Partai Demokrat

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search
Rencana ini ialah mengenai partai Demokrat di Indonesia. Untuk partai Demokrat di luar negeri, sila lihat Daftar Partai Demokrat.

Partai Demokrat adalah sebuah party politik di Indonesia. Party ini didirikan pada 9 September 2001 dan disahkan pada 27 Agustus 2003. Pendirian partai ini erat kaitannya dengan niat untuk membawa Susilo Bambang Yudhoyono, yang kala itu menjadi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan di bawah Presiden Megawati, menjadi presiden. Karena hal inilah, Partai Demokrat terkait kuat dengan figur Yudhoyono.

Pada Kongres IV Partai Demokrat yang diadakan di Hotel Shangri-La, Surabaya, 12 Mei 2015, Susilo Bambang Yudhoyono kembali terpilih menjadi Ketua Umum untuk periode 2015–2020.[1]

Perolehan suara[sunting | sunting sumber]

Kerusi parlimen 2004[sunting | sunting sumber]

Partai ini pertama kali mengikuti pemilihan umum pada tahun 2004 dan meraih suara sebanyak 7,45% (8.455.225) dari total suara dan mendapatkan kursi sebanyak 57 di DPR. Dengan perolehan tersebut, Partai Demokrat meraih peringkat ke 5 Pemilu Legislatif 2004. Menjelang Pemilu 2004, popularitas partai ini cukup terdongkrak dengan naiknya popularitas Yudhoyono waktu itu. Bersama PKS, partai ini menjadi the rising star pada pemilu kedua di Era Reformasi itu. Popularitas partai ini terutama berada di kota-kota besar, dan di wilayah bekas Karesidenan Madiun, tempat Yudhoyono berasal.

Kerusi parlimen 2009[sunting | sunting sumber]

Dari hasil Pemilu 2009, Partai Demokrat menjadi Pemenang Pemilu Legislatif 2009. Partai Demokrat memperoleh 150 kursi (26,4%) di DPR RI, setelah mendapat 21.703.137 total suara (20,4%). Partai Demokrat meraih suara terbanyak di banyak provinsi, hal yang pada pemilu sebelumnya tidak terjadi, seperti di Aceh, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Kerusi parlimen 2014[sunting | sunting sumber]

Pada Pemilu 2014, jumlah perolehan suara dan perolehan kursi di DPR untuk Partai Demokrat merosot drastis dari posisi pertama pada 2009, menjadi posisi keempat dari 10 partai di DPR, dengan perolehan suara sebanyak 10,19% suara nasional (12.728.913). Perolehan itu disebut-sebut karena kasus beberapa kader partai yang terkait masalah hukum yang membuat citra Partai Demokrat menurun di mata publik.

Kerusi parlimen 2019[sunting | sunting sumber]

Pada Pemilu 2019, jumlah perolehan suara dan perolehan kursi di DPR untuk Partai Demokrat menurun dari posisi keempat pada 2014, menjadi posisi ketujuh dari 9 partai di DPR, dengan perolehan suara sebanyak 7,77% suara nasional (10.876.507).

Pemilu Total kursi Total pemilihan Persentase Hasil Ketua
2004
57 / 550
8.455.225 7.45% Partai baru Subur Budhisantoso
2009
150 / 560
21.703.137 20,40% 95 kursi Hadi Utomo
2014
61 / 560
12.728.913 10,19% 61 kursi Anas Urbaningrum digantikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono
2019
54 / 575
10.876.507 7,77% 7 kursi Susilo Bambang Yudhoyono berhalangan dan memberikan mandat kepada Agus Harimurti Yudhoyono

Ketua Party[sunting | sunting sumber]

No. Foto Ketua Umum Mulai Menjabat Akhir Jabatan Periode
1
100px Subur Budhisantoso
10 September 2001
23 Mei 2005
1
2
100px Hadi Utomo
23 Mei 2005
23 Mei 2010
2 (2005)
3
100px Anas Urbaningrum
23 Mei 2010
23 Februari 2013
3 (2010)
4
100px Susilo Bambang Yudhoyono
30 Maret 2013[2]
12 Mei 2015
12 Mei 2015[3]
12 Mei 2020
4 (2015)

SBY terpilih sebagai Ketua Umum Party[sunting | sunting sumber]

Pada Kongres Luar Biasa Partai Demokrat yang diadakan di Bali tanggal 30 Maret 2013, Susilo Bambang Yudhoyono ditetapkan sebagai ketua umum Partai Demokrat, menggantikan Anas Urbaningrum[4]. Susilo Bambang Yudhoyono juga memilih Syarief Hasan sebagai Ketua Harian DPP Demokrat. Syarief Hasan di Kabinet Indonesia Bersatu II juga menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM [5]. Sementara, Marzuki Alie ditunjuk sebagai Wakil Ketua Majelis Tinggi yang sebelumnya dijabat Anas Urbaningrum. Adapun Ketua Harian Dewan Pembina dijabat oleh E.E. Mangindaan (Menteri Perhubungan)[6].

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Kader bermasalah[sunting | sunting sumber]

Hal ini mengemuka setelah Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin dijadikan tersangka korupsi pembangunan wisma Atlet di Palembang. M. Nazaruddin bahkan sempat diburu interpol, kepolisian, dan KPK untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya menerima fee suap dari proyek SEA Games 2011[7] yang akhirnya menghasilkan banyak keterangan yang melibatkan beberapa anggota partai. Tak ayal, Andi Malarangeng pun mengundurkan diri sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga pada 7 Desember 2012 karena ditetapkan sebagai tersangka kasus Hambalang,[8] sementara Anas Urbaningrum mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat setelah menandatangani pakta integritas pada 14 Februari 2013 yang menyatakan siap mundur jika ditetapkan sebagai tersangka korupsi[9] yang kemudian diikuti penetapan sebagai tersangka oleh KPK pada tanggal 22 Februari 2013 atas kasus gratifikasi mobil.[10] Pada tanggal 23 Februari 2013 Anas mundur sebagai ketua umum Partai Demokrat sehingga menimbulkan kekosongan kursi ketua umum. Namun, ia menjelaskan bahwa tanpa pakta integritas pun, ia punya kesadaran untuk mundur.[11] Angelina Sondakh juga ikut terseret sebagai tersangka sejumlah kasus korupsi.

#ShameOnYouSBY[sunting | sunting sumber]

Kemunculan tagar ShameOnYouSBY dan beberapa tagar lainnya di Twitter yang menyerang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat terjadi akibat keluarnya (walk out) sebagian besar anggota Fraksi Partai Demokrat pada saat sidang paripurna pengesahan UU Pilkada yang berakibat pada dipilihnya kepala daerah seperti gubernur, bupati, dan walikota oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.[12]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rinaldy Sofwan Fakhrana (12 Mei 2015). "Sah, SBY Nakhodai Partai Demokrat Periode 2015-2020". CNNIndonesia.com. Dicapai pada 12 Mei 2015.
  2. ^ (Indonesia) Sabrina Asril (30 Maret 2013). Aklamasi! "SBY Ketua Umum Partai Demokrat" Periksa |url= value (bantuan). Kompas.com. Dicapai pada 30 Maret 2013. Periksa date values in: |accessdate=, |date= (bantuan)
  3. ^ Elvan Dany Sutrisno - (13 Mei 2015). "SBY Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PD, PAN Ucapkan Selamat". detik.com. Dicapai pada 13 Mei 2015.
  4. ^ Ahmad Toriq (30 Maret 2013). "Jadi Ketum PD, SBY: Badai Pasti Berlalu". Detik.com. Dicapai pada 30 Maret 2013. Periksa date values in: |accessdate=, |date= (bantuan)
  5. ^ Sabrina Asril (31 Maret 2013). "SBY Tunjuk Syarief Hasan Jadi Ketua Harian Demokrat". Kompas.com. Dicapai pada 31 Maret 2013. Periksa date values in: |accessdate=, |date= (bantuan)
  6. ^ Sabrina Asril (31 Maret 2013). "Rangkap Jabatan, EE Mangindaan Yakin Bisa Bagi Waktu". Kompas.com. Dicapai pada 31 Maret 2013. Periksa date values in: |accessdate=, |date= (bantuan)
  7. ^ KGI (26 Desember 2011). "Siapa Muhammad Nazaruddin?". SkalaNews.com. Dicapai pada 26 Desember 2011. Periksa date values in: |accessdate=, |date= (bantuan)
  8. ^ "Tersangka, Andi Mallarangeng Mundur dari Jabatan Menpora". Kompas.com. 7 Desember 2012. Dicapai pada 7 Desember 2012. Periksa date values in: |accessdate=, |date= (bantuan)
  9. ^ Aditya Revianur (14 Februari 2013). "Anas Tanda Tangani Pakta Integritas". Kompas.com. Dicapai pada 14 Februari 2013.
  10. ^ Ira Sasmita (22 Februari 2013). "Anas Tersangka, Ini Pernyataan Majelis Tinggi Partai". Republika Online. Dicapai pada 22 Februari 2013.
  11. ^ Sandro Gatra (23 Februari 2013). "Anas Mundur Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat". Kompas.com. Dicapai pada 23 Februari 2013.
  12. ^ Hastag ShameOnYouSBY tembus lebih dari 250 ribu kicauan

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Koalisi Indonesia Adil Makmur Templat:Parpol2019 Templat:Parpol2014 Templat:Parpol2009 Templat:Parpol2004