Aceh Tengah

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Lompat ke: pandu arah, cari
Kabupaten Aceh Tengah
Lambang Kabupaten Aceh Tengah.png
Lambang Kabupaten Aceh Tengah
Moto: Keramat Mupakat


Lokasi Aceh Kabupaten Aceh Tengah.svg
Peta lokasi Kabupaten Aceh Tengah
Koordinat: 4°10”-4°58” LU dan 96°18”–96°22” BT
Provinsi Aceh
Dasar hukum -
Tanggal -
Ibu kota Takengon
Pemerintahan
 - Bupati Ir. H. Nasaruddin, MM
 - APBD  
 - DAU Rp 146.11 juta
Luas 4,318.39 km²
Penduduk
 - Total 101,707[1]
 - Kepadatan 45
Demografi
 - Kod telefon 0643
Pembahagian pentadbiran
 - Kecamatan 14
 - Kelurahan 268
 - Tapak web http://www.acehtengahkab.go.id/

Aceh Tengah dikenal juga sebagai Dataran Tinggi Gayo adalah sebuah kabupaten yang terletak di Aceh, Indonesia. Ibu kotanya ialah Takengon. Daerah yang berada di salah satu bahagian punggung pegunungan Bukit Barisan yang membentang sepanjang Pulau Sumatera. Ibu kota Kabupaten ini berhawa yang sejuk. Aceh Tengah terkenal dengan Danau Laut Tawar. Aceh Tengah merupakan daerah penghasil kopi organik jenis arabika terbaik di dunia. Selain kopi, Aceh Tengah juga penghasil buah-buahan dan sayuran. Sebagian besar masyarakat Aceh Tengah berprofesi sebagai petani.

Secara pentadbiran dataran tinggi Gayo meliputi wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan kabupaten Bener Meriah serta kabupaten Gayo Lues. Tiga kota utamanya ialah Takengon, Blang Kejeren dan Simpang Tiga Redelong.

Jalan yang menghubungkan ketiga kota ini melewati daerah dengan pemandangan yang sangat indah. Pada masa lalu daerah Gayo merupakan kawasan yang terpencil sebelum pembangunan jalan dilaksanakan di daerah ini. Mata pencarian masyarakat Gayo pada umumnya adalah bertani dan berkebun antara lain padi, sayur-sayuran, kopi dan tembakau. Kegiatan perkebunan kopi dan tembakau dilakukan dengan membuka wilayah hutan yang ada di wilayah ini.

Pelancongan[sunting | sunting sumber]

Tarikan pelancong di Aceh Tengah ialah Danau Laut Tawar, Pantan Terong (tarikan pemandangan), Taman Buru Linge Isak (berburu), Gua Loyang Koro, Loyang Pukes, Loyang Datu, Burni Klieten (pendakian), dan Krueng Peusangan (merakit).

Masyarakat[sunting | sunting sumber]

Sebahagian besar penduduknya berasal dari suku Gayo. Selain itu terdapat pula suku-suku lainnya, seperti Suku Aceh dan Suku Jawa. 99 peratus masyarakat Aceh Tengah beragama Islam. Masyarakat Aceh Tengah memiliki tradisi tahunan pada saat perayaan proklamasi Indonesia iaitu lumba kuda tradisional. Hal yang unik dari pacu kuda tradisional ini adalah jokinya yang muda berumur antara 10-16 tahun. Selain itu, joki juga tidak menggunakan pelana.

Adat dan kesenian[sunting | sunting sumber]

Didong merupakan salah satu kesenian asli yang berasal dari daerah dataran tinggi ini. Sekelompok orang duduk bersila membentuk lingkaran. Salah seorang ceh akan mendendangkan syair-syair dalam bahasa Gayo dan anggota yang lain akan mengiringi dengan tepukan tangan dan tepukan bantal kecil dengan ritma yang harmoni.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Aceh Tengah memiliki sebuah universiti yang bernama Universitas Gajah Putih.

Tokoh terkenal[sunting | sunting sumber]

  • Salman Yoga S (S. Yoga), sasterawan.
  • Fikar W. Eda, pemuisi.
  • Iwan Gayo, wartawan dan penyunting.
  • Lesik Keti Ara (L.K. Ara), penyair.
  • Ibrahim Kadir, penyair dan pelakon.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Sumber[sunting | sunting sumber]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pautan luar[sunting | sunting sumber]