Ketawa

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search
Image not available.
Pekerja tertawa di pabrik pakaian.

Tawa adalah reaksi fisik pada manusia dan beberapa spesies lain primata, yang terdiri biasanya berirama, sering didengar kontraksi diafragma dan bahagian-bahagian lain sistem pernafasan. Ia adalah tindak balas ke luar tertentu atau dalaman terhadap rangsangan. Ketawa boleh timbul dari kegiatan seperti itu sebagai geli,[1] atau dari lucu cerita-cerita atau pemikiran.[2] Paling biasa, ia dianggap sebagai ungkapan visual beberapa emosi positif syarikat, seperti kegembiraan, bergembira, kebahagiaan, bantuan, dan lain-lain. Pada beberapa kesempatan, bagaimanapun, ia mungkin disebabkan oleh emosi bertentangan seperti malu, maaf, atau kekeliruan seperti gugup tergelak atau hormat ketawa. Usia, jenis kelamin, pendidikan, bahasa, dan budaya semua faktor[3] seperti ada orang yang akan mengalami ketawa dalam keadaan tertentu.

Tawa adalah bagian dari tingkah laku manusia dikawal oleh otak, membantu manusia menjelaskan niat mereka dalam sosial interaksi dan memberikan sebuah emosi konteks untuk perbualan. Ketawa digunakan sebagai isyarat untuk menjadi bagian dari sebuah kelompok—ia isyarat penerimaan dan positif interaksi dengan orang lain. Tertawa kadang-kadang lihat seperti berjangkit, dan ketawa satu orang boleh sendiri memprovokasi tawa dari orang lain sebagai balas positif.[4] Ini mungkin akaun di bagian untuk popularitas dari trek ketawa dalam keadaan komedi rancangan televisyen.

Belajar humor dan gelak tawa, dan profil psikologi dan fisiologi kesan pada tubuh manusia, adalah dipanggil gelotology.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Stearns, Frederic Rudolph (1972). Laughing: Physiology, Pathology, Psychology, Pathopsychology and Development. m/s. 59–65. ISBN 0398024200. 
  2. ^ Shultz, T. R.; Horibe, F. (1974). "Development of the appreciation of verbal jokes". Developmental Psychology. 10: 13–20. doi:10.1037/h0035549. 
  3. ^ Olmwake, Louise. "A study of sense of humor: Its relation to sex, age and personal characteristics". Journal of Applied Psychology. 21 (6): 688–704. doi:10.1037/h0055199. 
  4. ^ Camazine, Deneubourg, Franks, Sneyd, Theraulaz, Bonabeau, Self-Organization in Biological Systems, Princeton University Press, 2003. ISBN 0-691-11624-5ISBN 0-691-01211-3 (pbk.) p. 18.

Bacaan lanjut[sunting | sunting sumber]

Pautan luar[sunting | sunting sumber]