Ratu Naqiatuddin

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search

Sultanah Naqiatuddin Nurul Alam adalah puteri Malik Radiat Syah. Ia memerintah setelah mangkatnya Sultanah Safiatuddin, pada tahun 1675. Masa pemerintahannya hanya berlangsung selama 3 tahun sehingga tahun 1678.[1] Hal penting dan fundamental yang dilakukan oleh Naqiatuddin pada masa pemerintahannya adalah melakukan perubahan terhadap Undang Undang Dasar Kerajaan Aceh dan Adat Meukuta Alam.[1] Aceh dibentuk menjadi tiga persekutuan yang disebut Tiga Sagi (lhee sagoe). Pemimpin Sagi disebut Panglima Sagi. Maksud dari pemerintahan macam ini agar birokrasi berpusat dengan menyerahkan urusan pemerintahan dalam negeri-negeri yang terbahagi Tiga Sagi itu. Untuk situasi sekarang, sistem pemerintahan Kerajaan Aceh dulu setaraf dengan autonomi daerah.[1] Ia menghadapi tentangan yang lebih mencabar dari sultanah sebelumnya. Ia harus menghadapi ancaman dari kolonial Kristiam (Belanda, britain dan Portugis), sementara konflik dalaman juga terjadi ketika komuniti Wujudiyah menyebarkan ajarannya. Selain itu, terdapat pula kelompok yang menentang pemerintahannya. Perlawanan terhadap pemerintahannya dilakukan melalui sabotaj serta pembakaran Kota Aceh.[2]

Didahului oleh:
Sultanah Safiatuddin
Sultanah Aceh
16751678
Digantikan oleh:
Sultanah Zaqiatuddin