Pergi ke kandungan

Taj us-Salatin

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Hamparan muka-muka hulu naskhah Taj us-Salatin disalin Muhammad bin Umar Syaikh Farid bertarikh 4 Zulhijah 1239 H (31 Julai 1824 M) di Pulau Pinang

Taj us-Salatin (bahasa Arab: تَاج السَّلَاطِين‎ "Mahkota Para Sultan", adakala terlepas ganda sebagai Taj al-Salatin) merupakan manuskrip kebudayaan Melayu nukilan Bukhari al-Jauhari pada tahun 1603 Masihi zaman kesultanan Aceh.[1] Manuskrip ini sering disebut juga sebagai cermin didaktis bagi raja, nama lain tersebut tercipta kerana isi dari Taj us-Salatin yang menghimpun berbagai informasi yang diperlukan dalam kerajaan yang ada pada masanya. Taj us-Salatin adalah karya yang ditulis oleh (atau al johori) sama seperti beberapa manuskrip lain seperti syair Sufi Bahr an-Nisa (Syair Laut perempuan). Karya ini dimaksudkan sebagai persembahan untuk Sultan Alauddin Riayat Syah penguasa Aceh yang bertakhta pada tahun 1589-1604 yaitu yang dikenal sebagai seorang raja yang memiliki ketertarikan khusus pada ilmu-ilmu tasawuf.[2]

Kitab Taj us-Salatin dirancang khusus untuk membicarakan masalah struktur politik dan kenegaraan, khususnya mengenai kerajaan-kerajaan Islam, kerana pada zaman tersebut belum banyak pembahasan mengenai politik secara lengkap.[3]

Pengarang

[sunting | sunting sumber]

Bukhari al-Jauhari adalah seorang pengarang yang hidup pada zaman pemerintahan Sultan Aceh Alauddin Ri'ayat Syah Sayid al-Mukammil, yang dikenal dengan gelar Syah Alam. Bukhari mendapatkan banyak pujian dari para peneliti naskhah, seperti oleh Valentijn (pada Oud en Nleuw Oost-Indien), Werndly (Boekzaal), dan Roorda Van Eysinga yang menerbitkan Taj us-Salatin dalam bahasa Belanda kompak mengatakan bahwa Bukhari memiliki gaya bahasa yang sangat indah dan baik bahkan yang terbaik untuk mempelajari bahasa Melayu.[4]

Bukhari bertungkus lumus untuk menjadikan kitab ini sebagai pedoman dalam menata masyarakat adil dan makmur berdasarkan tuntunan dan ajaran Islam. Penilaian Bukhari tersebut berdasarkan kitab Melayu sejenis yang ditulis pada zaman itu belum ada yang menandingi kelengkapan uraiannya mengenai topik atas politik kerajaan. Misalnya kitab Bustanus al-Salatin karya Nuruddin al-Raniri yang membicarakan topik politik pemerintahaan kerajaan hanya pada empat bab. Sementara bab lainnya membicarakan masalah yang agak jauh dari topik tersebut.[5]

Taj us-Salatin adalah karya pertama dan terakhir Bukhari. Tidak terdapat penelitian yang menjabarkan karya yang dihasilkan Bukhari selainTaj us-Salatin. Roorda mengatakan bahwa Bukhari pada pembuatan Taj us-Salatin mengikuti struktur dari naskhah Parsi. Selain itu Hooykas (pada Over Maleise Literature) memiliki tanggapan yang lain mengenai Bukhari, pada bukunya ia mengatakan bahwa Bukhari adalah pengarang yang terpengaruh banyak asepk kebudayaan. Hal tersebut terlihat dari judul Taj us-Salatin yang berjudul Arab, berisi Parsi Islam, dengan bahasa Melayu dan diciptakan di Aceh.[4] Bukhari juga mengakui bahwa telah mengutip beberapa kitab yang populer saat itu. Kitab-Kitab tersebut beberapa diantaranya adalah:

  • Adab al-Aulad.
  • Adab al-Muluk.
  • Adab al-Rasul.
  • Adab al-Salatin.
  • Adab Al-Umara.
  • Adab al-Wizara'i.
  • Adbar al-Salatin.
  • Ahduna ma'a' Umar.
  • Ihkam al-Din.
  • Ahkam al-Hukkam.
  • Ahlafu al-Mursalin.
  • Ahlu al-Ilmi.
  • Akhbar al-Muluki.
  • Akhlaf al-Muhsinin.
  • Akhlaq al-Salatin.
  • Akhlaq al-Mukhlisin.
  • Aqa'id.
  • Fada'il al-Salatina.
  • Fada'ilul Katib.
  • Fadail al-Muluk.
  • Hikmat.
  • 'Iqab.
  • Kitab al-Insan.
  • Mafaid al-Muluk.
  • Ma'rifat al-Nasi.
  • Minhaju Al-Salatin.
  • Mir'at al-'Adli.
  • Mi'raj Al-Muslimina.
  • Najat al-Muluk.
  • Nasaih al-Muluk.
  • Qisas al-Anbiya'.
  • Sairu al-Muluk.
  • Sifat al'Aqli wa al-'/qil.
  • Sifat al-Hukamai.
  • Sifat al-Muluk.
  • Sifat al-Mursalin.
  • Sifat al-Salatin.
  • Sifat al-'Uqala.
  • Sifat al-Wuzara'i.
  • Siyar al-Muluk.
  • Syarah 'Aqa'id.
  • Tanbih al-Ghafilin.
  • Tarikh al-Imami.
  • Tarikh.
  • Tasyrikh.
  • Tuhfat al-Wuzara'i.
  • Zainat al-Muluki.
  • Zakhjir al-Muluk.[3]

Taj us-Salatin merupakan naskhah dengan banyak sekali jenis. Tercatat berdasarkan inventari yang telah dilakukan dapat didata bahwa Taj us-Salatin memiliki setidaknya 100 variasi Naskhah yang terletak di dunia. Isi dari teks Taj us-Salatin adalah mengenai falsafah hidup khususnya mengenai pemerintahan, kewangan, klasifikasi raja, dan ilmu-ilmu lain yang berguna untuk raja. Awalnya naskhah Taj us-Salatin dalam Melayu Jawi; tapi ditemukan juga variasi lain yang menggunakan aksara Jawa dengan bahasa Jawa baru dengan berbagai dialek yang ada. Kondisi naskhah yang terdata pada katalog terlihat banyak sekali naskhah yang sudah rusak ataupun hilang, tersisa beberapa saja naskhah yang masih tinggal ada di Indonesia yang dapat diakses.[6] Ilustrasi jarang ditemukan pada naskhah Taj us-Salatin, kebanyakan hanya berisi teks. naskhah yang telah terdata pada katalog masih dalam tinjauan, hal tersebut kerana naskhah Taj us-Salatin adalah salah satu naskhah yang memiliki dampak besar yang menyebabkan muncul berbagai gubahan atau bahkan kutipan dari teks Taj us-Salatin dengan judul yang berbeda-beda. Oleh kerana itu, Tinjauan terhadap naskhah Taj us-Salatin masih terus berkembang sampai artikel ini dibuat.

Taj us-Salatin merupakan karya yang sangat terkenal bahkan menjadi salah satu harta karun kebudayaan Melayu. Salinan yang begitu banyak dapat membuktikan bahwa Taj us-Salatin menjadi teks yang memiliki pengaruh besar di Nusantara. Hal tersebut dapat dilihat dari munculnya berbagai variasi yang bahkan digubah juga kedalam bahasa lain seperti Serat Tajusalatin berbahasa Jawa. Kepentingan suatu teks dari kebudayaan lain masuk kedalam suatu budaya tentu menunjukan bahwa meskipun berasal dari ideologi yang berbeda, teks Taj us-Salatin penuh akan pembelajaran yang dapat meningkatkan mutu pembacanya.[3]

Dari penelitian katalog yang dilakukan pada Katalog induk satu sampai lima ditemukan bahwa naskhah Taj us-Salatin berada diantaranya pada Perpustakaan Nasional (Jakarta), Musium Sonobudoyo (Yogjakarta) dan Perpustakaan Keraton Yogjakarta. Data tersebut masih bersifat dinamik kerana masih banyak naskhah yang belum teridentifikasi secara pasti teks apa yang dimiliki. Selain berlokasi di Indonesia beberapa naskhah Taj us-Salatin juga terdata berada pada koleksi perpustakaan Universiti Leiden, Perpustakaan British dan tersebar juga di Jerman Barat.[6]

Secara utuh naskhah Taj us-Salatin akan memuat setidaknya 24 bab yang disebut fasal pada naskhah. 25 Fasal tersebut dituliskan sesuai dengan apa yang ada pada naskhah Taj us-Salatin. Pengambilan fasal ini berdasarkan buku Taj us-Salatin yang telah dirumikan Khalid Hussain berdasarkan naskhah yang ada di Perpustakaan Universiti Leiden. adapun ke 25 fasal tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:[7]

  1. Peri manusia mengenal diri-nya supaya mengetahui ia mulai-nya itu daripada apa dan ada-nya itu betapa.
  2. Per mengenal Tuhan yang ia menjadikan alam dan Adam dan lain daripada itu.
  3. Dunia itu apa dan dalam ia kehidupan manusia bertapa.
  4. Peri kesudahan segala manusia yang napas akhir namanya pada ketika maut
  5. Peri pangkat kerajaan dan hukumah Sultan dan sabagainya itu
  6. Peri dan perbuatan adil itu.
  7. Peri pekerti segala raja yang adil dan cheritera segala raja yang mengerjakan pekerjaan itu dengan sebenarnya.
  8. Peri segala raja yang kafir dan adil.
  9. Peri zalim itu dan perbuatan saklian yang zalim itu.
  10. Peri keadaan segala menteri dan cherita kemuliaan pangkat itu.
  11. Peri pekerjaan segala penyurat itu.
  12. Peri pekerjaan segala penyuroh itu.
  13. Peri segala pegawai raja itu.
  14. Peri memeliharakan anak-anak itu.
  15. Peri hemat dan benar itu.
  16. Peri budi dan yang berbudi itu.
  17. Pada menyatakan segala sharat kerajaan itu.
  18. Peri ilmu kiafah dan firasah itu.
  19. Tanda kiafah dan firasah itu.
  20. Peri segala ra'ayat dengan raja dalam kerajaan itu.
  21. Peri segala ra'ayat yang kafir dengan raja Islam itu.
  22. Peri skhawat dan ikhsan itu.
  23. Peri wafa' dan 'ahd itu.
  24. Kesudahan kitab yang maha mulia ini.

Berdasarkan penjabaran di atas, dapat terlihat tatanan bahasa yang berbeda dengan bahasa Melayu sekarang, tapi isi teks yang ada tentu masih sangat relevan dengan kehidupan masa modern kini.

  1. ^ Farish A. Noor (Jan 2018). "Manuscripts from our Global Past". BiblioAsia. Jil. 13 no. 4. National Library Board. m/s. 2–3.
  2. ^ Braginsky, V.I. (1998). Yang Indah, Berfaedah dan Kamal: Sejarah Sastra Melayu Dalam ABad 7-19. Jakarta: INIS. m/s. 322. ISBN 9798116577.
  3. ^ a b c Daulay, Saleh (2020). Filsafat Politik Melayu: Kajian Filologis dan Refleksi Filosofis Terhadap Kitab Taj al-Salatin karya Bukhari Al-Jauhari. Yogyakarta: litera. ISBN 97862378640907 Check |isbn= value: length (bantuan).
  4. ^ a b Iskandar, Teuku (1996). Kesusasteraan Klasik Melayu Sepanjang Abad. Jakarta. ISBN 98399075 Check |isbn= value: length (bantuan).
  5. ^ Fang, Liaw Yock (1993). Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik 2. Jakarta: Airlangga.
  6. ^ a b Behrend, T.E. (1998). Katalog Induk Naskah-Naskah Nusantara Jilid 4. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. ISBN 9794613045.
  7. ^ Hussain, Khalid (1964). Taj Us-Salatin. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pelajaran Malaysia.

Pautan luar

[sunting | sunting sumber]