Huminodun

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search

Huminodun (berarti “yang berkorban”) merujuk kepada anak perempuan Dewa Kinoingan serta istrinya Suminundu yang telah mengorbankan dirinya kepada roh bumi sebagai balasan untuk hasil tanaman yang berlimpah untuk umat manusia.

Suatu ketika dulu, kaum Kadazandusun mengalami bencana kelaparan karena sumber makanan tak lagi tersedia. Kinoingan merasa kasihan terhadap kesengsaraan kaum Kadazandusun, lalu mengorbankan Huminodun dan jasadnya disemadikan di bumi lalu tumbuhlah sejenis tumbuhan yaitu padi dan dari situlah suku kaum Kadazandusun mendapat sumber makanan. Dipercayai juga jelmaan roh Huminodun telah hidup kembali sebagai Unduk Ngadau dari dalam Kaakanan, setelah tujuh hari dia dikorbankan.

Jasa Huminodun dikenang dalam perayaan Tadau Kaamatan yang diadakan setiap tahun guna merayakan musim menuai.

Pautan luar[sunting | sunting sumber]


Jika anda melihat rencana yang menggunakan templat {{tunas}} ini, gantikanlah ia dengan templat tunas yang lebih spesifik.