Orang Indo-Eropah Purba
Penampilan
Kajian arkeologi, genetik dan linguistik perbandingan mendapati bahawa bahasa Indo-Eropah Purba akar bahasa-bahasa Latin, Yunani sampai Sanskrit serumpun boleh digalur balik kepada suatu kelompok prasejarah hipotetis di Eurasia membentang dari Bulgaria timur laut dan Rumania tenggara, melintasi Moldova, dan Ukraina selatan dan timur, melintasi Kaukasus Utara di Rusia selatan, dan sampai ke daerah hilir sungai Volga di Kazakhstan barat yang berkemungkinan hidup selama hujung Zaman Neolitik (6400–3500 SM). [1]
Budaya
[sunting | sunting sumber]Kosakata bahasa Indo-Eropah Purba yang berjaya terangka balik dari bahasa-bahasa Indo-Eropah serumpun memberikan petunjuk yang boleh diamati tentang gaya hidup dan persekitaran masyarakat:
- pastoralisme, mencakup sapi, kuda, dan anjing yang didomestikasi[2]
- pertanian dan budidaya bijirin, mencakup teknologi yang umumnya dikaitkan dengan pertanian Neolitik Akhir misalnya bajak[3]
- pengangkutan melalui atau melintasi perairan[2]
- pewujudan teknologi roda yang kukuh[4][2] untuk berkereta mengangkut asas tapi tidak cukup untuk tujuan berperang[5]
- penyembahan suatu dewa langit[3] bernama *Dyḗus Ph2tḗr (har. "bapa langit"; > bahasa Sansakerta Weda Dyáuṣ Pitṛ́, bahasa Yunani Kuno Ζεύς (πατήρ) / Zeus (patēr)), vokatif *dyeu ph2ter (> bahasa Latin Iūpiter, bahasa Iliria Deipaturos)[note 1][6]
- wiracarita lisan atau berlagu yang menggunakan frasa umum seperti "gemilang tak lapuk" (*ḱléwos ń̥dʰgʷʰitom)[7] dan "cakera suria" (*sh₂uens kʷekʷlos).[8]
- sistem kekerabatan belah bapa (yakni mengutamakan bapa, datuk, bapa saudara dan sebagainya)[note 2]
- kepandaian besi[9]
Rujukan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Anthony, David W. (26 July 2010). The horse, the wheel, and language: how Bronze-Age riders from the Eurasian steppes shaped the modern world. Princeton, N.J. ISBN 9781400831104. OCLC 496275617.
- 1 2 3 4 5 Watkins 2000.
- 1 2 The Oxford Companion to Archaeology – Edited by Brian M. Fagan, Oxford University Press, 1996, ISBN 0-19-507618-4, p 347 – J.P. Mallory
- ↑ Hans J.J.G. Holm: The Earliest Wheel Finds, Their Archeology and Indo-European Terminology in Time and Space, and Early Migrations around the Caucasus. Archaeolingua Alapítvány, Budapest, 2019, ISBN 978-615-5766-30-5
- ↑ The Oxford introduction to Proto-Indo-European and the Proto-Indo-European world – J. P. Mallory, Douglas Q. Adams, Oxford University Press, 2006, ISBN 0-19-929668-5, p. 249
- ↑ Barfield, Owen (1967). History in English Words. SteinerBooks. m/s. 89. ISBN 9780940262119.
- ↑ Watkins, Calvert (1995-11-16). How to Kill a Dragon: Aspects of Indo-European Poetics. Oxford University Press. m/s. 173. ISBN 978-0-19-802471-2.
- ↑ Beekes, Robert S. P. (2011). Comparative Indo-European Linguistics: An Introduction. John Benjamins Publishing. m/s. 42. ISBN 978-90-272-1185-9.
- ↑ da Silva, Sara Graça; Tehrani, Jamshid J. (2016). "Comparative phylogenetic analyses uncover the ancient roots of Indo-European folktales". Royal Society Open Science. 3 (1): 150645. Bibcode:2016RSOS....350645D. doi:10.1098/rsos.150645. PMC 4736946. PMID 26909191.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]
Kategori berkaitan Orang Indo-Eropah Purba di Wikimedia Commons- Encyclopedia of Indo-European Culture (1997)
- Indo-European Roots Index di Wayback Machine (diarkibkan 22 Januari 2009) from The American Heritage Dictionary
- Kurgan culture
- Beckwith, Christopher I. (2013). "The Actual Achievements of Early Indo-Europeans, in Accurate Historical Context (2013)". Beckwith, Christopher I. University of California. 4. doi:10.21237/C7clio4119062. S2CID 131553744.
- Genetika
- Ancient DNA and the Indo-European Question
- R1a and R1b as markers of the Proto-Indo-European expansion: a review of ancient DNA evidence Diarkibkan 8 Februari 2017 di Wayback Machine
- ↑ Watkins: "Namun, untuk masyarakat yang berbahasa Indo-Eropa, kita dapat merekonstruksi dengan pasti kata untuk “dewa,” *deiw-os, dan nama dua kata dari dewa utama dari jajaran dewa, *dyeu-pəter- (bahasa Latin Iūpiter, bahasa Yunani Zeus patēr, bahasa Sanskerta Dyauṣ pitar, dan bahasa Luwia, Tatis Tiwaz)."[2]
- ↑ Watkins: "Banyak istilah kekerabatan yang berhasil direkonstruksi. Mereka sepakat dalam memilih masyarakat yang patriarki, patrilokal (pengantin perempuan meninggalkan rumahnya untuk bergabung dengan keluarga suaminya), dan patrilineal (keturunan yang dihitung berdasarkan garis laki-laki). “Bapak” dan “kepala rumah tangga” adalah hal yang sama: pǝter-, bersama pasangannya, māter-."[2]
<ref> wujud untuk kumpulan bernama "note", tetapi tiada tag <references group="note"/> yang berpadanan disertakan