Bahasa-bahasa Austronesia
| Austronesia | |
|---|---|
| Taburan geografi: | Asia Tenggara Maritim, Oceania, Madagascar, Taiwan |
| klasifikasi bahasa: | salah satu dari keluarga bahasa dunia utama; walaupun berpaut dengan keluarga lain telah dicadangkan, tiada dari ini yang diterima mainstrim umum |
| Subahagian: |
Formosan (terdiri dari berbagai rumpun)
|
| ISO 639-2 and 639-5: | map |
Rumpun Bahasa Austronesia adalah sebuah keluarga bahasa yang tersebar meliputi gugusan kepulauan Asia Tenggara dan Lautan Pasifik. Beberapa anggota keluarga bahasa ini juga dituturkan di tanah besar Asia. Rumpun bahasa Austronesia tersebar luas dari Taiwan dan Hawaii di hujung utara hingga ke New Zealand di wilayah (Aotearoa) di hujung selatan dan dari Madagascar jauh di barat sampai ke Pulau Easter (Rapanui) di hujung timur.
Sepertimana bahasa-bahasa Bantu, Indo-Eropah, Afro-Asiatik dan Uralik, Rumpun bahasa Austronesia merupakan salah satu keluarga bahasa tua yang telah dikenal pasti dengan lengkap. Nama Austronesia berasal dari kata Latin auster "angin selatan" dan kata Greek nêsos "pulau". Nama ini sememangnya cocok, kerana sebahagian besar bahasa Austronesia dituturkan di pulau-pulau yang terletak dalam, atau berhampiran dengan, Hemisfera Selatan: hanya beberapa bahasa, seperti bahasa Melayu dan bahasa-bahasa Cham, dituturkan di tanah besar Asia. Kebanyakan bahasa Austronesia mempunyai bilangan penutur yang kecil. Walau bagaimanapun, bahasa Austronesia utama memiliki jutaan penutur. Sesetengah bahasa Austronesia merupakan bahasa rasmi di beberapa buah negara. Otto Dempwolff, seorang sarjana Jerman, merupakan ahli bahasa pertama yang menyelidik bahasa-bahasa Austronesian dengan mendalam menggunakan comparative method.
Para ahli bahasa tidak sepakat tentang keluarga bahasa manakah yang mempunyai bahasa yang terbanyak. Walau bagaimanapun, rumpun bahasa Austronesia pastinya menduduki antara tangga teratas dengan 1,268 bahasa (menurut Ethnologue), yang bersamaan dengan lebih kurang satu perlima daripada jumlah keseluruhan bahasa yang diketahui di dunia.
Rumpun bahasa Austronesia memiliki beberapa cabangan utama, dan kesemuanya kecuali satu diketemui di Taiwan. Bahasa-bahasa Formosa Taiwan dikategorikan kepada sembilan subkumpulan aras pertama ("first-order") bahasa Austronesia. Kesemua bahasa Austronesia yang dituturkan di luar Taiwan (termasuklah bahasa Yami) tergolong dalam cabang Melayu-Polinesia, yang kadangkala dikenali dengan nama bahasa Extra-Formosa.
Isi kandungan |
Asal usul bangsa Austronesia [sunting]
Para penutur bahasa Austronesia proto atau purba dijangka berasal dari daerah yang sekarang disebut China bahagian selatan. Mereka sekitar 4000 tahun yang lalu bermigrasi ke pulau Taiwan dan dari sana lalu menyebar ke Filipina, Indonesia, kemudian ke Madagascar dekat benua Afrika dan ke seluruh lautan Pasifik.
Bahasa Ma’anyan yang merupakan sebuah bahasa Dayak dan dipertuturkan di Borneo adalah bahasa yang paling dekat dengan bahasa Malagasi yang dipertuturkan di Madagascar, berdekatan dengan persisiran pantai timur Afrika.
Klasifikasi [sunting]
Secara lazimnya, rumpun bahasa Austronesia dibahagi kepada beberapa kelompok. Dua kelompok utama ialah bahasa Taiwan dan bahasa Melayu-Polinesia. Kemudian rumpun bahasa Melayu-Polinesia dibahagi pula menjadi bahasa-bahasa Melayu-Polinesia Barat, Tengah dan Timur.
Di bawah adalah salasilah pembahagian rumpun bahasa ini secara terperinci.
Austronesia
- Taiwanik
- bahasa Melayu-Polinesia
Salah satu cabang terpenting adalah cabang Sundik yang menurunkan bahasa-bahasa Austronesia dengan jumlah penutur terbesar yaitu: bahasa Jawa, bahasa Melayu (dan bahasa Indonesia), bahasa Sunda, bahasa Madura, bahasa Aceh, bahasa Batak dan bahasa Bali.
Bahasa Jepun [sunting]
Bahasa Jepun adalah sebuah kes yang menarik minat banyak pakar linguistik. Ada yang mengelompokkan bahasa ini dalam rumpun bahasa Austronesia berdasarkan beberapa kata-kata dan fonologi bahasa Jepun. Namun yang lain berpendapat bahasa Jepun termasuk rumpun bahasa Altai dan terutamanya mirip dengan cabang bahasa Mongol. Bahasa Korea kemungkinan besar termasuk rumpun bahasa yang sama pula. Bahasa Korea mirip dengan bahasa Jepun namun sejauh ini belum ada yang menghubungkannya dengan rumpun bahasa Austronesia. Namun perlu diberi catatan pula bahwa rumpun bahasa Altai masih dipertikaikan lagi.
Beberapa kata dari bahasa Jepun yang berasal dari rumpun bahasa Austronesia:
- hi yang bererti api dan berasal dari *PAN (Proto-Austronesia): *Xapuy
- ké yang bererti kayu
- namaé yang bererti nama
- ano yang bererti anu (itu)
- suki yang berarti suka
(bahagian ini masih perlu ditambah)
Contoh [sunting]
Di bawah terdapat beberapa contoh untuk menunjukkan kekerabatan, kata-kata bilangan dari satu sampai sepuluh dalam beberapa bahasa Austronesia. Catatan: /e/ harus dibaca sebagai pepet (misalkan dalam kata “keras”) dan /é/ sebagai taling (misalkan dalam kata “lémpar”). Jika ada kesalahan, para pembaca dipersilakan membetulkannya.
| Bahasa | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Proto-Austronesia | *esa/isa | *duSa | *telu | *Sepat | * lima | *enem | *pitu | *walu | *Siwa | *sa-puluq |
| Paiwan | ita | dusa | celu | sepac | lima | unem | picu | alu | siva | ta-puluq |
| Tagalog | isá | dalawá | tatló | ápat | limá | ánim | pitó | waló | siyám | sampû |
| Ma'anyan | Isa' | rueh | telo | epat | dime | enem | pitu | Balu' | suei | sapuluh |
| Malagasi | iráy | róa | télo | éfatra | dímy | énina | fíto | válo | sívy | fólo |
| Aceh | sa | duwa | lhee | peuet | limöng | nam | tujôh | lapan | sikureueng | plôh |
| Toba Batak | sada | duwa | tolu | opat | lima | onom | pitu | uwalu | sia | sampulu |
| Bali | sa | dua | telu | empat | lima | enem | pitu | akutus | sia | dasa |
| Sasak | esa | due | telu | empat | lime | enem | pitu’ | balu’ | siwa’ | sepulu |
| Jawa Kuna | sa | rwa | telu | pat | lima | nem | pitu | wwalu | sanga | sapuluh |
| Jawa Baru | siji | loro | telu | papat | lima | nem | pitu | wolu | sanga | sepuluh |
| Sunda | hiji | dua | tilu | opat | lima | genep | tujuh | dalapan | salapan | sapuluh |
| Madura | settong | dhua | tello' | émpa' | léma' | énném | pétto' | ballu' | sanga' | sapolo |
| Melayu | satu | dua | tiga | empat | lima | enam | tujuh | lapan | sembilan | sepuluh |
| Minangkabau | ciék | duo | tigo | ampék | limo | anam | tujuah | dalapan | sambilan | puluah |
| Rapa Nui | tahi | rua | toru | ha | rima | ono | hitu | va'u | iva | 'ahuru |
| Hawaii | `ekahi | `elua | `ekolu | `eha: | `elima | `eono | `ehiku | `ewalu | `eiwa | `umi |
Tipologi [sunting]
Fonologi bahasa –bahasa Austronesia tergolong sederhana. Para penutur bahasa ini biasanya tidak suka dengan sukukata-sukukata tertutup dan menghindari gugusan-gugusan konsonan. Beberapa bahasa memang memiliki gugusan-gugusan konsonan namun ini merupakan pengaruh dari bahasa-bahasa lain, terutama dari bahasa Arab, bahasa Sanskrit, dan bahasa Indo-Eropah lainnya.
Kemudian beberapa bahasa turut meminjam fonem-fonem retrofleks dari bahasa Sanskrit, iaitu bahasa Jawa dan bahasa Madura. Bahkan bahasa Madura juga memiliki fonem-fonem berhembus (aspirata) yang kemungkinan juga berasal dari bahasa Sanskrit. Meskipun begitu, banyak para pakar yang menentang bahawa fonem-fonem ini dipinjam dari bahasa Sanskrit. Mereka berpendapat fonem-fonem ini telah berkembang dengan sendirinya.
Jumlah penutur [sunting]
Secara keseluruhannya jumlah penutur bahasa Austronesia adalah sekitar 300 juta orang. Bahasa-bahasa pertuturan terbesar adalah bahasa Jawa, bahasa Melayu (dan bahasa Indonesia), bahasa Tagalog, bahasa Sunda, bahasa Madura, bahasa Bali, bahasa Aceh, bahasa Batak dan bahasa Malagasi.
Status rasmi [sunting]
Bahasa Austronesia terpenting ditilik dari status resminya ialah bahasa Melayu yang merupakan bahasa rasmi di lima negara: Malaysia, Singapura, Brunei, Indonesia dan Timor-Timur. Di Indonesia bahasa resmi ini disebut sebagai bahasa Indonesia. Sedangkan bahasa Filipina yang sebenarnya adalah bahasa Tagalog merupakan bahasa rasmi Filipina. Di Timor-Timur bahasa resmi lainnya adalah bahasa Tetun, juga sebuah bahasa Austronesia selain bahasa Portugis yang hanya dikenal oleh segelintir orang. Di Madagascar, bahasa Malagasi adalah bahasa rasmi. Di Aotearoa(New Zealand), bahasa Maori juga memiliki status rasmi di samping bahasa Inggeris.
Kekerabatan dengan rumpun bahasa lain [sunting]
Ada beberapa pakar yang menggolongkan rumpun bahasa Austronesia dengan rumpun bahasa Austro-Asia dan menamakannya rumpun bahasa besar atau superfamili Austrik. Mereka berpendapat bahwa semua bahasa di China bagian selatan sebenarnya berkerabat yaitu rumpun bahasa Austronesia, bahasa Austro-Asia, bahasa Tai-Kadai dan bahasa Hmong-Mien (juga disebut Miao-Yao). Secara skematis rumpun bahasa Austrik secara hipotetis adalah sebagai berikut:
- Austrik
- Austronesia
- Tai-Kadai
- Hmong-Mien
- Austro-Asia
Para penutur keempat rumpun bahasa yang diduga berkerabat ini bermukim di daerah yang sekarang termasuk RRC bahagian selatan sampai lebih kurang antara tahun 2000 SM – 1000 SM. Dikala itu sukubangsa Han, yang merupakan penutur bahasa Sino-Tibet dari China utara, menyerbu ke selatan dan para penutur bahasa Austrik tercerai-berai. Hal ini yang diduga sebagai alasan mengapa kaum Austronesia terpaksa berhijrah ke Taiwan dan ke kepulauan Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik lainnya.
Kemudian para ahli linguistik mempunyai pendapat lain iaitu keberadaan kata-kata dasar dwisilabik yang mirip di mana bahasa Austronesia menyimpan kedua sukukata sedangkan bahasa Austro-Asia menyimpan sukukata pertama dan bahasa Tai-Kadai menyimpan suku kata kedua.
Contoh: Proto-Austronesia / Proto-Mon-Kmer (Austro-Asia) / Proto Thai (Tai-Kadai)
- mata ‘mata’ / *măt ‘mata / *taa ‘mata’
Bacaan selanjutnya [sunting]
- Peter Bellwood, 1979, Man’s Conquest of the Pacific. The Prehistory of Southeast Asia and Oceania, New York: Oxford University Press.
- Peter Bellwood, 1985, Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago, Orlando, Florida: Academic Press.
- Peter Bellwood, 1987, The Polynesians: Prehistory of an Island People, New York: Oxford University Press.
- P. Benedict, 1975, Austro-Thai Language and Culture. With a Glossary of Roots, New Haven: HRAF Press.
- O.C. Dahl, 1951, Malgache et Maanjan., Oslo: Egede Instituttet.
- Otto Dempwolff, 1956, Perbendaharaan Kata-kata dalam Berbagai Bahasa Polinesia, Terjemahan Sjaukat Djajadiningrat. Jakarta: Pustaka Rakyat.
- Jared Diamond, 1997, Guns, Germs and Steel, W.W. Norton & Company.
- Isidore Dyen, 1956, “Language Distribution and Migration Theory”, di Language, 32: 611-626.
- Hendrik Kern, 1956, Pertukaran Bunyi dalam Bahasa-bahasa Melayu-Polinesia, Terjemahan Sjaukat Djajadiningrat. Jakarta: Pustaka Rakyat.
- Hendrik Kern, 1957, Berbagai-bagai Keterangan berdasarkan Ilmu Bahasa dipakai untuk Menetapkan Negeri Asal Bahasa-Bahasa Melayu-Polinesia, Terjemahan Sjaukat Djajadiningrat. Jakarta: Pustaka Rakyat.