Gerbang Kudus Kota Kretek

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search

Gerbang Kudus Bandar Kretek atau GKKK ialah sebuah monumen berupa gerbang masuk bandar yang berada di kawasan Taman Tanggul Angin, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Monumen ini melambangkan asal bandar ini dari rokok kretek iaitu Kudus. Gerbang Kudus Bandar Kretek ini didakwa sebagai termegah di Indonesia[nyatakan menurut siapa?], malah di Asia Tenggara. Pembangunan yang disasarkan selesai selama tujuh bulan sehingga akhir 2014 ini, menelan kos sebesar Rp 16 bilion. Gerbang bandar yang dinamai Gerbang Kudus Bandar Kretek ini pembinaannya dibiayai oleh salah satu syarikat rokok terbesar di Indonesia, PT Djarum.

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Gerbang Kudus Bandar Kretek dibangun di kawasan taman Tanggul Angin. Kawasan tersebut, tepat di sebelah timur Jambatan Tanggul Angin, yang memisahkan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak. Kawasan tersebut berada di Jalan R Agil Kusumadya, Kudus, yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Terminal Induk Kudus.

Rancangan[sunting | sunting sumber]

Bentuk bangunan gerbang direka menyerupai daun tembakau yang memayungi sisi kiri dan kanan ruas jalan. Tinggi bangunan Gerbang Kudus Bandar Kretek, dirancang setinggi 12 meter dari permukaan jalan. Bangunan gerbang mempunyai lebar 21 meter. Replika daun tembakau, akan dibuat menggunakan keluli khusus yang didatangkan dari Australia. Replika daun tembakau mempunyai 100 tulang dari bahan logam tersebut. Sebanyak 50 tulang terdapat di sisi kiri, dan 50 tulang terdapat di sisi kanan. Manakala struktur penyangga replika daun tembakau, direka menyerupai bunga cengkih. Terdapat dua replika bahan campuran rokok kretek tersebut, untuk menyangga struktur replika daun tembakau yang dibangun tepat di median jalan.

Pembangunan[sunting | sunting sumber]

Tahap pembangunan Gerbang Kudus Bandar Kretek telah bermula sejak akhir 2013 lalu. Tahap awal dilakukan dengan membongkar bangunan lama di kawasan Taman Tanggul Angin. Bangunan tersebut, yakni replika Menara Kudus, yang telah lama menjadi ikon untuk menyambut penunggang yang memasuki wilayah Kudus. Kawasan Taman Tanggul Angin, terletak di laluan Pantura, yang merupakan jalan kebangsaan. Gerbang tersebut diproyeksikan akan menjadi ikon baru Bandar Kretek. Dengan bangunan gerbang futuristik tersebut, Kudus diharapkan boleh mengokohkan diri sebagai Bandar Kretek. Kerana, selama ini jargon tersebut mencetus perdebatan di sejumlah bandar lain di Indonesia, yang mempunyai industri rokok besar. Perdebatan tersebut berkait tuntutan beberapa bandar lain selain Kudus, sebagai bandar pertama munculnya rokok kretek.

Selesai[sunting | sunting sumber]

Sekitar awal tahun 2015, Gerbang Kudus Bandar Kretek (GKKK) sudah dibuka untuk umum dan mula menampakkan kemegahannya. Banyak penunggang yang sengaja mengurangi kelajuan dan berhenti di pinggir jalan untuk melihat kemegahan GKKK ini. Kerajaan berharap, GKKK dapat menjadi magnet yang menarik para pelancong untuk datang ke Kabupaten Kudus.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]