Peribahasa bermula dengan huruf "T" dan "U"

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Lompat ke: pandu arah, cari

Berikut ialah senarai peribahasa yang bermula dengan huruf "T" dan "U".

Tak mungkin serai berbunga lalang[sunting | sunting sumber]

  1. "Tiada rotan akar pun berguna" — Kalau tiada barang yang terbaik, barang yang kurang baik pun boleh digunakan.

U[sunting | sunting sumber]

1. Ubur-ubur airnya hitam. Maknanya: Orang yang jahat nyata pada kelakuan dan perkataannya.

2. Ucap habis niat sampai. Maknanya: Hasil yang diperoleh dengan segera.

3.Udang hendak mengatai ikan. Maknanya: Tak insaf akan kekurangan diri sendiri.

4. Udang merentak dalam tangguk. Maknanya: Tidak tenteram (gelisah, susah dan sebagainya).

5. Udang tak tahu di bongkoknya. Maknanya: Tak insaf akan kekurangan diri sendiri.

6. Ugut-ugut beruk saja. Maknanya: Menunjukkan berani pada orang yang takut padanya.

7. Uir-uir minta getah. (uir-uir - sebangsa belalang atau jengkerik yang biasa berbunyi di dalam rimba) Maknanya: Berbuat sesuatu yang membahayakan diri sendiri; perempuan yang memikat hati lelaki.

8. Ujung (hujung) lurus, pangkal berkait. Maknanya: Kelihatannya baik, tetapi di dalam hatinya jahat.

9. Ukur baju di badan sendiri. Maknanya: Kejahatan diri sendiri janganlah diukur dengan kejahatan orang lain.

10. Ukur mata dengan telinga. Maknanya: Menurut penglihatan dan pendengaran.

11. Ulam mencari sambal. Maknanya: Perempuan yang mencari lelaki.

12. Ular bercampur dengan belut, tak akan hilang bisanya. Maknanya: Orang yang jahat, jika bergaul dengan orang yang baik-baik tiada akan berubah tabiatnya.

13. Ular berkepala dua. Maknanya: Tidak tentu pihak mana yang diikuti; orang yang munafik.

14. Ular berlingkar di gulungan tikar. Maknanya: Orang jahat yang menyamarkan diri dalam kumpulan orang baik-baik.

15. Ular biar mati, tanah jangan lekuk, buluh jangan pukah. Maknanya: Menyelesaikan sesuatu perkara (menghukum, memperdamaikan) hendaklah dengan adil, sehingga kedua-dua belah pihak merasa puas hati.

16. Ular bukan, ikan pun bukan. Maknanya: Tidak dapat ditentukan baik atau buruknya.


17. Ular menyusur akar. Maknanya: Orang besar yang merendahkan diri tidak akan jatuh martabatnya.

18. Ular telan babi, cacing yang bengkak perut. Maknanya: Iri hati melihat keberuntungan orang lain.

19. Ulat dalam batu pun hidup juga. Maknanya: Orang yang rajin berusaha tidak akan mati kelaparan.

20. Ulat lupakan daun. Maknanya: Lupa akan budi baik orang.

21. Umpama anjing makan muntahnya. Maknanya: Orang yang tamak dan gelojoh tidak memilih (keji atau terlarang) apa yang akan diperbuatnya.

22. Umpama ayam menetaskan telur itik, anaknya itu ke air juga. Maknanya: Perangai atau kelakuan baka tiada siapa yang dapat mengubahnya.

23. Umpama Belanda kesiangan. Maknanya: Orang yang bertingkah laku seperti orang putih.

24. Umpama bilah atau lidi yang terselat pada dinding, dapat juga diambil akan pencungkil gigi atau pencungkil telinga.(selat - sisip, selit) Seseorang itu betapa pun bodoh atau bebalnya, pada suatu waktu ada juga gunanya.

25. Umpama buah kepayang, dimakan mabuk di buang sayang. Maknanya: Sesuatu yang amat disayangi tetapi merosakkan.

26. Untung bagai untung kapas. Maknanya: Orang yang banyak penanggungannya.

27. Untung melambung, malang menimpa. Maknanya: Mendapat kemalangan silih berganti.

28. Untung sabut timbul, untung batu tenggelam. Maknanya: Untung-untungan dalam melakukan sesuatu pekerjaan yang berbahaya dan sebagainya; tidak ada orang yang dapat menghindari nasibnya.

29. Untung sebagai roda pedati. Maknanya: Nasib manusia berputar-putar turun dan naik.

30. Untut bertambah kulitnya. Maknanya: Orang kaya bertambah kaya (kerana keuntungan baru).

31. Upah bidan pun tak terbayar. Maknanya: Anak-anak nakal yang menyusahkan ibu bapanya.

32. Upah lalu, bandar tak masuk. Maknanya: Tidak mendatangkan hasil sedikit juga, melainkan kerugian semata-mata.

33. Upas berulam racun. Maknanya: Perbuatan jahat yang tindih bertindih.

34. Usahlah teman dimandikan pagi. Maknanya: Usahlah dipermain-mainkan dengan sanjungan yang berlebih-lebihan.

35. Usang dibarui, lapuk dikajangi. Maknanya: Kebiasaan lama yang baik sudah dilupai orang dihidupkan kembali, mana-mana yang kurang baik diperbaiki.

36. Usul-usul; asal-asal; asal jangan ditinggalkan. Maknanya: Mengerjakan sesuatu hendaklah dengan hati-hati.

37. Usul menunjukkan asal. Maknanya: Sifat kelakuan seseorang itu menunjukkan asal keturunannya.

38. Utang (hutang) biduk belum langsai, utang (hutang) pengayuh datang pula. Maknanya: Hutang yang dulu belum dibayar, sudah berhutang lagi.


39. Utang (hutang) emas dapat (boleh) dibayar, utang (hutang) budi dibawa mati. Budi baik orang haruslah diingat selama-lamanya, kerana budi bahasa tak dapat dibayar dengan wang.

40. Utang (hutang) (pinjam) kayu ara. Maknanya: Hutang yang tak mungkin terbayar.

41. Utang (hutang) samir belum selesai, hutang kajang tumbuh pula. Maknanya: Hutang yang dulu belum dibayar, sudah berhutang lagi.

42. Utang (hutang) sebelit (selilit) pinggang. Maknanya: Sangat banyak hutangnya.

43. Utang (hutang) tembilang belum langsai, utang (hutang) tajak bila pula. Maknanya: Hutang yang dulu belum dibayar, sudah berhutang lagi.

44. Utang (hutang) tiap helai bulu. Maknanya: Sangat banyak hutangnya.

Pautan luar[sunting | sunting sumber]

Senarai peribahasa mengikut huruf
A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M - N - O - P - Q - R - S - T - U - V - W - X - Y - Z .