Tenda besar

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Jump to navigation Jump to search

Tenda besar merupakan salah satu konsep politik merujuk sifat sesebuah parti politik memiliki banyak pengikut dengan beragam-ragam latar belakang[1] baik secara peribadi mahupun ideologi; hal ini berbeza dengan keberadaan kelompok parti politik biasa yang tegas mempertahankan sesuatu nilai yang dianggap sesuai anggaran dasar dan hubungan.[2]

Istilah ini datang daripada Indonesia di mana konsep politik ini diperkenalkan pertama kalinya dalam rantau Nusantara[3] hasil penerjemahan kata istilah asal yang mengungkapkan konsep ini dalam bahasa Inggeris, iaitu "big tent" yang menerangkan sifat parti-parti politik ini yang memayungi banyak ideologi di bawah suatu penjenamaan seragam seakan suatu "tenda" (atau "khemah")[4] yang besar.

Mengikut negara[sunting | sunting sumber]

Amerika Syarikat[sunting | sunting sumber]

Parti Libertarian dan Parti Demokrat merupakan dua partai di Amerika Syarikat yang sering disebut partai tenda besar karena berbagai latar belakang anggota serta pengurusnya. Salah satu bukti dari hal ini adalah Ron Paul dan Gary Johnson yang pernah mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Parti Libertarian. Meskipun parti lawan menganggap kedua-dua calon ini sebagai berhaluan "liberal", namun terdapat perbedaan pandangan sesama dua orang ini: Ron Paul dikenal sangat menentang pelaksaan pengguguran kandungan yang dipandangnya dan rakan seperjuangan sebagai pencabulan hak anak-anak sedangkan Gary Johnson tiada berfahaman sebegitu.

Hal ini juga terlihat pada Parti Demokrat di zaman Franklin D. Roosevelt. Pada zaman tersebut, Parti Demokrat merupakan salah satu partai besar dengan dukungan dari berbagai lapisan kelas terutama masyarakat kelas bawahan, buruh, dan petani.

Selain itu, Parti Republikan juga dianggap sebagai partai tenda besar pada awalnya karena polisi di zaman Abraham Lincoln yang ramah terhadap kaum minoritas terutama kulit hitam (Afrika-Amerika).[5] Selain itu, pada zaman kini, parti ini dianggap memiliki fasa tenda besar karena memiliki banyak tokoh yang mempunyai ideologi politik yang beragam.[6]

United Kingdom[sunting | sunting sumber]

Pada zaman Perdana Menteri Gordon Brown (2007–2010), Parti Buruh pimpinan kabinetnya dalam kerajaan mengalami penglbatan besar-besaran melalui masuknya orang dengan berbagai-bagai latar belakang termasuk daripada parti saingannya sendiri seperit Parti Demokrat Liberal.[7]

Jerman[sunting | sunting sumber]

Di Jerman, Kesatuan Demokratik Kristian merupakan salah satu partai yang sering dianggap sebagai partai tenda besar. Hal ini dibuktikan dengan jalinan pakatan dengan CSU di Bavaria. CSU dan CDU, meskipun memiliki latar belakang yang sama bahkan di dalam parlimen mereka satu puak (CDU/CSU) memiliki banyak pandangan berpincang.

(Lihat di CDU/CSU mengenai sebab ini)

Kanada[sunting | sunting sumber]

Di Kanada, Parti Liberal dianggap sebagai mewakili suaut rangkuman bersifat tenda besar.[8]

India[sunting | sunting sumber]

Di India, Kongres Kebangsaan India merupakan salah satu parti tenda besar yang di awal pendiriannya memiliki cita-cita untuk mengusir penguasaan Raj BritishKolonial Britania Raya dan didukung oleh pelbagai pihak dengan latar belakang yang berbeda-beda.

Indonesia[sunting | sunting sumber]

Di Indonesia, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada zaman awal (Pemilihan umum 1999) dianggap sebagai salah satu representasi partai tenda besar di Indonesia kerena luasnya spektrum politik dan latar belakang kader-kader yang ada pada saat itu.[9] Hal ini dibuktikan dengan masuknya beberapa tokoh politik dari berbagai latar belakang seperti Soetardjo Soerjogoeritno, Sabam Sirait, Abdul Madjid, Aberson Marle Sihaloho, Royani Haminullah, Sukowaluyo Mintoraharjo (GMKI), Roy B.B. Janis (GMNI), Sophan Sophiaan, Alexander Litaay (GMKI), Haryanto Taslam, Noviantika Nasution, Arifin Panigoro (ITB, dan pengusaha Grup Medco), Tjahjo Kumolo (KNPI, bekas anggota Golkar),Theo Syafei (eks Pangdam Udayana), Raja Kami Sembiring Meliala (tokoh militer), Widjanarko Puspoyo (eks Golkar), Zulfan Lindan (HMI), Permadi, Meliono Soewondo (ITB), dan Heri Akhmadi (ITB, mantan aktivis mahasiswa '78).[9]

Selain itu, Golongan Karya juga sering disebut sebagai sebuah kelompol tenda besar karena beberapa kadernya memiliki berbagai latar belakang yang berbeda.[10] Hal ini terlihat dari beberapa politisi Golkar yang memiliki latar belakang berbeda antara lain Akbar Tanjung, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, Siswono Yudo Husodo, Agung Laksono.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Big tent politics". TheFreeDictionary.com. Dicapai 2017-11-15. 
  2. ^ https://www.usnews.com/opinion/articles/2010/05/17/political-purity-vs-big-tent-party-building-is-a-false-choice
  3. ^ Rujuk:
  4. ^ "'tenda' - Maklumat Kata". Pusat Rujukan Persuratan Melayu. Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia. Dicapai 21 September 2019. 
  5. ^ Page, Clarence. "Can Virginia's Democratic win revive 'big-tent' politics? Let's hope". chicagotribune.com (dalam bahasa Inggeris). Dicapai 2017-12-11. 
  6. ^ Harris, Peter. "The GOP Must Be the Big-Tent Party". The National Interest (dalam bahasa Inggeris). Dicapai 2017-12-11. 
  7. ^ "How big tent politics works". The Guardian (dalam bahasa Inggeris). 2007-11-14. ISSN 0261-3077. Dicapai 2017-11-15. 
  8. ^ Carty, R. Kenneth (2016-05-10). Big Tent Politics: The Liberal Party's Long Mastery of Canada's Public Life (dalam bahasa English) (edisi Reprint edition). UBC Press. ISBN 9780774830003. 
  9. ^ a b (apakabar@Radix.Net), apakabar@Radix.Net. "[INDONESIA-L] TAJUK - Arogan Membaw". www.library.ohio.edu. Dicapai 2017-11-17. 
  10. ^ Akbar., Tanjung, (2007). The Golkar way : survival Partai Golkar di tengah turbulensi politik era transisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9789792233636. OCLC 232148981.