelakuIsrael Sunting ini di Wikidata
Motif
Tertuduh

Keterlibatan

LitigasiKes genosid Afrika Selatan kepada Israel
sunting · sunting di Wikidata
Lihat pendokumenan templat ini
Lihat pendokumenan templat ini

Genosid Gaza Israel sedang melakukan pembunuhan beramai-ramai di Semenanjung Gaza semasa Perang Gaza sejak 7 Oktober 2023. Tindakan pembunuhan beramai-ramai yang dilakukan oleh Israel termasuk menyasarkan infrastruktur awam, menyasarkan petugas perubatan dan petugas kesihatan, kebuluran, keganasan seksual, dan pemusnahan tapak keagamaan, pendidikan, dan sejarah di Semenanjung Gaza.[7][8]

Para ahli, pemerintah, badan-badan PBBB, dan organisasi non-pentadbir telah menegaskan bahawa Israel melakukan genosid terhadap rakyat Palestina selama invasi dan pemboman Genting Gaza dalam perang Israel-Hamas yang terus berlaku.[9][10] Berbagai pengamat, Francesca Albanese,[11] telah mengutip pernyataan-pernyataan oleh pejawat senior Israel yang menyerlahkan suatu "niat untuk menghancurkan" (secara keseluruhan atau sebagian) penduduk Gaza.[9][12][13]

Majoriti cendekiawan Timur Tengah yang sebagian besar berbasis di AS percaya bahwa tindakan-tindakan Israel di Gaza dimaksudkan untuk membuatnya tidak dapat dihuni oleh warga Palestina, dan 75% dari mereka mengatakan tindakan-tindakan Israel di Gaza merupakan "Jenayah perang besar yang mirip dengan genosid" atau "genosid".[14] Pada bulan Juni 2024, Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengutuk pembunuhan yang dilaporkan terhadap 500 pekerja kesehatan.[15] Pada bulan Agustus 2024, hanya 17 dari 36 rumah sakit di Gaza yang berfungsi sebagian;[16] 84% pusat kesehatan di wilayah tersebut telah hancur atau mengalami kerusakan.[17] Blokade Israel yang diberlakukan sangat berkontribusi terhadap kebuluran dan ancaman bencana kelaparan di Jalur Gaza, sementara pasukan Israel dan militia pengkhianat seperti Popular Forces pimpinan Yasser Abu Shabab Telah mencegah pasokan kemanusiaan mencapai penduduk Palestina, menyekat, menyerang atau bahkan menjarah lori yang membawa bantuan kemanusiaan. Pada awal konflik, Israel memutus pasokan air dan listrik dari Jalur Gaza. Israel juga telah menghancurkan banyak bangunan penting secara budaya, termasuk 13 perpustakaan,[18][19] semua dari 12 universitas di Gaza dan 80% sekolahnya,[20][21] puluhan masjid, tiga gereja, dan dua museum.[22][23][24] Pada pertengahan Agustus 2024, setelah sembilan bulan serangan, kempen militer Israel telah mengakibatkan lebih dari 200.000 kematian warga Palestina yang dikonfirmasi—1 dari setiap 59 orang di Gaza—dengan rata-rata 148 kematian per hari. Sebagian besar korban adalah warga sipil,[25][26] di antaranya setidaknya 50% adalah perempuan dan anak-anak,[27][28] dan lebih dari 100 jurnalis.[29][30][31] Ribuan mayat lainnya diperkirakan masih berada di bawah reruntuhan bangunan yang hancur.[26][32]

Pentadbir Afrika Selatan telah melembagakan proses hukum, Afrika Selatan v. Israel, terhadap Israel di Mahkamah Internasional (ICJ), dengan tuduhan pelanggaran Konvensi Genosida.[33] Dalam putusan awal, ICJ memutuskan bahawa Afrika Selatan berhak untuk mengajukan kasusnya terhadap Israel, sementara Palestin diisytiharkanbmemiliki "hak yang masuk akal untuk dilindungi dari genosida"[34] yang menghadapi ugutan nyata kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Pengadilan memerintahkan Israel untuk mematuhi kewajibannya berdasarkan Konvensi Genosid dengan mengambil semua tindakan dalam kewenangannya untuk mencegah terjadinya tindakan genosida, untuk mencegah dan menghukum hasutan untuk genosid dan untuk mengizinkan layanan kemanusiaan dasar ke Gaza.[35][36][37] Pengadilan juga kemudian memerintahkan Israel untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan untuk mencegah tindakan genosida selama serangan Rafah.[38][39] Israel menolak dakwaan Afrika Selatan,[37] dan mensyaki pengadilan bersikap antisemit.[40][41]

  1. Siddiqui, Usaid; Najjar, Farah (20 September 2024). "Israel's war on Gaza updates: 'Netanyahu knows Americans can't stop him' - Here's what happened today". Al Jazeera. Diarkibkan daripada yang asal pada 21 September 2024.
  2. Ralat petik: Tag <ref> tidak sah; tiada teks disediakan bagi rujukan yang bernama "10,000"
  3. Sultany 2024, m/s. 2–3.
  4. "On the Dehumanization of the Palestinians". palestine-studies.com. Institute for Palestine Studies. Dicapai pada 3 July 2024. The current genocidal assaults on Palestinians in the Gaza strip have undoubtedly been enabled by decades of anti-Palestinian racism propagated by both government and military officials and by media outlets. ... This has never been clearer than over the course of the last two weeks as U.S. and Israeli political and military leaders sow fear and paranoia, and trot out the worst anti-Arab rhetoric we have seen since the period following 9/11. This racist rhetoric is intended to dehumanize the Palestinians in order to neutralize public outrage at what may amount to the worst ethnic cleansing since the 1948 Nakba and what constitutes a genocide at the hands of one of the most advanced militaries in the world, all while world powers watch and do nothing.
  5. "The role of Islamophobia in the genocide in Gaza". CAGE. Cage International. Diarkibkan daripada yang asal pada 25 May 2024. Dicapai pada 3 July 2024.
  6. Lederman 2024, halaman 1–2, 5; Segal & Daniele 2024, halaman 2; Shaw 2024, halaman 1–2; Üngör 2024, halaman 3–4, 5–6
  7. "Israel's genocide against Palestinians 'not over' despite ceasefire - new Amnesty briefing". Amnesty International. 27 November 2025. Diarkibkan daripada yang asal pada 28 November 2025. Dicapai pada 4 January 2026.
  8. Segal, Raz (28 November 2025). "The genocide in Gaza is far from over". The Guardian. Diarkibkan daripada yang asal pada 28 November 2025. Dicapai pada 4 January 2026.
  9. 1 2 "Gaza: UN experts call on international community to prevent genocide against the Palestinian people". OHCHR. 16 November 2023. Diarkibkan daripada yang asal pada 24 December 2023. Dicapai pada 22 December 2023. Grave violations committed by Israel against Palestinians in the aftermath of 7 October, particularly in Gaza, point to a genocide in the making, UN experts said today. They illustrated evidence of increasing genocidal incitement, overt intent to "destroy the Palestinian people under occupation", loud calls for a 'second Nakba' in Gaza and the rest of the occupied Palestinian territory, and the use of powerful weaponry with inherently indiscriminate impacts, resulting in a colossal death toll and destruction of life-sustaining infrastructure.
  10. Burga 2023; Corder 2024; Quigley 2024
  11. Francesca Albanese (26 Mac 2024), Anatomy of a Genocide – Report of the Special Rapporteur on the situation of human rights in the Palestinian territories occupied since 1967, Francesca Albanese (PDF) (dalam bahasa Inggeris), Pejabat Pesuruhjaya Tinggi Hak Asasi Manusia Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu, Wikidata Q125152282, diarkibkan (PDF) daripada yang asal pada 25 Mac 2024
  12. Burga 2023; Soni 2023, halaman 81
  13. "International Expert Statement on Israeli State Crime". statecrime.org. International State Crime Initiative. Diarkibkan daripada yang asal pada 6 January 2024. Dicapai pada 4 January 2024.
  14. Lynch, Marc; Telhami, Shibley (20 June 2024). "Gloom about the 'day after' the Gaza war pervasive among Mideast scholars". Brookings. Diarkibkan daripada yang asal pada 26 June 2024. Dicapai pada 29 June 2024.
  15. "UN Human Rights Office - OPT: Statement on the killing and arbitrary detention of health workers in Gaza - occupied Palestinian territory". ReliefWeb (dalam bahasa Inggeris). 25 June 2024. Diarkibkan daripada yang asal pada 10 July 2024. Dicapai pada 10 July 2024.
  16. "Reported impact snapshot | Gaza Strip, 28 August 2024 at 15:00". OCHA. 28 August 2024. Diarkibkan daripada yang asal pada 4 September 2024.
  17. Neuman, Scott; Baba, Anas; Wood, Daniel (1 June 2024). "In Gaza, months of war have left Palestinians with barely the necessities to survive". NPR. Diarkibkan daripada yang asal pada 22 August 2024.
  18. El Chamaa, Mohamad (1 December 2023). "Gazans mourn loss of their libraries: Cultural beacons and communal spaces". The Washington Post. Diarkibkan daripada yang asal pada 30 November 2023.
  19. Moutafa, Laila Hussein (12 December 2023). "Opinion: When libraries like Gaza's are destroyed, what's lost is far more than books". Los Angeles Times. Diarkibkan daripada yang asal pada 8 August 2024.
  20. "UN experts deeply concerned over 'scholasticide' in Gaza". Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights. United Nations. 18 April 2024. Diarkibkan daripada yang asal pada 18 April 2024.
  21. Stack, Liam; Shbair, Bilal (6 May 2024). "With Schools in Ruins, Education in Gaza Will Be Hobbled for Years". New York Times. Diarkibkan daripada yang asal pada 15 July 2024.
  22. "In Gaza, Palestinians hold Ramadan prayers by ruins of mosque". Reuters. 15 March 2024. Diarkibkan daripada yang asal pada 18 August 2024.
  23. Kansara, Reha; Nour, Ahmed (29 January 2024). "Israel-Gaza war: Counting the destruction of religious sites". BBC News. Diarkibkan daripada yang asal pada 14 August 2024.
  24. Saber, Indlieb Farazi (14 January 2024). "A 'cultural genocide': Which of Gaza's heritage sites have been destroyed?". Al Jazeera. Diarkibkan daripada yang asal pada 13 August 2024.
  25. Schwarz, Franziska (16 August 2024). ""Düsterer Meilenstein": UN benennt Zahl der täglichen Toten im Gazastreifen" ["Gloomy milestone": UN names number of daily deaths in the Gaza Strip]. Frankfurter Rundschau (dalam bahasa Jerman). Diarkibkan daripada yang asal pada 23 August 2024. Dicapai pada 19 August 2024.
  26. 1 2 Tantesh, Malak A.; Graham-Harrison, Emma (15 August 2024). "Gaza rubble likely to conceal untold horrors to swell 40,000 death toll". The Guardian. Diarkibkan daripada yang asal pada 22 August 2024. Dicapai pada 19 August 2024.
  27. Spagat, Mike (28 May 2024). "Gaza Ministry of Health releases detailed new casualty data amidst confusion of UN's death numbers in Gaza". Action On Armed Violence (dalam bahasa Inggeris). Diarkibkan daripada yang asal pada 10 July 2024. Dicapai pada 10 July 2024.
  28. Graham-Harrison, Emma (25 February 2024). "Gaza death toll set to pass 30,000, as Israel prepares assault on Rafah". The Guardian. Diarkibkan daripada yang asal pada 27 February 2024.
  29. "Journalist casualties in the Israel-Gaza war". Committee to Protect Journalists (dalam bahasa Inggeris). 22 June 2024. Diarkibkan daripada yang asal pada 9 July 2024. Dicapai pada 22 June 2024.
  30. Buschek, Christo; Christoph, Maria; Kalisch, Muriel; Kollig, Dajana; Obermaier, Frederik; Retter, Maria (25 June 2024). "(S+) The Gaza Project: Sie berichten aus der Todeszone – viele kostet das ihr Leben" [(S+) The Gaza Project: They report from the death zone – many lose their lives]. Der Spiegel (dalam bahasa Jerman). ISSN 2195-1349. Diarkibkan daripada yang asal pada 26 July 2024. Dicapai pada 19 August 2024.
  31. "Gaza war 'most dangerous ever' for journalists, says rights group". Reuters. 21 December 2023. Diarkibkan daripada yang asal pada 22 December 2023.
  32. Massoud, Bassam; Fick, Maggie (23 December 2023). "Gaza death toll: why counting the dead has become a daily struggle". Reuters. Diarkibkan daripada yang asal pada 14 January 2024.
  33. Application Instituting Proceedings (PDF), Application of Convention on Prevention and Punishment of Crime of Genocide (S. Afr. v. Isr.), No. 192 (ICJ 29 December 2023), archived from the original on 5 January 2024.
  34. Donoghue 2024, 5:10 ("The court decided that the Palestinians had a plausible right to be protected from genocide, and that South Africa had the right to present that claim in the court."); Order, S. Afr.
  35. Order, S. Afr.
  36. Simon, Scott; Peralta, Eyder (27 January 2024). "ICJ finds genocide case against Israel 'plausible', orders it to stop violations". NPR. Diarkibkan daripada yang asal pada 28 January 2024. Dicapai pada 28 January 2024.
  37. 1 2 Casciani, Dominic (16 May 2024). "Israel-Gaza: What did the ICJ ruling really say?". BBC (dalam bahasa Inggeris). Diarkibkan daripada yang asal pada 17 May 2024. Dicapai pada 17 May 2024.
  38. Casciani, Dominic (28 May 2024). "Israel-Gaza: What does ICJ ruling on Israel's Rafah offensive mean?". BBC News. Diarkibkan daripada yang asal pada 29 May 2024.
  39. Marsi, Federica; Siddiqui, Usaid; Motamedi, Maziar (28 March 2024). "ICJ orders Israel to stop preventing 'delivery of urgently needed' aid". Al Jazeera. Diarkibkan daripada yang asal pada 2 April 2024. Dicapai pada 2 April 2024.
  40. McKernan, Bethan (26 January 2024). "Israeli officials accuse international court of justice of antisemitic bias". The Guardian. Diarkibkan daripada yang asal pada 27 February 2024.
  41. "'Not only false, it's outrageous': Netanyahu rejects Gaza genocide charges". NBC News. 26 January 2024. Diarkibkan daripada yang asal pada 30 January 2024. Dicapai pada 28 January 2024.