Hadi Susilo

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search

Hadi Susilo @ Adib merupakan rakan pembantu kepada Noordin Mohd Top, suspek pengganas di Jakarta. Noordin , Hadi Susilo dan lain-lain berjaya diperangkap dan ditembak mati di Mojosongo, Jebres. Susilo menyewa rumah di Kampung Kepuh sari RT 03 RW 11, Kelurahan Mojo Songo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta sebagai tempat persembunyian Noordin M Top.

Biodata[sunting | sunting sumber]

Maklumat menunjukkan Hadi Susilo seorang pendiam, baik, dan suka bergaul dengan warga di Kagokan. Hadi Susilo lahir dan menetap di Kampung Kagokan .Dia suka bermain bola sepak bersama teman-teman.

Setelah lulus SMP di Solo, Susilo melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren Al Kahfi di Mojosongo sekitar tahun 2002. Selama belajar di pesantren itu, Susilo jarang pulang ke rumah orangtuanya di Kagokan. Rakan-rakan menyatakan Susilo seorang yang pintar. Buku laporan pendidikan lulusan SD nilai rata-rata 7,7 belaka.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Isterinya Putri Munawaroh, turut cedera ditembak di paha kiri. Putri Munawaroh sedang sarat mengandung 22 minggu ketika di tembak. Kini dirawat di Hospital Polis Kramat Jati, Jakarta.

Bapa Hadi SUsilo ialah Suparno Hadi Prayitno (56), warga RT 2 RW 11, Kagokan, Pajang, Laweyan, Solo, Jawa Barat, Indonesia. Bapanya mendapat berita pembunuhan anaknya melalui siaran wayang kulit di radio. Bapanya dibawa ke Pondok Pesantren Al Kahfi di Mojosongo. Pekerjaan Suparno ialah pembawa beca dan dia dipindahkan dari Sidoharjo, Sragen.[1]

Mati ditembak[sunting | sunting sumber]

Antara yang turut ditembak mati pada 17 September 2009 itu ialah Noordin Mohd Top, Bagus Budi Pranoto @ Urwah, Hadi Susilo, dan Ario Sudarso @ Aji. Hadi Susilo dikebumikan di Pajang, Laweyan, Solo.

jenazah Urwah akan dimakamkan di pemakaman Bulu, Kudus, Jawa Tengah, yang berjarak 50 meter dari rumah orangtua Urwah. Sementara jenazah Aji akan dimakamkan di pemakaman Dukuh Kedungjampang, Desa Karangreja, Kutasari Purbalingga.[2]

Sebelum ini, Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono merupakan teroris yang dibunuh oleh pasukan Densus 88 di Jatiasih, Bekasi. Keduanya dimakamkan di Sragen.[3]

Rujukan[sunting | sunting sumber]