Paralel utara ke-38
Paralel utara ke-38 (Hangul: 삼팔선/Sampalseon, Hanja: 八線/Samp'alsŏn) ialah satu bulatan latitud khayalan yang berada pada lintang 38 darjah sebelah utara garisan khatulistiwa Bumi. Paralel ke-38 amat penting dalam sejarah terkini Korea.
Bermula di Garisan Meridian Pangkal yang menghadap ke arah timur, paralel 38° utara melintasi:
- Laut Tengah;
- Itali (Sicily dan sejumlah kecil daratan utama;
- Laut Ionia;
- Yunani;
- Laut Aegean;
- Turki;
- Iran;
- Laut Kaspia;
- Turkmenistan;
- Uzbekistan;
- Tajikistan;
- Afghanistan;
- Republik Rakyat China;
- Laut Kuning;
- Korea Utara;
- Korea Selatan;
- Laut Jepun;
- Jepun (Honshū);
- Lautan Pasifik;
- Amerika Syarikat;
- Lautan Atlantik;
- Portugal (melintas antara Pulau São Miguel and Pico di Azores, dan melewati daratan utama);
- Sepanyol.
Korea [sunting]
Paralel utara ke-38 pertama kali diusulkan sebagai garis pemisah untuk Korea pada tahun 1902. Rusia sedang mencuba menarik Korea di bawah kendalinya, sementara Jepun hanya menjamin pengakuan haknya di Korea dari British. Dalam mencegah konflik apapun, Jepun mengusulkan Rusia bahawa kedua belah pihak memecah Korea ke dalam lingkungan pengaruh yang berbeza sepanjang paralel ke-38. Namun, tidak ada persetujuan rasmi tercapai, dan Jepun kemudian mengambil kendali penuh atas Korea.
Setelah penyerahan Jepun pada tahun 1945, paralel itu dinyatakan sebagai persempadan oleh Dean Rusk dand Charles Bonesteel dari US State-War Navy Coordinating Committee di Washington, selama malam 10-11 Ogos 1945 4 hari sebelum pembebasan penuh atas Korea. Paralel itu membagi semenanjung itu sepenuhnya menjadi 2 bagian. Pada tahun 1948, garis pembagi itu menjadi perbatasan antara negara Korea Utara dan Korea Selatan yang baru merdeka. Di akhir Perang Korea (1950-1953), sebuah persempadan baru didirikan melalui pertengahan Zon Bebas Tentera, yang memotong paralel ke-38 dalam sudut lancip, dari tenggara ke timur laut. paralel ke-38 juga tempat di mana gencatan senjata diserukan untuk mengakhiri konflik.
- Lihat juga: Pembahagian Korea dan Panmunjeom
Lihat juga [sunting]
Rujukan [sunting]
- Oberdorfer, Don. The Two Koreas: A Contemporary History. (1997)