Kerajaan Hungary

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search
Kerajaan Beraja Hungary

Magyar Királyság
Regnum Hungariae
Königreich Ungarn
1001—1918

1920—1946
Flag of Hungary
{{{coat_alt}}}
Flag (1867-1918) Coat of arms
Cogan kata: Regnum Mariae Patrona Hungariae
Lagu kebangsaan: Himnusz
Lagu kerajaan
Gott erhalte Franz den Kaiser
Kerajaan Hungary semasa menjadi sebahagian Empayar Austria-Hungary , ditunjukkan dalam warna hijau muda.
Kerajaan Hungary semasa menjadi sebahagian Empayar Austria-Hungary , ditunjukkan dalam warna hijau muda.
Ibu kotaEsztergom;
Fehérvár;
Buda;
Pozsony (moden  Bratislava);
Debrecen;
Budapest
Bahasa lazimBahasa rasmi:
Latin
(1000–1784; 1790–1844)
Jerman
(1784–1790; 1849–1867)
Hongaria
(1836–1849; 1867–)
Bahasa lainnya:
Romania, Slovakia, Croatia, Slovenia, Serbia, Itali, Ruthenia
Agama
Katolik Rom,[1] Calvinisme, Lutheranisme, Ortodoks Timur, Katolik Timur, Unitarianisme, Yudaisme
PemerintahanMonarki
Beraja 
• 1001-1038
Stephen I dari Hungary
• 1916-1918
Charles I dari Austria
• 1920–1944
Putera Mahkota Miklós Horthy
Perdana Menteri 
• 1848
Lajos Batthyány
• 1945–1946
Zoltán Tildy
PerundanganDiet (bermula pada tahun 1290-an)
Kerabat Magnates
(1867–1918; 1926–1945)
Dewan Perwakilan
(1867–1918; 1927–1945)
Sejarah 
1001
• Penghapusan monarki
Penghapusan monarki
Keluasan
1910[2]325,411 km2 (125,642 bt2)
1930[3]93,073 km2 (35,936 bt2)
1941[4]172,149 km2 (66,467 bt2)
Populasi
• 1711[2]
3000000
• 1790[2]
8000000
• 1910[2]
20886487
• 1930[3]
8688319
• 1941[4]
14669100
Mata wangFlorentinus (1325)
Thaler
Florin (1754–1867)
Forint (1867–1892)
Korona (1892–1918)
Korona (1919–1926)
Pengő (1927–1946)
Adópengő (1946)
Didahului oleh
Diganti oleh
Keputeraan Hungary
Republik Demokratik Hungary
Republik Demokratik Hungary
Republik Hungary Kedua

Kerajaan Beraja Hungary (diringkaskan: Hungary) merupakan negara di Eropah Tengah yang wujud dari tahun 1001 sehingga 1918, lalu dari 1919 sehingga 1946 yang diganggu dengan beberapa tempoh anarkisme atau perubahan bentuk pemerintahan.


Asal mula[sunting | sunting sumber]

Bangsa Hungary memimpin Wangsa Árpád menetap di lembah sungai Karpathia pada tahun 895 dan mendirikan Kepangeranan Hungary (896–1000).[5] Bangsa Hungary memimpin beberapa serangan ke Eropah Barat yang sukses, sampai mereka dihentikan oleh Otto I, Maharaja Romawi Suci di dalam Pertempuran Lechfeld (955).

Ibu kota[sunting | sunting sumber]

Kerajaan ini mempunyai seberapa banyak kota yang menjadi pusat kerajaan sepanjang utuhnya negara ini:

Nama Tempoh
Székesfehérvár 1000–1543
Esztergom 1000–1256
Buda 1256–1315
Temesvár 1315–1323
Visegrád 1323–1408
Buda 1408–1485
Wina 1485–1490
Buda 1490–1536
Pozsony 1536–1784
Buda 1784–1849
Debrecen 1849
Buda 1849–1873
Budapest 1873–1944
Debrecen 1944
Budapest 1944–1946

Abad Pertengahan[sunting | sunting sumber]

Abad Pertengahan Tinggi[sunting | sunting sumber]

jmpl|Raja István I dari Hungary

Kepangeranan tersebut digantikan oleh Kerajaan Kristen Hungary dengan penobatan Santo Stefanus I (putera Géza dari Hungary. Awalnya dipanggil Vajk sampai dibaptis) di Esztergom pada hari Natal tahun 1000. Raja-raja pertama kerajaan dari Wangsa Árpád. Baginda berperang melawan Koppány dan pada tahun 998, dengan bantuan Bayern dan mengalahkannya di dekat Veszprém. Gereja Katolik mendapat dukungan kuat dari István I, yang dengan bangsa Hungary Kristen dan para ksatria Jerman menginginkan sebuah kerajaan Kristen didirikan di Eropah Tengah. István I dari Hungary dikanonisasikan sebagai Santo Katolik pada tahun 1083 dan santo Ortodoks pada tahun 2000.

Setelah kematiannya, masa pemberontakan dan konflik untuk supremasi terjadi di antara royalti dan bangsawan. Pada tahun 1051 tentara Kekaisaran Romawi Suci mencoba untuk menaklukkan Hungary, namun mereka dikalahkan di Vértes. Tentara Kekaisaran Romawi Suci terus mengalami kerugian; pertempuran terbesar kedua terjadi di kota yang sekarang disebut Bratislava, pada tahun 1052. Sebelum tahun 1052 Peter Orseolo, seorang pendukung Kekaisaran Romawi Suci, digulingkan oleh raja Aba Sámuel.[6][7]

jmpl|kiri|Mahkota Suci Hungary bersama dengan regalia lainnya jmpl|kiri|Hungary (termasuk Croatia) pada tahun 1190, di dalam pemerintahan Béla III

Periode pemberontakan ini berakhir di masa pemerintahan Béla I. Penulis kronik Hungary memuji Béla I untuk memperkenalkan kurs baru, seperti denarius perak, dan untuk kebajikannya kepada bekas pengikut keponakannya, Salamon. Raja Hungary terbesar kedua yang juga berasal dari Wangsa Árpád adalah László I dari Hungary, yang stabil dan menguatkan kerajaan. Baginda juga dikanonisasikan sebagai santo. Di bawah pemerintahannya bangsa Hungary berhasil berjuang melawan bangsa Cuman dan menaklukkan Croatia pada tahun 1091, karena krisis dinastik di Croatia, baginda berhasil merebut kekuasaan dengan cepat di kerajaan itu, baginda juga merupakan seorang penuntut takhta karena fakta bahawa saudarinya menikah dengan mendiang raja Croatia, Zvonimir yang meninggal tanpa keturunan.

Namun kepemimpinan atas seluruh Croatia tidak akan tercapai sampai masa pemerintahan penggantinya, Koloman. Dengan penobatan Raja Salamon sebagai "Raja Croatia dan Dalmatia" di Biograd pada tahun 1102, kedua kerajaan Croatia dan Hungary disatukan di bawah satu mahkota.[8][9] Meskipun istilah yang tepat dari hubungan ini menjadi masalah sengketa pada abad ke-19, diyakini bahawa Koloman menciptakan semacam persatuan pribadi di antara dua kerajaan. Sifat hubungan itu bervariasi seiring dengan waktu, Croatia mempertahankan tingkat internal otonomi besar keseluruhan, sedangkan kekuatan nyata terletak di tangan bangsawan lokal.[10] Historiografi Croatia modern dan Hungary sebagian besar menyaksikan hubungan di antara Kerajaan Croatia (1102–1526) dan Kerajaan Hungary dari tahun 1102 sebagai sebuah bentuk dari Uni personal, di antara lain bahawa mereka terhubung oleh seorang raja umum.[11] Juga salah satu ahli hukum dan negarawan Hungary pada abad ke-16, István Werbőczy di dalam karyanya Tripartitum memperlakukan Croatia sebagai kerajaan yang terpisah dari Hungary.

Pada tahun 1222 András II dari Hungary mengeluarkan Bulla Emas yang meletakkan prinsip-prinsip hukum.

Serangan Mongol[sunting | sunting sumber]

[[Berkas:IV László és Rudolf.jpg|jmpl|upright=1.3|Pertemuan László IV dan Rudolf I di dalam Pertempuran Marchfeld, yang dilukis oleh Mór Than (1873)]]

Pada tahun 1241, Hungary diserang oleh Mongol dan sementara itu tampaknya pertempuran kecil pertama dengan pelopor probe Subutai berakhir dengan kemenangan Hungary, suku Mongol akhirnya menghancurkan pasukan gabungan Hungary dan Cuman di Pertempuran Muhi. Pada tahun 1242, setelah berakhirnya serangan Mongol, sejumlah benteng untuk menghalangi serangan yang didirikan oleh Béla IV dari Hungary. Dengan gembira bangsa Hungary mengakuinya sebagai "Pendiri kedua Tanah Air", dan Kerajaan Hungary sekali lagi menjadi sebuah kekuatan yang cukup besar di Eropah. Pada tahun 1260 Béla IV dari Hungary kehilangan suksesi Perang Babenberg, tentaranya dikalahkan di Pertempuran Kressenbrunn dengan menyatukan tentara Czech. Namun pada tahun 1278 László IV dari Hungary dan pasukan Austria sepenuhnya menghancurkan tentara Czech di Pertempuran Marchfeld.

Akhir Abad Pertengahan[sunting | sunting sumber]

Wangsa Árpád punah pada tahun 1301 dengan kematian András III. Selanjutnya Hungary diperintah oleh Angevin sampai akhir abad ke-14, dan kemudian oleh beberapa pemimpin non-dinastik, terutama Sigismund, Maharaja Romawi Suci dan Hunyadi Mátyás - sampai awal abad ke-16.

[[Berkas:Chronicon Pictum I Karoly Robert.jpg|jmpl|upright=0.8|Raja Károly I]] jmpl|ka|Divisi administrasi pada abad pertengahan Hungary

Zaman Anjou[sunting | sunting sumber]

Ketika pendahulu András III, László IV, dibunuh pada tahun 1290, bangsawan lainnya digelari sebagai Raja Hungary: Martell Károly. Martell Károly adalah putera Raja Carlo II dari Napoli dan Mária dari Hungary, saudari László IV. Namun András III mengambil takhta untuk dirinya sendiri dan memerintah tanpa gangguan setelah kematian Martell Károly pada tahun 1295.

Setelah mangkatnya András pada tahun 1301, takhta dituntut oleh putera Martell Károly, Károly Róbert. Setelah periode ketidakstabilan, baginda akhirnya dinobatkan sebagai Raja Károly I pada tahun 1310. Baginda menerapkan reformasi ekonomi yang cukup besar, dan mengalahkan kaum bangsawan yang tersisa yang bertentangan dengan aturan kerajaan, yang dipimpin oleh Csák Máté III. Kerajaan Hungary mencapai zaman kemakmuran dan stabilitas di bawah Károly I. Tambang emas Kerajaan bekerja secara luas dan Hungary menjadi terkemuka di produksi emas Eropah dengan pesat. Forint diperkenalkan sebagai kurs menggantikan dinar, dan segera setelah reformasi Károly dilaksanakan, perekonomian Kerajaan mulai makmur lagi, jatuh ke dalam bahaya setelah serangan Mongol.

Károly menyembah kultus Santo László I, menggunakannya sebagai simbol keberanian, keadilan dan kesucian. Bgaindajuga menghormati mamandanya, Santo Louis. Di sisi lain, baginda mementingkan kelompok pengikut puteri-puteri Santa Erzsébet dan Santa Margit yang menambahkan kerelevanan salasilah garis keturunan perempuan.[12]

Károly memulihkan kekuasaan raja yang telah jatuh ke tangan bangsawan-bangsawan feodal, dan kemudian membuat bangsawan-bangsawan itu bersumpah setia kepadanya. Untuk itu, pada tahun 1326 baginda mendirikan Ordo Santo György, yang merupakan sekuler pertama Ordo Ksatria di dunia, dan termasuk para bangsawan Kerajaan yang terpenting.

jmpl|upright=0.8|Lajos I dari Hungary di Lapangan Pahlawan, Budapest

Károly menikah empat kali. Istri keempatnya adalah Elżbieta, puteri Władysław I. Ketika Károly meninggal pada tahun 1342, putera sulungnya dengan Elżbieta menggantikannya sebagai Lajos I. Pada tahun-tahun pertama pemerintahannya, Lajos diawasi ketat oleh ibundanya, menjadikannya salah satu tokoh yang paling berpengaruh di Kerajaan.

Károly mengatur pernikahan putera keduanya, András, dengan sepupunya Giovanna I, cucu perempuan Raja Roberto, pada tahun 1332. Roberto meninggal pada tahun 1343, mewariskan kerajaannya untuk Giovanna namun tidak mengikutsertakan tuntutan András. Pada tahun 1345, sekelompok konspirator bangsawan Neapolitan membunuh András di Aversa. Tak lama kemudian, Lajos mengumumkan perang atas Napoli, melakukan kampanye pertama pada tahun 1347–1348 dan yang kedua pada tahun 1350. Baginda akhirnya menandatangani perdamaian dengan Giovanna pada tahun 1352. Lajos juga mengumumkan peperangan melawan Kekaisaran Serbia dan Angkatan Kencana memulihkan otoritas penguasa Hungary atas wilayah di sepanjang perbatasan yang hilang pada dekade sebelumnya.

Pada tahun 1370 mamanda Lajos, Kazimierz yang Agung, meninggal tanpa keturunan. Lajos menggantikannya, sehingga membentuk Persatuan Hungary dan Poland yang pertama. Ini berlangsung sampai tahun 1382, ketika Lajos sendiri meninggal tanpa sebarang keturunan leaki; kedua-dua puterinya, Mária dan Hedvig, kemudian naik takhta Hungary dan Poland berturut-turut sebagai ratu di kedua-dua kerajaan ini.

Zaman Sigismund[sunting | sunting sumber]

jmpl|upright=0.8|Sigismund, Maharaja Romawi Suci

Lajos I dari Hungary selalu berhubungan baik dan dekat dengan Maharaja Romawi Suci Karl IV dari Luxembourg dan akhirnya mengumumkan putera Karl Sigismund dari Luxembourg untuk menggantikannya sebagai Raja Hungary. Sigismund menjadi seorang raja yang terkenal yang membuat banyak kemajuan di dalam sistem hukum Hungary dan yang membangun istana-istana Buda dan Visegrád. Baginda membawa bahan-bahan dari Austria dan Bohemia dan memerintahkan penciptaan bangunan termewah di seluruh Eropah Tengah. Di dalam hukum-hukumnya dapat dilihat jejak awal merkantilisme. Baginda bekerja keras untuk menjaga kaum bangsawan di bawah kekuasannnya. Sebagian besar pemerintahannya didedikasikan untuk bertarung dengan Kesultanan Uthmaniyah, yang mulai memperluas pengaruhnya ke Eropah. Pada tahun 1396 memerangi Pertempuran Nikopolis melawan bangsa Uthmaniyah, yang mengakibatkan kekalahan pasukan Perancis-Hungary yang dipimpin oleh Sigismund dan Philippe dari Artois. Namun Sigismund berhasil menekan pasukan Uthmaniyah di luar Kerajaan selama sisa hidupnya.

Jatuhnya nama Sigismund dalam kalangan bangsawan Hungary segera menjadi beliau korban dari upaya melawan pemerintahannya, dan Ladislao dari Anjou-Durazzo (putera Raja Napoli yang terbunuh, Károly II dari Hungary) yang dipanggil dan dinobatkan. Karena upacara tidak dilaksanakan dengan Mahkota Suci Hungary, dan di dalam kota Székesfehérvár, hal tersebut dianggap tidak sah. Ladislao hanya tinggal beberapa hari di wilayah Hungary dan segera pergi, yang tidak nyaman lagi bagi Sigismund. Pada tahun 1408 baginda mendirikan Ordo Naga, yang termasuk sebagian monarki yang relevan dan bangsawan di wilayah Eropah pada waktu itu. Hal ini hanya merupakan langkah pertama untuk apa yang akan terjadi. Pada tahun 1410 baginda dilantik sebagai Raja Romawi, yang menjadikannya raja tertinggi atas wilayah-wilayah Jerman. Baginda harus berurusan dengan pergerakan Husité, kelompok reformis agama yang lahir di Bohemia, dan baginda memimpin Konsili Konstanz, dimana pendiri teologis Jan Hus diadili. Pada tahun 1419 Sigismund menjadi ahli waris Wilayah Mahkota Bohemia setelah kematian saudaranya Wenceslaus dari Luxembourg, yang mendapatkan kendali resmi tiga negara abad pertengahan, namun baginda berjuang untuk mengendalikan Bohemia sampai perjanjian damai dengan Hussite dan penobatannya pada tahun 1436. Pada tahun 1433 dinobatkan sebagai Maharaja Romawi Suci oleh Paus dan memerintah sampai kematiannya pada tahun 1437, meninggalkan seorang ahli waris tunggal, putrinya Elisabeth dan suaminya. Pernikahan Elizabeth diatur dengan Adipati Albrecht V dari Austria, yang kemudian dinobatkan sebagai Raja Albrecht dari Hungary pada tahun 1437.

[[Berkas:Map of Hungary in 1490.png|jmpl|kiri|upright=1.2|Penaklukkan di Barat oleh Hunyadi Mátyás]] [[Berkas:Matthias Corvinus.jpg|jmpl|upright=0.8|Hunyadi Mátyás seperti yang digambarkan di dalam Chronica Hungarorum oleh Johannes de Thurocz]]

Wangsa Hunyadi [sunting | sunting sumber]

Zaman keemasan kerajaan Hungary terjadi di masa pemerintahan Hunyadi Mátyás (1458–90), putera Hunyadi János. Julukannya adalah "Mátyás yang Adil". Baginda lebih meningkatkan ekonomi dan mempraktikkan diplomasi yang cakap di dalam tempat aksi militer dimana saja dan kapan saja. Mátyás melakukan kampanye apabila diperlukan. Dari tahun 1485 sampai kematiannya, baginda menduduki Wina, yang bertujuan untuk membatasi pengaruh dan campur tangan Kekaisaran Romawi di dalam urusan-urusan Hungary.

Mátyás meninggal tanpa keturunan, dan kemudian digantikan oleh Ulászló II Jagiellon (1490–1516), putera Kazimierz IV dari Poland. Sebaliknya, Ulászló digantikan oleh putranya Lajos II (1516–26).

Pada awal perambahan Uthmaniyah, bangsa Hungary berhasil menahan penaklukkan. the Hungarians successfully resisted conquest. Hunyadi János adalah pemimpin Perang Salib Varna, dimana Hungary mencoba mengusir bangsa Turki dari Balkan. Awalnya mereka berhasil namun akhirnya mereka harus mundur.

Pada tahun 1456, Hunyadi János mengalahkan bangsa Uthmaniyah dengan telak di Pengepungan Beograd. Bel Tengah Hari kemudian menjadi tradisi yang memperingati prajurit Kristen yang gugur dalam pertempuran tersebut. Pada abad ke-15, Tentera Hitam Hungary dibentuk dengan sistem yang mirip tentara upahan modern dengan pasukan Hussar yang paling terampil di Kavaleri Hungary. Pada tahun 1479, di bawah kepemimpinan Pál Kinizsi, pasukan Hungary menghancurkan pasukan Uthmaniyah dan Wallachia di Pertempuran Breadfield. Pasukan Hungary menghancurkan musuh-musuhnya hampir di sepanjang masa pemerintahan Mátyás sebagai raja.

Pada tahun 1526, di dalam Pertempuran Mohács, tentara Uthmaniyah dipimpinan Suleiman I memusnahkan tentara Hungary. Lajos II tenggelam di muara Sungai Csele ketika cuba melarikan diri. Pemimpin pasukan baginda, Pál Tomori, juga tewas di medan perang.

Awal sejarah modern[sunting | sunting sumber]

Pembahagian kerajaan[sunting | sunting sumber]

Karena kekalahan serius yang disebabkan oleh Uthmaniyah (Pertempuran Mohács) otoritas pusat runtuh. Penguasa mayoritas elit Hungary memilih János Szapolyai (10 November 1526). Sebuah minoritas kecil dari kaum bangsawan memihak kepada Ferdinand I, Maharaja Romawi Suci, yang merupakan Adipati Agung di Austria, dan berhubungan dengan Lojas melalui pernikahan. Karena perjanjian sebelumnya bahawa Habsburg akan mengambil takhta Hungary jika Lojas meninggal tanpa keturunan, Ferdinand dinobatkan sebagai raja oleh parlemen pada bulan Desember 1526.

Meskipun perbatasan sering bergeser di dalam periode ini, tiga bagian kurang lebih dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

  • Kerajaan Hungary yang terdiri dari wilayah utara dan barat di mana Ferdinand I diakui sebagai raja Hungary. Bagian ini dpandang sebagai definisi kelanjutan Kerajaan Hungary. Wilayah bersama dengan Hungary Uthmaniyah sangat menderita dari perang seringkali terjadi.
  • Hungary Uthmaniyah Alföld (contohnya yang skearang Hungary, termasuk timur-selatan Transdanubia dan Banat), sebagian tanpa timur-utara yang sekarang Hungary.
  • Kerajaan Hungary Timur di bawah Wangsa Zápolya. Perlu dicatat bahawa wilayah ini, sering dikuasai oleh pihak Uthmaniyah, yang berbeda dari Transilvania dan termasuk berbagai wilayah lain yang kadang-kadang disebut sebagai Partium. Kemudian wilayah tersebut disebut Kepangeranan Transilvania.

jmpl|upright=1.6|Pertempuran Buda (1686): Hungary dan Liga Suci (1684) menaklukkan Buda.

Pada tanggal 29 Februari 1528, Raja János Zápolya mendapat dukungan dari Sultan Uthmaniyah. Konflik tiga sisi terjadi karena Ferdinand pindah untuk menegaskan kekuasaannya atas Kerajaan Hungary sedapat mungkin. Pada tahun 1529 kerajaan dibahagi menjadi iaitu Hungary Habsburg dan "Kerajaan Hungary Timur". Pada saat ini tidak ada serangan Uthmaniyah di wilayah Hungary, kecuali istana-istana Srem. Pada tahun 1532, Miklós Jurisics membela Kőszeg dan menghentikan tentara Uthmaniyah yang kuat. Pada tahun 1541, Buda menandai pembagian lebih lanjut dari Hungary ke dalam tiga wilayah. Negara ini tetap dibagi sampai akhir abad ke-17.

Di dalam abad-abad berikutnya terdapat berbagai upaya untuk mendorong kembali pasukan Kesultanan Uthmaniyah, seperti Perang panjang atau Perang 13 Tahun (29 Juli 1593 – 1604/11 November 1606) yang dipimpin oleh pasukan Kristian. Pada tahun 1644 kampanye musim dingin oleh Zrínyi Miklós membakar jambatan Suleiman yang penting, Osijek di Slavonia timur, mengganggu jalur suplai di Hungary. Di Pertempuran Saint Gotthard (1664), Austria dan Hungary mengalahkan pasukan Turki.

Setelah pengepungan Uthmaniyah di Austria gagal pada tahun 1683, Habsburg melanjutkan serangan melawan Turki. Pada akhir abad ke-17, mereka berhasil menyerang sisa kerajaan bersejarah Hungary dan Kepangeranan Transilvania. Untuk sementara pada tahun 1686, ibu kota Buda sekali lagi bebas dari Kekaisaran Uthmaniyah, dengan bantuan bangsa Eropah lainnya.

Zaman Kuruc[sunting | sunting sumber]

jmpl|upright=1.2|Perang Kuruc-Labanc [[Berkas:Kingdom of Hungary counties.svg|jmpl|upright=1.2|Provinsi-provinsi Tanah Mahkota Santo Stefanus pada sekitar tahun 1880]]

Peperangan Rákóczi untuk kemerdekaan (1703–1711) merupakan pertarungan kebebasan yang pertama di Hungary melawan pemerintahan Habsburg. Peperangan itu diperjuangkan oleh sekelompok bangsawan, orang-orang kaya dan tokoh-tokoh berpangkat tinggi yang ingin mengakhiri ketimpangan relasi kekuasaan yang dipimpin oleh Francis II Rákóczi (II. Rákóczi Ferenc di dalam bahasa Hungary). Tujuan utamanya adalah untuk melindungi hak-hak perintah sosial yang berbeda, dan untuk menjamin pembangunan ekonomi dan sosial negara. Karena keseimbangan yang merugikan pasukan, situasi politik di Eropah dan konflik dalam negeri menyebabkan perjuangan kemerdekaan akhirnya ditekan, namun berhasil menjaga Hungary dari menjadi bagian integral dari Kekaisaran Habsburg, dan konstitusinya disimpan, meskipun hanya sebagai formalitas.

Setelah kepergian Uthmaniyah, Habsburg mendominasi Kerajaan Hungary. Bangsa Hungary memperbaharui keinginan untuk merdeka yang memicu Pertempuran Rákóczi untuk kemerdekaan. Alasan yang paling penting dari perang tersebut adalah pajak baru yang lebih tinggi dan gerakan Protestan baru. Rákóczi adalah seorang bangsawan Hungary, putera dari pahlawan wanita legendaris Zrínyi Ilona. Baginda menghabiskan sebagian dari masa mudanya di penangkaran Austria. Kuruc adalah pasukan Rákóczi. Awalnya, tentara Kuruc mencapai beberapa kemenangan penting disebabkan oleh kavaleri ringan mereka yang unggul. Senjata mereka kebanyak pistol-pistol, pedang ringan dan Fokos. Pada Pertempuran Szentgotthárd (1705), János Bottyán dengan telak mengalahkan pasukan Austria. Kolonel Hungary, Balogh Ádám nyaris menangkap Joseph I, Raja Hungary dan Maharaja Austria.

Pada tahun 1708, Habsburg akhirnya mengalahkan pasukan utama Hungary di Pertempuran Trencsén, dan ini mengurangi efektivitas lebih lanjut dari pasukan Kuruc. Ketika bangsa Hungary kelelahan berperang, Austria mengalahkan pasukan Perancis di dalam Perang Penerus Spanyol. Mereka dapat mengirim lebih banyak pasukan ke Hungary melawan pemberontakan. Transilvania menjadi bagian dari Hungary lagi mulai dari akhir abad ke-17, dan dipimpin oleh gubernur.[13][14]

jmpl|upright=1.2|Distribusi bangsa Hungary di dalam Kerajaan Hungary dan Kerajaan Croatia-Slavonia (1890) jmpl|upright=1.2|Peta etnografi Hungary tanpa Croatia dan Slavonia (1910). Populasi area di bawah 20 orang/km2 diwakili di wilayah terdekat di atas tingkat itu, dan wilayah dibiarkan kosong.

Era pencerahan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1711, Maharaja Austria Karl VI menjadi pemimpin berikutnya di Hungary. Sepanjang abad ke-18, Kerajaan Hungary memiliki parlemen dan konstitusinya sendiri, namun merupakan anggota Konsili Gubernur (Helytartótanács, kantor palatin) yang ditunjuk oleh monarki Habsburg, dan lembaga ekonomi superior, Kamar Hungary, yang disubordinasikan langsung ke Kamar Istana di Wina. Reformasi bahasa Hungary dimulai di bawah pemerintahan Joseph II. Usia reformasi Hungary dimulai oleh István Széchenyi seorang bangsawan Hungary, yang membangun salah satu jembatan terhebat di Hungary, Jembatan Rantai Széchenyi. Bahasa resmi tetap Latin sampai dengan tahun 1844. Kemudian pada sekitar tahun 1844 dan 1849, dan dari tahun 1867, Hungary menjadi bahasa resmi.

Revolusi Hungary 1848[sunting | sunting sumber]

Rencana utama: Revolusi Hungary 1848

Revolusi Eropah yang terjadi pada tahun 1848 juga menyapu Hungary. Revolusi Hungary tahun 1848 berusaha untuk memperbaiki keinginan lama ditekan untuk perubahan politik, yaitu kemerdekaan. Pengawal Nasional Hungary dibuat oleh patriot muda pada tahun 1848. Di dalam literatur, yang terbaik yang pernah diungkapkan oleh penyair terbesar dari revolusi, Petőfi Sándor.

Ketika perang pecah dengan Austria, militer Hungary berhasil, yang termasuk kampanye jenderal Hungary, Görgei Artúr, yang mendesak defensif bangsa Austria. Salah satu pertempuran yang paling terkenal dari revolusi tersebut, Pertempuran Pákozd, yang terjadi pada tanggal 29 September 1848, ketika tentara revolusioner Hungary yang dipimpin oleh Letnan-Jenderal János Móga mengalahkan pasukan Croatia Josip Jelačić. Karena takut kalah, Austria memohon bantuan Rusia. Pasukan gabungan dari dua kerajaan menumpas revolusi tersebut. Perubahan politik yang diinginkan dari 1848 sekali lagi ditekan sampai Perjanjian Austria-Hungary 1867.

Dalam Austria-Hungary (1867–1918)[sunting | sunting sumber]

Setelah Perjanjian Austria-Hungary 1867, Kekaisaran Habsburg menjadi "dual monarki" Austria-Hungary. Ekonomi Austria-Hungary berubah dramatis selama keberadaan Dual Monarki. Perubahan teknologi mempercepat industrialisasi dan urbanisasi. Cara produksi kapitalis menyebar ke seluruh Kekaisaran selama lima puluh tahun keberadaan dan lembaga usang dari abad pertengahan terus menghilang. Pada awal abad ke-20, sebagian besar Kekaisaran mulai mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat. Pendapatan nasional tumbuh sekitar 1.45% per tahun dari tahun 1870 sampai 1913. Tingkat pertumbuhan itu sangat menguntungkan dibandingkan dengan negara-negara Eropah lainnya seperti Inggris (1.00%), Perancis (1.06%), dan Jerman (1.51%).

Wilayah-wilayah Mahkota Hungary (yang terdiri dari Kerajaan Hungary, dimana Transilvania sepenuhnya dimasukkan, dan Kerajaan Croatia–Slavonia, yang mempertahankan identitas yang berbeda dan otonomi dalam tertentu) yang diberikan status yang sama dengan sisa monarki Habsburg. Masing-masing dari dua negara yang terdiri dari Austria-Hungary melaksanakan kebebasan yang cukup, dengan lembaga-lembaga tertentu, terutama wangsa-wangsa yang memerintah, pertahanan, luar negeri, dan keuangan untuk pengeluaran umum, yang tersisa di bawah pengelolaan bersama. Susunan ini berlangsung sampai tahun 1918, ketika Blok Sentral dikalahkan di dalam Perang Dunia I.

Peralihan pemerintahan - 1918 hingga 1920[sunting | sunting sumber]

Dua Republik singkat[sunting | sunting sumber]

Pasukan Romania memasuki Budapest pada tanggal 6 Agustus, yang mengakhiri Republik Soviet Hungary.

Perjanjian Trianon (1920)[sunting | sunting sumber]

jmpl|upright=1.5|Perjanjian Trianon: Hungary kehilangan 72% dari wilayahnya, akses lautnya, setengah dari 10 kota-kota terbesarnya dan semua tambang logam mulia. 3,425,000 etnis Hungary menemukan diri mereka terpisah dari tanah air mereka.[15][17][16][17]

Perbatasan baru ditetapkan pada tahun 1920 oleh Perjanjian Trianon menyerahkan 72% dari wilayah Kerajaan Hungary ke negara-negara tetangga. Penerimanya adalah Rumania, negara-negara yang baru dibentuk seperti Cekoslowakia, dan Kerajaan Yugoslavia. Area yang dialokasikan ke negara-negara tetangga di dalam total (dan masing-masing secara terpisah) memiliki mayoritas penduduk non-Hungary, tetapi lebih dari 3,3 juta etnis Hungary yang tersisa di luar batas-batas baru Hungary. Banyak pandangan ini bertentangan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Presiden A.S. Woodrow Wilson, Empat Belas Pasal, yang dimaksudkan untuk meghormati susunan etnis wilayah.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ The majority of Hungarian people became Christian in the 10th century. Hungary's first king, Saint Stephen I, took up Western Christianity. Hungary remained solely Catholic until the Reformation took place during the 16th century and, as a result, Lutheranism and then, soon afterwards, Calvinisme started to spread.
  2. ^ a b c Historical World Atlas. With the commendation of the Royal Geographical Society. Carthographia, Budapest, Hungary, 2005. ISBN 963-352-002-9CM
  3. ^ Kollega Tarsoly, István, penyunting (1996). Magyarország. Révai nagy lexikona (dalam bahasa Hungarian). Budapest: Hasonmás Kiadó. m/s. 572. ISBN 963-9015-02-4. 
  4. ^ Élesztős László; dll., para penyunting (2004). Magyarország. Révai új lexikona (dalam bahasa Hungarian). Budapest: Hasonmás Kiadó. m/s. 882, 895. ISBN 963-9556-13-0. 
  5. ^ Acta orientalia Academiae Scientiarum Hungaricae, Volume 36 Magyar Tudományos Akadémia (Hungarian Academy of Sciences), 1982, p. 419
  6. ^ Aba Sámuel
  7. ^ [1] Diarkibkan 6 Disember 2007 di Wayback Machine
  8. ^ Larousse online encyclopedia, Histoire de la Croatie: (Perancis)
  9. ^ Croatia (History). Britannica. 
  10. ^ John Van Antwerp Fine: The Early Medieval Balkans: A Critical Survey from the Sixth to the Late Twelfth Century, 1991, p. 288
  11. ^ Barna Mezey: Magyar alkotmánytörténet, Budapest, 1995, p. 66
  12. ^ A szentek élete I. (szerk. Dr. Diós István), Szent István Társulat, 1984.
  13. ^ Transylvania (region, Romania) - Encyclopedia Britannica
  14. ^ Grand Principality of Transylvania definition of Grand Principality of Transylvania in the Free Online Encyclopedia
  15. ^ Francis Tapon: The Hidden Europe: What Eastern Europeans Can Teach Us, Thomson Press India, 2012
  16. ^ Molnar, A Concise History of Hungary, p. 262
  17. ^ Richard C. Frucht, Eastern Europe: An Introduction to the People, Lands, and Culture p. 359-360M1

Bacaan lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Engel, Pál. The Realm of St Stephen: A History of Medieval Hungary, 895-1526. (2001).
  • Frucht, Richard. Encyclopedia of Eastern Europe: From the Congress of Vienna to the Fall of Communism (2000) online edition
  • Hoensch, Jörg K., and Kim Traynor. A History of Modern Hungary, 1867–1994 (1996) online edition
  • Hanak, Peter et al. A History of Hungary (1994)
  • Kontler, Laszlo. A History of Hungary (2006) excerpt and text search
  • Molnár, Miklós, and Anna Magyar. A Concise History of Hungary (2001) excerpt and text search
  • Palffy, Geza. The Kingdom of Hungary and the Habsburg Monarchy in the Sixteenth Century (East European Monographs, distributed by Columbia University Press, 2010) 406 pages; Covers the period after the battle of Mohacs in 1526 when the Kingdom of Hungary was partitioned in three, with one segment going to the Habsburgs.


Pautan luar[sunting | sunting sumber]