Narsisisme

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search
Narciso (1594-1596), karya Michelangelo Merisi da Caravaggio.

Narsisisme (Bahasa Inggeris: narcissism, Bahasa Belanda: narcisme) adalah perasaan cinta sehingga taksub terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist).

Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud merujuk kepada Narkissos, seorang watak dalam mitologi Yunani yang dikisahkan terlalu taksub penampilan dirinya sehingga diumpan mencintai bayangannya sendiri di kolam; ketaksuban diri memakan dirinya sehingga mati lalu mayatya bercambah sekuntum bunga.[1]

Gambaran umum[sunting | sunting sumber]

Sifat narsisisme sudah lazim ada dalam setiap orang manusia sejak lahir[2], bahkan Andrew Morrison berpendapat bahswa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara keperluan dalam hubungannya dengan orang lain[3]. Narsisisme memiliki sebuah peranan yang sehat dalam artian membiasakan seseorang untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya bahagia.[4] Namun apabila jumlah perasaan ini berlebihan melepasi tahap yang dibenarkan, perasaan ini dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis. Kelainan keperibadian atau bisa disebut juga penyimpangan keperibadian merupakan istilah umum untuk jenis penyakit mental seseorang, di mana pada kondisi tersebut cara bertikir, cara memahami situasi dan kemampuan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi normal. Kondisi itu membuat seseorang memiliki sifat yang menyebabkan diri merasa dan berperilaku dengan cara-cara yang menyedihkan, membatasi kemampuannya untuk dapat berperan dalam suatu hubungan.

Seseorang yang narsistik biasanya terlihat memiliki rasa percaya diri yang sangat kuat, tetapi apabila narsisme yang dimilikinya sudah mengarah pada kelainan yang bersifat patologis, maka rasa percaya diri yang kuat tersebut dapat digolongkan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tidak sehit, karena hanya memandang dirinya sebagai yang paling hebat dari orang lain tanpa bisa menghargai orang lain.[5] Selain itu, seseorang dengan sifat narsis yang berlebihan memiliki kecenderungan untuk meninggikan dirinya di hadapan orang lain, menjaga harga dirinya dengan merendahkan orang lain saat orang lain memiliki kemampuan atau hal yang lebih baik darinya, bahkan tidak segan untuk mengasingkan orang lain untuk memperoleh kemenangan.[1]

Beberapa teori yang berlaku saat ini menyatakan bahwa penyebab peraana dipengaruhi beberapa hal seperti faktor biologi dan genetik, sosial malah juga keadaan psikologi dihadapi seseorang.[6]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Ann M. King, Sheri L. Johnson, Gerald C. Davison, John M. Neale . 2010 . Abnormal Psychology, 11th Edition . John Wiley & Sons, Inc. ISBN 978-0-470-43314-0
  2. ^ Freud, Sigmund (1914). On Narcissism: An Introduction. 
  3. ^ Morrison, Andrew (1997). Shame: The Underside of Narcissism. The Analytic Press. ISBN 0-88163-280-5. 
  4. ^ http://lexdepraxis.wordpress.com/2009/09/18/narsis-itu-sehat/
  5. ^ http://informasitips.com/kenali-lebih-jauh-ciri-ciri-penderita-narsis/
  6. ^ http://psychcentral.com/disorders/narcissistic-personality-disorder-symptoms/

Templat:Tunas-psikologi