Jokotole

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search

Pangeran Jokotole menjadi raja Sumenep yang ke 13 selama 45 tahun (1415-1460).

Penceritaan menurut tradisi[sunting | sunting sumber]

Jokotole dan adiknya bernama Jokowedi lahir dari Raden Ayu Potre Koneng, cicit dari Pangeran Bukabu sebagai hasil dari perkahwinan bathin (melalui mimpi) dengan Adipoday (Raja Sumenep ke 12). Kerana hasil dari perkahwinan Bathin itulah, maka banyak orang yang tidak percaya. Dan akhirnya, seolah-olah terkesan sebagai kehamilan diluar nikah. Akhirnya menimbulkan kemarahan kedua orang tuanya, sehingga akan dihukum mati.

Sejak kehamilannya, banyak terjadi hal-hal yang aneh dan diluar dugaan. Kerana takut kepada orang tuanya maka kelahiran bayi RA. Potre Koneng langsung diletakkan di hutan oleh dayangnya. Dan, ditemui oleh Empu Kelleng yang kemudian disusui oleh kerbau miliknya.

Peristiwa kelahiran Jokotole, terulang lagi oleh adiknya iaitu Jokowedi. Kesaktian Jokotole mulai terlihat pada usia 6 tahun lebih, seperti membuat alat-alat perkakas dengan tanpa bantuan dari alat apapun hanya dari badannya sendiri, yang hasilnya lebih bagus ketimbang ayah angkatnya sendiri.

Lewat kesaktiannya itulah maka ia membantu para pekerja pandai besi yang kelelahan dan sakit akibat kepanasan termasuk ayah angkatnya dalam pengelasan membuat pintu gerbang raksasa atas kehendak Brawijaya VII.

Dengan cara membakar dirinya dan kemudian menjadi arang itulah kemudian lewat pusarnya keluar cairan putih. Cairan putih tersebut untuk keperluan pengelasan pintu raksasa. Dan, akhirnya ia diberi hadiah emas dan uang logam seberat badannya. Akhirnya ia mengabdi di kerajaan Majapahit untuk beberapa lama.

Banyak kesuksessan yang ia raih selama mengabdi di kerajaan Majapahit tersebut yang sekaligus menjadi mantu dari Patih Muda Majapahit. Tibanya dari Sumenep ia bersama isterinya bernama Dewi Ratnadi bersua ke Keraton yang akhirnya bertemu dengan ibunya RA. Potre Koneng dan kemudian dilantik menjadi Raja Sumenep dengan Gelar Pangeran Secodiningrat III.

Ketika menjadi raja ia terlibat pertempuran besar melawan panglima perang dari negeri China iaitu Laksamana Zheng He, yang akhirnya dimenangkan oleh Raja Jokotole dengan kesaktiannya menghancurkan kesaktian Zheng He.

Kekuasaannya berakhir pada tahun 1460 dan kemudian digantikan oleh Arya Wigananda putra pertama dari Jokotole.

Pautan luar[sunting | sunting sumber]