Sultanah Zaqiatuddin Syah

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search

Sultanah Zaqiatuddin Inayat Syah atau nama lahir baginda Puteri Raja Setia ialah Sultanah Aceh yang memerintah dari 1678 berikutan kemangkatan Sultanah Naqiatuddin Syah hingga 1688.[1]

Keputerian[sunting | sunting sumber]

Manuskrip Bustanus Salatin menyataka baginda sebagai puteri seorang sultan bernama Muhammad Syah. Ada juga tiga riwayat kecil zamannya menyatakan baginda sebagai puteri Nurul Alam Naqiatuddin Syah.[2] Suatu manuskrip dalam simpanan Universiti Kebangsaan Malaysia pula mencatatkan baginda diasuh Malik Radliat Syah, anakanda Sultan Firman Ali Ri'ayat Syah dan cucunda Sultan Alauddin Ri'ayat Syah Sayyid al-Mukammal.[3]

Catatan William Dampier, seorang kapten pelaut, dalam pelayarannya di Aceh ada bertulis bahawa sultanahote: "the queen of Achin as it is said, is always an old maid chosen out of the Royal family".[4]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Menurut orang Inggris yang mengunjunginya tahun 1684, usianya ketika itu sekitar 40 tahun. Baginda digambarkan sebagai orang bertubuh tegap dan suaranya lantang. Inggris yang hendak membangun sebuah benteng pertahanan guna melindungi kepentingan dagangnya ditolak baginda dengan mengatakan, Inggris boleh berdagang, tetapi tidak dizinkan mempunyai benteng sendiri.[1] Tamu lainnya adalah kedatangan utusan dari Mekah. Tamu tersebut bernama al-Hajj Yusuf E. Qodri yang diutus oleh Raja Syarif Barakat yang datang tahun 1683.

Menurut riwayat, baginda sultanah Zaqiatuddin pernah memintakan Teungku Syiah Kuala menerjemahkan Hadis Arba'in karya Imam Nawawi.[5]

Kemangkatan[sunting | sunting sumber]

Baginda mangkat pada (megikut perkiraan takwim moden) 3 Oktober 1688, lalu takhtanya diwarisi oleh Sultanah Zainatuddin Kamalat Syah.[1]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Perempuan-perempuan Aceh Tempo Dulu yang Perkasa. Kabari, 19 Maret 2008.
  2. ^ Djajadiningrat (1911), pp. 189-90.
  3. ^ Hasjmy (1977), p. 35.
  4. ^ Djajadiningrat (1911), m/s. 190
  5. ^ Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama: Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Penerbit Kencana, Jakarta. Cetakan I, 1998.
Sumber utama
  • Djajadiningrat, Raden Hoesein (1911) 'Critisch overzicht van de in Maleische werken vervatte gegevens over de geschiedenis van het soeltanaat van Atjeh', Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 65, pp. 135–265.
  • Hasjmy, A. (1977) 59 tahun Aceh merdeka dibawah pemerintahan ratu. Jakarta: Bulan Bintang.
Didahului oleh:
Sultanah Naqiatuddin
Sultanah Aceh
16781688
Digantikan oleh:
Sultanah Zainatuddin