Maluku
Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.
|
|
|
| Rencana ini sedang diusahakan oleh: EdmundEzekielMahmudIsa |
Maluku merupakan sebuah Daerah Tingkat I, yang berstatus provinsi di Indonesia, dengan Ambon sebagai ibu kotanya. Sebelum dimekarkan, Maluku meliputi pula wilayah Maluku Utara sekarang, atau yang termasuk ke dalam Kepulauan Maluku.
Senarai kandungan |
[sunting] Sosial Budaya
[sunting] Kaum
Kaum Maluku merupakan salah satu suku kaum Melanesia Pasifik, yang masih berkerabat dengan Fiji, Tonga, dan beberapa bangsa kepulauan yang tersebar di kepulauan Lautan Pasifik.
Banyak bukti kuat yang merujuk bahawa Maluku memiliki ikatan tradisi dengan bangsa-bangsa kepulauan Pasifik, seperti bahasa, lagu-lagu daerah, makanan, serta perangkat peralatan rumah tangga, dan alat musik khas, contohnya Ukulele (yang terdapat pula dalam tradisi budaya Hawaii).
Mereka lazimnya mempunyai kulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar dan kuat, dan profil tubuh yang lebih atletik berbanding dengan kaum-kaum lain di Indonesia, kerana mereka merupakan suku kaum kepulauan yang mana aktiviti laut seperti berlayar dan berenang merupakan kegiatan utama bagi kaum pria.
Pada masa kini, banyak di antara mereka yang sudah memiliki darah campuran dengan suku lain, perkahwinan dengan suku Minahasa, Sumatra, Jawa, bahkan dengan bangsa Eropah (lazimnya Belanda) sudah lazim pada masa kini, dan melahirkan keturunan-keturunan baru, yang mana sudah bukan kaum Melanesia tulen lagi.
[sunting] Bahasa
Bahasa Melayu Ambon merupakan salah satu bentuk bahasa Melayu, begitu juga dengan Bahasa Indonesia. Sejak dahulu kala Bahasa Melayu teragih dan dipakai penutur-penuturnya di beragam daerah di Indonesia dan Asia Tenggara, seperti:
- P. Sumatera (Sumatera Utara, [[Kepulauan Riau, Jambi),
- P. Jawa (Melayu Jakarta),
- Nusa Tenggara Timur (Bahasa Melayu Kupang), Makassar,
- Maluku: Melayu Ambon, Melayu Dobo
- Maluku Utara: Ternate
- Malaysia, Brunei, Filipina dsb.[1]
[sunting] Sejarah Bahasa Melayu Ambon dan Bahasa Indonesia Baku
Bahasa Melayu berasal dari barat Indonesia (dulu disebut barat Nusantara) dan telah berabad-abad menjadi bahasa antara suku di seluruh kepulauan Nusantara. Sebelum bangsa Portugis menjejaki Ternate pada tahun 1512, bahasa Melayu telah digunakan di Maluku sebagai bahasa perdagangan.
Bahasa Melayu Ambon berbeza dengan bahasa Melayu Ternate kerana pada zaman dahulu suku-suku di Ambon dan yang tentunya mempengaruhi perkembangan bahasa Melayu Ambon sangat berbeza dengan suku-suku yang ada di Ternate. Misalnya bahasa Melayu Ambon mendapat banyak dipengaruhi oleh bahasa Melayu Makassar. Kemudian pada abad ke-16, Portugis menjajah Maluku sehingga banyak kosa kata bahasa Portugis memasuki bahasa Melayu Ambon. Akhirnya orang Belanda memasuki Maluku, sehingga ada banyak kosa kata serapan daripada bahasa Belanda yang diterima ke dalam bahasa Melayu Ambon. Pada zaman Belanda inilah, bahasa Melayu Ambon dipakai sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah, di gereja-gereja, dan juga dalam terjemahan beberapa kitab dari Alkitab. Bahasa Indonesia yang baku[1] biasanya digunakan di seluruh Republik Indonesia dalam situasi rasmi, atau dengan kata lain dalam konteks formal, seperti di sekolah-sekolah dan di kantor-kantor pemerintah.
[sunting] Perbezaan antara Bahasa Melayu Ambon dan Bahasa Indonesia Baku
Silahkan merujuk pada
- R.Bolton, M. Riupassa dan J. Tjia. Pedoman Membaca dan Menulis Bahasa Ambon (Edisi Percobaan) (booklet). Mei 2005. 24 Halaman
- Don van Minde. Melayu Ambong: Phonology, Morphology, Syntax. Penerbit: Research School CNWS, Leiden University. The Netherland: 1997. 390 Halaman. ISBN 90-73782-94-5
[sunting] Agama
Kebanyakan penduduk di Maluku memeluk agama Kristian atau Islam. Hal ini disebabkan oleh pengaruh penjajahan Portugis dan Sepanyol sebelum Belanda yang telah menyebarkan agama Kristian, dan pengaruh Kesultanan Ternate dan Tidore yang menyebarkan agama Islam di wilayah Maluku serta Pedagang Arab di pesisir Pulau Ambon dan sekitarnya sebelumnya.
[sunting] Perikanan
[sunting] Sosial Budaya
Dalam masyarakat Maluku dikenal suatu sistem hubungan sosial yang disebut Pela
[sunting] Pemerintahan
[sunting] Kabupaten dan Kota
Templat:Daftar Daerah Tingkat II Maluku
[sunting] Daftar Gabernor
| No. | Tempoh | Nama Gabernor | Keterangan |
| 1 | 1950 - 1955 | Mr. J.J. Latuharhary | |
| 2 | 1955 - 1960 | M. Djosan | |
| 3 | 1960 - 1965 | Muhammad Padang | |
| 4 | 1965 - 1968 | G.J. Latumahina | |
| 5 | 1968 - 1973 | Soemitro | |
| 6 | 1973 - 1975 | Soemeru | |
| 7 | 1975 - 1980 | Hasan Slamet | |
| 8 | 1980 - 1985 | Hasan Slamet | |
| 9 | 1985 - 1990 | Sebastian Soekoso | |
| 10 | 1990 - 1993 | Sebastian Soekoso | |
| 11 | 1993 - 1998 | M. Akib Latuconsina | |
| 12 | 1998 - 2003 | Dr.M.Saleh Latuconsina | |
| 13 | 2003 - 2008 | Brigjen TNI (Purn) Karel Alberth Ralahalu |
[sunting] Perekonomian
Secara makro ekonomi, kondisi perekonomian Maluku cenderung membaik setiap tahun. Salah satu indikatornya antara lain, adanya peningkatan nilai PDRB. Pada tahun 2003 PDRB Provinsi Maluku mencapai 3,7 triliun rupiah kemudian meningkat menjadi 4,05 triliun tahun 2004. Pertumbuhan ekonomi di tahun 2004 mencapai 4,05 persen dan meningkat menjadi 5,06 persen pada 2005. Namun lapangan kerja diharapkan masih akan meningkat khususnya lewat investasi swasta.
[sunting] Tenaga kerja
[sunting] Pertanian dan perkebunan
[sunting] Hutan dan ikan
[sunting] Industri
[sunting] Jasa
[sunting] Energi
Kepulauan Indonesia bagian timur umumnya mengalami dampak benturan lempeng Pasifik, lempeng India-Australia dan lempeng Eurasia relatif lebih intensif yang menyebabkan wilayah ini menjadi salah satu yang sangat dinamis dengan berbagai jenis bahan tambang. Pulau Halmahera pada lengan bagian barat laut didominasi oleh batuan vulkanik kalsium-alkalin berumur kwarter yang terdiri dari lava breksi dan tufa andesitik-basaltik dikenal dengan formasi Kayasa dan Togawa. Sedangkan pada lengan bagian selatan didominasi oleh batuan sedimen dan batuan vulkanik menengah berumur tersier. Sebagian besar daerah yang sedang berkembang setelah pasca konflik horizontal tahun 1999, membuktikan bahwa sesungguhnya membawah dampak positif yang global contonya Kota Ternate, kota yang kecil tapi menyimpan segudang potensi yang dibelum digarap secara optimal baik bahan yang bisa diperbaharui dan bahan barang tambang yang tidak dapat diperbaharui.


