Kabupaten Poso

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Lompat ke: pandu arah, cari

Koordinat: 1°22′59″S 120°44′45″E / 1.38306°S 120.74583°E / -1.38306; 120.74583

"Poso" dilencongkan ke sini. Untuk kegunaan lain, sila lihat Poso (nyahkekaburan).
Kabupaten Poso
Locator Kabupaten Poso.svg
Peta lokasi Kabupaten Poso
Koordinat:
Provinsi Sulawesi Tengah
Ibu kota Poso Kota
Pemerintahan
 - Bupati Darmin Sigilipu
Luas 24,197 km²
Populasi
 - Total 132,032 orang (2000)
 - Kepadatan 5
Demografi
Pembagian administratif
 - Kecamatan 19
Simbol khas daerah

Kabupaten Poso ialah sebuah kabupaten di wilayah Sulawesi Tengah, Indonesia. Ibu kota kabupaten sekaligus pusat pentadbiran terletak di Kota Poso. Daerah ini mempunyai luas sebesar 7112,25 km persegi dan mempunyai penduduk sebanyak 235.567 jiwa pada tahun 2016. Poso adalah daerah yang luas ke-3, ramai penduduk ke-11, dan mempunyai penduduk terbanyak ke-5 di Sulawesi Tengah. Kabupaten Poso terdiri dari 19 kecamatan dan 170 desa/kelurahan. Poso bersempadan dengan Parigi Moutong di bahagian barat laut, Sigi di bahagian barat, Sulawesi Selatan di bahagian barat daya dan selatan, Morowali Utara di bahagian tenggara dan timur, serta Tojo Una-Una di bahagian timur laut.[lower-alpha 1]

Pada akhir abad ke-19, Belanda mula mengembangkan pengaruhnya di Sulawesi Tengah. Orang Eropah pertama yang melawat wilayah Poso adalah J.C.W.D.A. van der Wijck yang tiba di Danau Poso pada bulan September 1865.[2] Pada tahun 1892, mubaligh sekaligus penyelidik Belanda A.C. Kruyt tiba di Poso untuk meneliti wilayah ini sekaligus menyebarkan agama Kristian. Pasukan Belanda memasuki Poso pada tarikh 1 Mac 1895. Pada tahun 1905, Poso berjaya ditundukkan secara sepenuhnya oleh pasukan Belanda yang dipimpin H.J. Voskuil.[lower-alpha 2]

Kabupaten Poso akhir-akhir ini sering diliput di dalam berita kerana merupakan tempat pertikaian antara umat Kristian dan umat Islam. Untungnya pada masa ini ada pula upaya perdamaian antara kedua belah pihak.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan garis lintang dan garis bujur, wilayah Kabupaten Poso terletak pada koordinat 1°06 '44,892 "-2°12' 53,172" LS dan 120°05 '96 "- 120°52' 4.8" BT. Berdasarkan letak astronomisnya, panjang wilayah Kabupaten Poso dari ujung barat hingga ujung timur dijangka jaraknya kurang lebih 86,2 km. Lebarnya dari utara ke selatan dengan jarak kurang lebih 130 km.[4]

Berdasarkan kedudukan geografi, Kabupaten Poso pada umumnya terletak di kawasan hutan dan lembah pergunungan. Dan kawasan lain terletak pada pesisir pantai yang sebahagian terletak di perairan Teluk Tomini.

Secara geologi, wilayah Kabupaten Poso terletak pada deretan pergunungan lipatan, yakni pergunungan Fennema I,[5] pergunungan Fennema II,[6] dan Tineba[7] di bahagian barat; pergunungan Takolekaju[8] di bahagian barat daya, pergunungan Verbeek[9] di bahagian tenggara, dan pergunungan Pompangeo[10] di bahagian timur laut. Wilayah Kabupaten Poso sebahagian besar merupakan kawasan pergunungan dan berbukit, dengan ketinggian wilayah pada umumnya berada diatas 500 meter dari permukaan laut.[4]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Keadaan iklim di Kabupaten Poso dikenali dengan iklim hujan tropika kerana pada bahagian utara wilayah ini dilalui oleh garis khatulistiwa. Berdasarkan pengamatan melalui Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kasiguncu Poso pada tahun 2010, secara umum rata-rata suhu udara maksimum/minimum berada pada 31.76°C dan 20.29°C. Pada tahun 2015, secara umum rata-rata suhu udara maksimum/minimum berada pada 31.98°C dan 23.42°C. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, suhu udara rata-rata tidak banyak mengalami perubahan.[4]

Kelembaban udara selama tahun 2015 rata-rata berkisar antara 76-85 peratus. Sedangkan jika dibandingkan kelembaban udara tahun 2014 rata-rata berkisar antara 73-84 peratus. Rata-rata penyinaran matahari setiap bulan sejak lima tahun terakhir berkisar antara 37-80 peratus. Dan pada tahun 2015 penyinaran matahari terendah sekitar 37 peratus pada bulan Julai dan tertinggi pada bulan November yaitu sekitar 80 peratus.[4]

Data iklim untuk Poso, Sulawesi Tengah, Indonesia
Bulan Jan Feb Mac Apr Mei Jun Jul Ogo Sep Okt Nov Dis Tahun
Purata tinggi °C (°F) 30.6
(87.1)
30.7
(87.3)
30.9
(87.6)
31.0
(87.8)
31.1
(88)
30.3
(86.5)
29.7
(85.5)
30.8
(87.4)
31.2
(88.2)
32.2
(90)
31.8
(89.2)
31.1
(88)
30.95
(87.71)
Min harian °C (°F) 26.8
(80.2)
26.8
(80.2)
27.0
(80.6)
27.0
(80.6)
27.4
(81.3)
26.6
(79.9)
25.9
(78.6)
26.6
(79.9)
26.7
(80.1)
27.5
(81.5)
27.5
(81.5)
27.1
(80.8)
26.91
(80.44)
Purata rendah °C (°F) 23.0
(73.4)
23.0
(73.4)
23.1
(73.6)
23.1
(73.6)
23.7
(74.7)
23.0
(73.4)
22.2
(72)
22.5
(72.5)
22.3
(72.1)
22.9
(73.2)
23.2
(73.8)
23.2
(73.8)
22.93
(73.28)
Kerpasan mm (inci) 162
(6.38)
157
(6.18)
247
(9.72)
291
(11.46)
253
(9.96)
256
(10.08)
219
(8.62)
193
(7.6)
201
(7.91)
144
(5.67)
197
(7.76)
197
(7.76)
2,517
(99.09)
Kelembapan 84.5 84.2 84.1 84.3 83.7 83.2 81.2 78.7 78.2 79.9 82.5 84.4 82.41
Sumber #1: Climate-Data.org (temperatur & presipitasi)[11]
Sumber #2: Weatherbase (kelembaban)[12]

Kerpasan terendah berlaku pada bulan Oktober, dengan rata-rata 144 mm. Pada April, kerpasan mencapai kemuncaknya, dengan rata-rata 291 mm. Dengan suhu rata-rata 27.5 °C, Oktober adalah bulan yang paling hangat sepanjang tahun; dan dengan suhu rata-rata 25.9 °C, Julai adalah bulan paling sejuk sepanjang tahun. Di antara bulan terkering dan bulan paling basah, perbezaan dalam pemendakan ialah 147 mm. Variasi dalam suhu tahunan adalah kira-kira 1.6 °C.[11]

Kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Bupati Kepala Daerah yang pernah memerintah di Kabupaten Poso:

  • Rajawali Pusadan (1948-1952)
  • Abdul Latif Daeng Masiki (1952-1954)
  • Alimoeddin Daeng Matiro (1954-1956)
  • Djafar Lapasere (1956-1957)
  • S. Kabo (1957-1959)
  • A. Wahab (1959-1960)
  • Ngitung (1960-1962)
  • B.L. Sallata (1962-1966)
  • Galib Lasahido (1967-1973)
  • Marto Herlan Koeswandi (1973-1984)
  • Soegiono (1984-1988)
  • J.W. Sarapang (1988-1989)
  • Arief Patanga (1989-1999)
  • Haryono (1999)
  • Abdul Muin Pusadan (1999-2004)
  • Andi Azikin Sayuti (2004-2005)
  • Piet Ingkiriwang (2005-2015)
  • Sin Songgo (2015-2016)
  • Darmin Sigilipu (2016 - sekarang)

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Nota[sunting | sunting sumber]

  1. Data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Poso dan Sulawesi Tengah, yang diambil pada tahun 2015.[1]
  2. H.J. Voskuil nanti akan menjadi kontrolir ke-6 yang berkuasa di Poso, menggantikan F.H. Dumas[3].

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. "Provinsi Sulawesi Tengah dalam Angka 2016" (PDF). Badan Pusat Statistik Sulawesi Tengah.  dicapai pada 15 Desember 2016
  2. Sarasin & Sarasin 1905, ms. 240.
  3. "Menghadapi Ekspedisi Tentara Belanda dalam Perang Lamba". Poso Mori.  dicapai pada 11 Oktober 2016
  4. 4.0 4.1 4.2 4.3 "Kabupaten Poso dalam Angka 2016" (PDF). BPS Kabupaten Poso.  dicapai pada 16 Agustus 2016
  5. "Pegunungan Fennema I di Geonames". Geonames.  dicapai pada 23 September 2016
  6. "Pegunungan Fennema II di Geonames". Geonames.  dicapai pada 23 September 2016
  7. "Pegunungan Tineba di Geonames". Geonames.  dicapai pada 23 September 2016
  8. "Pegunungan Takolekaju di Geonames". Geonames.  dicapai pada 23 September 2016
  9. "Pegunungan Verbeek di Geonames". Geonames.  dicapai pada 23 September 2016
  10. "Pegunungan Pompangeo di Geoview". Geoview.  dicapai pada 23 September 2016
  11. 11.0 11.1 "Iklim: Poso". Climate-Data.org. Dicapai pada 22 September 2016. 
  12. "POSO, INDONESIA". Weatherbase. Dicapai pada 22 September 2016. 

Senarai pustaka[sunting | sunting sumber]

Abubakar, Jamrin (2015). 15 Tokoh Bersejarah Provinsi Sulawesi Tengah. Palu: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Sulawesi Tengah. ISBN 978-602-1158-09-8. 
Adriani, Nicolaus (1919). Posso (Midden-Celebes). Den Haag: Zendingsstudie-Raad. 
Adriani, Nicolaus; Kruyt, Albertus Christiaan (1912). De Bare'e sprekende Toradja's van Midden-Celebes. Batavia: Landsdrukkerij. 
Henley, David (2005). Fertility, Food and Fever: Population, Economy and Environment in North and Central Sulawesi, 1600-1930. Leiden: KITLV Press. ISBN 906-7182-09-5. 
Kaudern, Walter (1925a). Ethnographical studies in Celebes: results of the author's expedition to Celebes, 1917-1920 - Structures and settlements in Central Celebes 1. Göteborg: Elanders Boktryckeri Aktiebolag. 
Kaudern, Walter (1925b). Results of the author's expedition to Celebes, 1917-1920: Migrations of the Toradja in Central Celebes 2. Den Haag. 
Kaudern, Walter (1927). Results of the author's expedition to Celebes, 1917-1920: Musical Instruments in Celebes 3. Göteborg: Elanders Boktryckeri Aktiebolag. 
Kaudern, Walter (1929). Ethnographical studies in Celebes: results of the author's expedition to Celebes, 1917-1920 - Games and Dances in Celebes 4. Göteborg: Elanders Boktryckeri. 
Kaudern, Walter (1938). Ethnographical studies in Celebes: results of the author's expedition to Celebes, 1917-1920 - Megalithic Finds in Central Celebes 5. Göteborg: Elanders Boktryckeri Aktiebolag. 
Kahn, Joel S. (1998). Southeast Asian Identities: Culture and the Politics of Representation in Indonesia, Malaysia, Singapore, and Thailand. Singapura: I.B.Tauris. ISBN 1-86064-243-8. 
Kruyt, Albertus Christiaan (2008). Keluar dari Agama Suku, Masuk ke Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia. ISBN 979-6873-37-0. 
Kutoyo, Sutrisno (2005). Sejarah Daerah Sulawesi Tengah. Jakarta: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tengah. 
Mahid, Syakir; Sadi, Haliadi; Darsono, Wilman (2012). Sejarah Kerajaan Bungku. Yogyakarta: Penerbit Ombak. ISBN 978-602-7544-09-3. 
Raven, H.C. (1926). The Stone Images and Vats of Central Celebes. New York: Museum Nasional Sejarah Amerika. 
Sadi, Haliadi; Mahid, Syakir; Ibrahim, M. Anas (2007). Gerakan pemuda Sulawesi Tengah (GPST) di Poso, 1957-1963: perjuangan anti Permesta dan pembentukan Provinsi Sulawesi Tengah. Yogyakarta: Penerbit Ombak. ISBN 978-979-3472-70-6. 
Sarasin, Paul; Sarasin, Fritz (1905). Reisen in Celebes. Wiesbaden: Kreidel.