Perbincangan:Makna kehidupan

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search

hidup itu ada karena berasal dari yang ketiadaan. perlu diingat bahwa apa yang ada dalam pikiran, pasti ada di dalam kenyataan. inilah inti universalia Petrus Lombardus. kita tidak bisa mengklaim bahwa hidup cuma sekedar perjuangan. kalu boleh Anda tahu, perjuangan pun adalah hidup. inversi ini mirip inversi George Wilhem Frederick Hegel: yang rasional itu real dan yang real itu rasional. mungkin berbicara mengenai rasional, akan baik jika kita mengunjungi sebagian domain pemikiran bapak modern kita. siapa lagi kalau bukan Rene Descartes dengan "cogito ergo sum"-nya. rasionalisme mengutamakan ke-deduktif-an sebuah metode untuk mencapai kesahihan sebuah pengetahuan. oleh karena itu, sebut saja bahwa rasionalisme adalah apriori yang beranalitik. memang, saya akui pemikiran ini bisa jadi terjebak untu memiskinkan apa yang bisa kita sebut kompleksitas dalam hidup. sayang sekali, kalau "res" yang non-material dikatakan tidak sahih atas dasar ketidakjemukannya dalam menampilkan diri (baca:bereksistensi). dalam beberapa hal saya setuju dan sealiran dengan Descartes atas metode keraguannya yang mencakup 4 track untuk mencapai kesahihan: jangan mudah percaya, pilah-pilah data, urutkan data, dan cek ulang. itulah yang sadar tidak sadar kita pelajari. so, there's no wrong to say that we should've been aware always. look, behind you. you might have not seen anything but there's a thing keeps looking at you...called reality!!!