Surili Jawa

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.

Surili Jawa
Presbytiscom.jpg
Pengelasan saintifik s
Templat taksonomi hilang (baiki): Surili Jawa
Nama binomial
Presbytis comata
(Desmarest, 1822)

Surili jawa[2] (Presbytis comata) adalah spesies monyet Dunia Lama terancam yang endemik pada sebagian pulau Jawa, Indonesia. Hewan ini menyukai hutan primer dan penghuni pohon (arboreal).

Terdapat dua subspesies surili jawa: Presbytis comata comata yang ditemukan di Jawa Barat dan Presbytis comata fredericae yang menghuni hutan Jawa Tengah.

Persebaran[sunting | sunting sumber]

Surili (Presbytis comata) merupakan primata endemik dari Jawa.[3] Surili dapat ditemukan mulai dari bagian barat hingga bagian tengah Pulau Jawa mulai dari ketinggian 600 mdpl hingga diatas 2500 mdpl.[4][5] Di Provinsi Jawa Barat dan Banten, surili dapat ditemukan pada kawasan hutan Taman Nasional Ujung Kulon, Cagar Alam Kawah Kamojang, Cagar Alam Situ Patenggang, Cagar Alam Gunung Tukung Gede, Taman Nasional Gunung Halimun, Taman Nasional Gunung Ciremai, Gunung Tilu, Gunung Kamojang, dan beberapa kawasan hutan di Kabupaten Kuningan.[6][7][8] Sedangkan di Jawa Tengah, surili dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) dan beberapa hutan di sekitar Gunung Sindoro, Sumbing, Slamet, dan Dieng.[9][10][11][4][12][13][14] Surili cenderung banyak ditemukan pada tipe hutan alam primer, hutan alam sekunder, dan hutan tanaman. Di Taman Nasional Gunung Merbabu, satwa ini menjadi spesies prioritas yang dilindungi. Meskipun begitu, informasi mengenai penyebaran satwa ini di TNGMb masih terbilang kurang.[10]

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, diketahui bahwa surili merupakan hewan yang hidup secara berkelompok.[15] Satu kelompok surili beranggotakan mulai dari 3 individu hingga 12 individu, meskipun ada kasus dimana ditemukan surili yang hidup secara soliter. Ukuran kelompok ini juga bervariasi tergantung dari kondisi habitat dan lingkungan sekitarnya. Surili merupakan hewan yang sensitif terhadap manusia, sehingga satwa ini cukup jarang ditemukan pada lokasi yang berbatasan dengan kawasan yang padat penduduk,[15][16] Meskipun begitu, hasil penelitian lainnya juga mengungkapkan bahwa surili lebih menyukai tinggal pada bagian tepi hutan.[5][17] Berdasarkan penelitian yang ada, dapat disimpulkan bahwa kepadatan surili bervariasi mulai dari 2 individu/Ha hingga 35 individu/Ha. Meskipun demikian, data yang sudah ada masih belum cukup akurat. Hal tersebut dikarenakan metode yang digunakan peneliti dalam menginventarisasi populasi surili saling berbeda, dan apabila digabungkan maka hasilnya justru akan menjadi bias. Beberapa waktu terakhir, populasi surili di Jawa mulai menurun. Di TNGMb, populasi surili diperkirakan menurun dikarenakan kerusakan habitat dan lingkungan yang disebabkan oleh kebakaran hutan.[18] Pada habitat yang berada di luar kawasan konservasi, banyak gangguan yang muncul seperti banyaknya para pemburu babi hutan yang masuk ke hutan bersama dengan anjingnya. Terdapat juga beberapa kasus dimana ada masyarakat yang lalu-lalang di dalam hutan menggunakan motor trail.[3] Suara mesin motor trail, gonggongan anjing, dan kehadiran para manusia tersebut menyebabkan habitat surili terganggu sehingga surili sulit dijumpai.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Presbytis comata". Senarai Merah Spesies Terancam IUCN. 2000. 2000. Unknown parameter |downloaded= ignored (bantuan); Unknown parameter |assessors= ignored (bantuan){{cite iucn}}: error: malformed |id= identifier (help)
  2. ^ Groves, Colin (16 November 2005). Wilson, D. E., dan Reeder, D. M. (ed.) (penyunting). Mammal Species of the World (ed. ke-3). Percetakan Universiti Johns Hopkins. m/s. 171. ISBN 0-801-88221-4.CS1 maint: multiple names: editors list (link) CS1 maint: extra text: editors list (link)
  3. ^ a b Ralat petik: Tag <ref> tidak sah; teks bagi rujukan :6 tidak disediakan
  4. ^ a b Nijman V. 1997. Occurrence and distribution of grizzled leaf monkey Presbytis comata (Desmarest, 1822) (Mammalia: Primates: Cercopithecidae) in Java, Indonesia. Contributions to Zoology. 66: 247–256.
  5. ^ a b Supartono T, Prasetyo LB, Hikmat A, Kartono AP. 2016b. Spatial distribution and habitat use of Javan Langur (Presbytis comata): Case study in District of Kuningan. Procedia Environment Sciences. 33: 340-353.
  6. ^ Ralat petik: Tag <ref> tidak sah; teks bagi rujukan :2 tidak disediakan
  7. ^ Heriyanto NM, Iskandar S. 2004. The population status and habitat of grizzled-leaf monkey Presbytis comata Desmarest in Kalajeten-Karangranjang forest complex, Ujung Kulon National Park. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 1 (1): 89-98.
  8. ^ Oktadiyani P. 2006. Alternatif strategi pengelolaan taman wisata alam Kawah Kamojang Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat [skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
  9. ^ Fithria A. 2012. Penggunaan Habitat oleh Rekrekan (Presbytis fredericae) di Lereng Gunung Slamet Jawa Tengah [disertasi]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
  10. ^ a b Ralat petik: Tag <ref> tidak sah; teks bagi rujukan :3 tidak disediakan
  11. ^ Ralat petik: Tag <ref> tidak sah; teks bagi rujukan :8 tidak disediakan
  12. ^ Setiawan A, Wibisono Y, Nugroho TS, Agustin IY, Imron MA, Pudyatmoko S, Djuwantoko. 2010. Javan surili: a survey population and distribution in Mount Slamet Central Java, Indonesia. Jurnal Primatologi Indonesia. 7 (2): 51-54.
  13. ^ Ralat petik: Tag <ref> tidak sah; teks bagi rujukan :4 tidak disediakan
  14. ^ Ralat petik: Tag <ref> tidak sah; teks bagi rujukan :0 tidak disediakan
  15. ^ a b Ruhiyat Y. 1983. Socio-ecological study of Presbytis aygula in West Java. Primates. 24 (3): 344-359.
  16. ^ Ralat petik: Tag <ref> tidak sah; teks bagi rujukan :7 tidak disediakan
  17. ^ Supriatna J, Tilson JR, Gurmaya KJ, Manangsang J, Wardojo W, Sriyanto A, Teare A, Castle K, Seal U. 1994. Javan Gibbon and Langur Population and Habitat Viability Analysis. Bogor: Taman Safari Indonesia.
  18. ^ Siregar DI. 2017. Analisis Daerah Rawan Kebakaran Hutan pada Habitat Optimum Lutung Surili (Presbytis fredericae Sody, 1930) di Taman Nasional Gunung Merbabu, Jawa Tengah [tesis]. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.