Keladi Cina

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search

Keladi Cina
Songe-Réunion.JPG
Pengelasan saintifik
Alam:
(tanpa pangkat):
(tanpa pangkat):
Order:
Keluarga:
Subkeluarga:
Tribus:
Genus:
Spesies:
C. esculenta
Nama binomial
Colocasia esculenta
Umbisi

Keladi Cina,[1] keladi talas (juga talas sahaja),[2] keladi minyak atau nama saintifiknya Colocasia esculenta merupakan sejenis keladi yang boleh dimakan. Batang dan ubinya boleh dijadikan sayur. Ubinya boleh direbus, digoreng atau dikukus serta dibuat kuih muih. Ubinya juga boleh dijadikan makanan ringan waktu petang atau kerepek. Keladi ini mudah dijumpai di kawasan berair di kawasan Khatulistiwa di Asia Tenggara.

Penamaan[sunting | sunting sumber]

Tumbuhan ini dikenali dengan banyak nama serumpun serata Nusantara termasuk:[3]

Taksonomi[sunting | sunting sumber]

Pelat botani

Pokok ini merupakan sejenis tumbuhan herba dengan umbisi yang tumbuh di bawah tanah. Ia bisa tumbuh setinggi 0.4 hingga 1.5 meter.Dedaunnya 2-5 helai dengan tangkai berwarna hijau bergaris hijau tua atau keunguan, kelebaran ia boleh mencecah sekitar 23 hingga 150 sentimeter. pangkalnya berbentuk pelepah; helaian daun 6.60 × 7.53 cm, bundar telur, jorong, atau lonjong, dengan hujung yang meruncing, kadang-kadang berwarna keunguan di sekitar menancapnya tangkai, sisi bawahnya berlilin, taju pangkalnya membulat.[4]

Perbungaan terjadi di dalam bunga dasarnya dengan tangkai sepanjang 15-60 sm. Seludang bunga ia berukuruan 10 hingga 30 sm, dan ia terdiri atas dua bahagian, di mana salah satu daripadanya lebih panjang, kuning jingga dan rontok. Tongkol berwarna mentega pada bagian jantannya. Buah buni berwarna hijau, lk. 0,5 cm. Biji berbentuk gelendong, beralur membujur.[4]

Penanaman & macam-macamnya[sunting | sunting sumber]

Diketahui ada 4 jenis keladi talas yang diperjatikan :[5]

  • Talas pandan: baunya ibarat pandan wangi kalau sudah direbus. Ciri-cirinya, berwarna sedikit ungu, dan pangkal pelepahnya berwarna agak merah.
  • Talas ketan: agak lekat (lengket) seperti ketan saat sudah direbus. Warnanya hijau muda dan kerap membuat pucuk sulur banyak sekali. Suatu tanaman dikultivarkan Balai Penelitian Pertanian di Bogor diberi nama talas bogor atau talas lambao adalah hasil seleksi, yang dulu dikenal dengan nama Algemene Proefstation de Landbouw.
  • Talas banteng: besar umbinya tetapi tidak enak rasanya. Tangkainya kelihatan warna warna ungu.
  • Talas lahun anak: talas ini punya banyak pucuk yang kecil-kecil ukurannya.

Talas yang sering dijual di pasar adalah talas pandan dan ketan. Penanaman talas hendaknya dilakukan pada permulaan musim hujan saja. Pilihlah tanah yang banyak disinari matahari untuk penanaman. Buatlah lubang sedalam 50 × 50 cm, dengan jarak antar lubang 80 cm. Kemudian, isilah lubang itu dengan baja kandang atau sampah dapur, dan timbuni tanah itu. Kemudian tancap bibit talas tersebut dengan perbandingan 2/3 bahagian badannya itu menegak.[5]

Apabila tanaman sudah berumur sebulan, sianglah semua rumput yang ada di sekitarnya. Kalau tanaman sudah berumur 2-3 bulan, iris dulu tepian batangnya. Kemudian, timbun lagi dengan tanah. Pastikan, jangan sampai terlalu banyak anakan yang tumbuh. Kalau anakan cuma satu-dua saja, masih boleh untuk persediaan bibit kelak. Pada umur 7-8 bulan, talas baru bisa dipanen. Tanaman dibongkar keseluruhannya, dan umbinya dipotong dari batangnya.[5]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Umbisi[sunting | sunting sumber]

Tumbuhan ini paling utamanya ditanam untuk mendapatkan umbinya, bahagian merupakan suatu sumber karbohidrat yang cukup penting. Namun umbi ini mengandung getah berbeda-beda ketajamannya menurut jenis yang bisa menyebabkan miang gatal, maka keladi ini harus dimasak terlebih dulu sebelum ia dapat dikonsumsi. Pemakanan ia juga tidak boleh berlebihan karena ia mengandung getah yang mengakibatkan gatal, malah ia bisa menyebabkan rasa kembung perut dan gangguan pencernaan.[6] Umbi talas dapat diolah dengan cara dikukus, direbus, dipanggang, digoreng, atau diolah menjadi tepung, bubur, dan kue-kue.

Di beberapa daerah di Indonesia di mana padi tidak dapat tumbuh, antara lain di Kepulauan Mentawai dan Papua, keladi dimakan sebagai makanan ruji, dengan cara dipanggang, dikukus, atau dimasak dalam tabung bambu. Di Hawaii dan beberapa kawasan tertentu dalam rantau kepulauan Polinesia, umbisi dikukus dan ditumbuk lumat menjadi suatu lauk yang bisa dimakan terus (seperti poi) atau ditapai untuk dimasak dalam cara tertentu.[7] Di Jawa dan juga di tempat-tempat lain di Indonesia, umbi talas dikukus atau digoreng untuk dinikmati sebagai camilan.

Daun[sunting | sunting sumber]

Di samping umbi ia, daun dan tangkai uda dapat dimanfaatkan sebagai sayuran. Sayur lompong dari Jawa Barat adalah sejenis gulai yang memanfaatkan bagian pucuk dan tangkai daun yang muda[3], dimasak dengan atau tanpa santan kelapa. Daun-daunnya yang muda terkenal sebagai pembungkus buntil yang disukai.[7]

Bahagian ini, baik yang tua mahupun yang muda, digunakan sebagai bahan dedak ternakan seperti ikan gourami dan khinzir.[7]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Hean Chooi Ong (2003). Sayuran: khasiat makanan & ubatan. Utusan Publications and Distributors Sdn Bhd. m/s. 50.
  2. ^ talas. Kamus Dewan (ed. ke-4). Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. 2017.
  3. ^ a b Heyne, K. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia (dalam bahasa Belanda). I. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. halaman 497–9. -1913: I: 156], sebagai Colocasia antiquorum Schott)
  4. ^ a b Steenis, CGGJ van. 1981. Flora, untuk sekolah di Indonesia. PT Pradnya Paramita, Jakarta. Hal. 143-4
  5. ^ a b c Soeseno, Slamet (1985). Sayur-Mayur untuk Karang Gizi. hal.105 – 107. Jakarta:Penebar Swadaya.
  6. ^ Dalimartha, Setiawan (2007). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. 4:93 – 95. Jakarta:Puspa Swara. ISBN 979-1133-14-X.
  7. ^ a b c Ralat petik: Tag <ref> tidak sah; teks bagi rujukan prosea9 tidak disediakan

Pautan luar[sunting | sunting sumber]