Masako Owada

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Lompat ke: pandu arah, cari
Masako
皇太子妃雅子
Pasangan Putera Mahkota Naruhito
Putera-puteri
Aiko, Puteri Toshi
Nama penuh
Masako Owada
Ayahanda Hisashi Owada
Bonda Yumiko Egashira
Pekerjaan Puteri mahkota Jepun

Puteri Mahkota Masako (皇太子妃雅子 Kōtaishihi Masako?, lahir 9 Disember 1963; umur 50 tahun) adalah isteri kepada Putera Mahkota Naruhito, putera pertama Maharaja Akihito dan Permaisuri Michiko, dan merupakan anggota Keluarga Diraja Jepun melalui perkahwinan.

Kehidupan awal dan pendidikan[sunting | sunting sumber]

Beliau lahir dengan nama Masako Owada (小和田 雅子 Owada Masako?), sebagai anak perempuan tertua dari Hisashi Owada, seorang diplomat senior, yang saat ini adalah Presiden Mahkamah Internasional. Beliau memiliki dua adik perempuan kembar bernama Setsuko dan Reiko.[1]

Masako tinggal di Moskow bersama orang tuanya ketika Beliau berusia dua tahun, dan menyelesaikan pendidikan taman kanak-kanak di sana. Setelah kembali ke Jepun, Beliau masuk sekolah putri swasta di Tokyo, Denenchofu Futaba, sejak sekolah dasar sampai tahun kedua sekolah menengah atas. Masako dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat ketika ayahnya menjadi dosen tamu di Universitas Harvard dan wakil duta besar Jepun untuk Amerika Serikat. Pada tahun 1981, Beliau lulus dari Belmont High School. Masako juga menjadi presiden National Honor Society di sekolah menengah atas tersebut.[2]

Masako meraih gelar BA di bidang Ekonomi secara magna cum laude dari Universitas Harvard dan mengambil kuliah namun menyelesaikan pasca sarjana Hubungan Internasional di Balliol College, Universitas Oxford. Beliau juga sempat belajar sebentar di Universitas Tokyo, dalam rangka persiapan ujian masuk ke Departemen Luar Negeri Jepun.[3]

Selain bahasa Jepun, Beliau juga fasih berbahasa Inggris dan Perancis, serta disebutkan menguasai percakapan standard dalam bahasa Jerman, Rusia, dan Spanyol.[4][5]

Karier[sunting | sunting sumber]

Sebelum berkahwin, Masako bekerja di Departemen Luar Negeri Jepun, di mana ayahnya menjabat sebagai Direktur Jenderal dan Wakil Menteri.[6] Selama kariernya di sana, Masako bertemu dengan banyak pemimpin dunia, antara lain Presiden AS Bill Clinton dan Presiden Rusia Boris Yeltsin. Beliau juga berperan sebagai penerjemah dalam perundingan Jepun dan Amerika Serikat mengenai superkonduktor.

Konstitusi Jepun tidak mengizinkan anggota keluarga kemaharajaan untuk terlibat dalam kegiatan politik. Dalam hal ini, putera Mahkota pernah mengeluarkan komentar keprihatinannya atas ketidaknyamanan dan tekanan yang dialami oleh istrinya akibat pengaturan oleh Biro Rumah Tangga Kemaharajaan, serta tentang keinginan istrinya untuk menjalani kehidupan sebagai seorang diplomat.[7]

Pernikahan dan keluarga[sunting | sunting sumber]

Bendera Puteri Mahkota Jepun

Masako pertama kali bertemu dengan Putra Mahkota Naruhito ketika Beliau menjadi mahasiswa di Universitas Tokyo pada bulan November 1986, meskipun beberapa orang mengatakan bahwa mereka sebelumnya pernah bertemu ketika ayahnya bertugas sebagai pendamping untuk anggota keluarga maharaja. Masako dan Putra Mahkota terlihat bersama-sama beberapa kali di depan umum sepanjang tahun 1987.[1] Pada tanggal 9 Juni 1993, mereka menikah dalam sebuah upacara pernikahan tradisional Jepun.[8] putera Mahkota dan Putri Mahkota mempunyai seorang anak, Putri Aiko (gelar resminya adalah Toshi no Miya, atau Putri Toshi), lahir pada tanggal 1 Desember 2001.[9][10]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Masako secara umum tidak tampil di muka publik sejak tahun 2002. Beliau diperkirakan mengalami tekanan emosional yang menurut banyak pihak disebabkan oleh tuntutan untuk menghasilkan pewaris tahta laki-laki, serta dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai anggota keluarga kemaharajaan.[11][12] Beliau didiagnosis menderita gangguan penyesuaian (adjustment disorder) pada bulan Juli 2004, dan dilaporkan sedang menjalani pengobatan.[13][14][15]

Pada 11 Juli 2008, Putra Mahkota Naruhito meminta publik untuk memahami keadaan istrinya yang menderita sakit tersebut. Beliau membuat pernyataan dalam kunjungan selama 8-hari di Spanyol, tanpa Masako:[16]

Saya ingin publik mengerti bahwa Masako terus berupaya secara maksimal dengan bantuan dari orang-orang di sekelilingnya. Mohon terus mengawasinya secara baik dan dalam jangka panjang.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. 1.0 1.1 "The Princess Bride". People Magazine. June 21, 1993. http://www.people.com/people/archive/article/0,,20110658,00.html. 
  2. "Oft Rejected, Japan's Crown Prince Gets a 'Yes' from a Harvard Grad" People Magazine. 25 Januari 1993. Diakses 4 November 2009.
  3. "Weight of Imperial world on Princess Masako" The Japan Times. 19 Mei 2009. Diakses 4 November 2009.
  4. Hills, Ben (2006). Princess Masako: Prisoner of the Chrysanthemum Throne. VNU Business Media, Inc.. m/s. 336. ISBN 1585425680. http://books.google.com/books?id=zyg5_SYNe6UC&pg=PA110&lpg=PA110&dq=german,+Russian+and+Spanish+masako&source=bl&ots=RQRzBXxIpf&sig=sosmZiMcarzaQRWqQ7A1tQeehGQ&hl=en&ei=8tjxSta3KoeEswPW2-34AQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=2&ved=0CA4Q6AEwAQ#v=onepage&q=German%2C%20Russian%20and%20Spanish&f=false. 
  5. Ruoff, Kenneth (2003). The People's Emperor: Democracy and the Japanese Monarchy, 1945-1995. VNU Business Media, Inc.. m/s. 331. ISBN 0674008405. http://books.google.com/books?id=aE4tpq4D2RAC&pg=PA249&dq=%22Crown+Princess+Masako%22&as_brr=0#v=onepage&q=%22Crown%20Princess%20Masako%22&f=false. 
  6. "The Imperial Family". Japan Zone.
  7. Airing wife's troubles a turning point: prince The Age. 24 Februari 2005. Diakses 4 November 2009.
  8. Hills, Ben (2006). Princess Masako: Prisoner of the Chrysanthemum Throne. VNU Business Media, Inc.. m/s. 336. ISBN 1585425680. http://books.google.com/books?id=zyg5_SYNe6UC&pg=PA101&lpg=PA101&dq=Princess+Masako&source=bl&ots=RQRwFSyGo9&sig=kC6hZHHWaEESB9C7JF1A3c3qtjo&hl=en&ei=cmzJSqKAOIeEswOh25yiBQ&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=14#v=onepage&q=june%201993&f=false. 
  9. Girl Born to Japan's Princess New York Times. 1 Desember 2001. Diakses 4 November 2009.
  10. Asia: Japan: A Name For The Royal Baby New York Times. 8 Desember 2001. Diakses 4 November 2009.
  11. "Japan princess makes rare solo public visit" AFP. 2 Maret 2009. Diakses 4 November 2009.
  12. "Tabloids turn against the Crown Princess Masako" The Times. 5 Februari 2008. Diakses 4 November 2009.
  13. Royal wives seek new role in monarchies 13 Juli 2004. China Daily. Diakses 4 Oktober 2009.
  14. Princess trapped by palace guard 3 Februari 2006. BBC News. Diakses 4 Oktober 2009.
  15. Mie SAKAMOTO. "'Imperial diplomacy' proves elusive dream". The Japan Times Online. The Japan Times. Diarkibkan daripada yang asal pada 2012-07-15. https://archive.is/9IEe. Capaian 2008-06-16. 
  16. Japan's crown prince seeks public understanding for ailing princess GMA News and Public Affairs. 11 Juli 2008. Diakses 4 November 2009.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pautan luar[sunting | sunting sumber]