Kabupaten Banyuwangi

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
(Dilencongkan dari Banyuwangi)
Pergi ke navigasi Pergi ke carian
Kabupaten Banyuwangi

ꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦧꦪꦸꦮꦔꦶ
Majlis Daerah Banyuwangi
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
Transkripsi Others
 • Ejaan LamaBanjoewangi
 • Jawaꦑꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦧꦪꦸꦮꦔꦶ
 • OsingByanyuwangai
Gandrung Sewu.jpg
Plengkung Bay Beach 1 (109324109).jpegSunset marina boom banyuwangi.jpg
Danau Belerang Ijen.jpg
Dari atas ke kiri bawah: Gandrung Sewu, Pantai Plengkung di Banyuwangi bagian selatan, Pantai Boom Banyuwangi, Gunung Ijen
Banyuwangi Regency coat of arms.svg
Jata
Nama panggilan: 
Kota Gandrung
Moto: 
Satya Bhakti Praja Mukti
(Bahasa Melayu: Setia berbakti untuk masyarakat makmur)
Locator kabupaten banyuwangi.png
Lokasi Banyuwangi di Negeri Jawa Timur
Kabupaten Banyuwangi yang terletak di Indonesia
Kabupaten Banyuwangi
Kabupaten Banyuwangi
Lokasi Banyuwangi di Indonesia
Koordinat: 8°10′8″S 113°42′8″E / 8.16889°S 113.70222°E / -8.16889; 113.70222
Negara Indonesia
NegeriCoat of arms of East Java.svg Jawa Timur
Ditubuhkan18 Disember 1877
Dinaiktaraf sebagai Kabupaten1950
Kerajaan
 • JenisMajlis Daerah
 • Bupati (Yang diPertua)Ipuk Fiestiandani
 • Timbalan BupatiSugirah
Luas
 • Jumlah5,782.50 km2 (2,232.64 batu persegi)
Ketinggian
5 m (16 ft)
Penduduk
 (2012)
 • Jumlah2,100,000 orang
Demonym(s)Banyuwangen
Demografi
 • Kelompok etnikOsing, Jawa, Madura, Bali, Melayu, Mandar, Arab, Cina
 • AgamaIslam (93.50%), Hinduisme (3.90%), Kristian (1.25%), Katolik (0.72 %), Budisme (0.6%), Konfusianisme 0.03% [1]
Zon waktuUTC+07:00
Poskod
684XX
Kod Panggilan+62 333
GeokodID-JW
Kod ISO 3166ID-BYW
Plat KenderaanP
Laman webbanyuwangikab.go.id



Kabupaten Banyuwangi (Bahasa Melayu: Majlis Daerah Banyuwangi) , ialah sebuah Majlis daerah di Negeri Jawa Timur, Indonesia, dengan ibu kotanya di bandar Banyuwangi. Kabupaten ini terletak di hujung paling timur Pulau Jawa, berbatasan dengan Kabupaten Situbondo di utara, Selat Bali di timur, Lautan Hindi di selatan, serta Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso di barat. Pelabuhan Ketapang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pelabuhan Gilimanuk di Bali.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah Banyuwangi tidak terlepas daripada sejarah Kerajaan Blambangan. Pada pertengahan abad ke-17, Banyuwangi merupakan sebahagian daripada Kerajaan Blambangan yang diketuai oleh Pangeran Tawang Alun. Pada masa itu, Syarikat Hindia Timur Belanda (SHTB) menganggap Blambangan sebagai salah satu wilayah kekuasannya dari segi pentadbiran, atas dasar penyerahan kekuasaan bahagian timur Jawa (termasuk Blambangan) oleh Pakubuwono II kepada SHTB. Namun SHTB tidak pernah benar-benar menggunakan kuasanya sehingga akhir abad ke-17 apabila pemerintah Inggeris menjalin hubungan perdagangan dengan Kerajaan Blambangan. Daerah yang sekarang dikenali sebagai Komplek Inggeris ialah tempat pejabat perdagangan pemerintah Inggeris.

Syarikat Hindia Timur Belanda (SHTB) bergerak dengan segera untuk menuntut kekuasaanya ke atas Blambangan pada akhir abad ke-17 dan dengan itu, mengakibatkan perang besar selama lima tahun (1767-1772). Dalam peperangan itu, terdapat satu pertempuran yang dahsyat yang disebut Puputan Bayu kerana ia merupakan usaha terakhir Kerajaan Blambangan untuk melepaskan diri daripada belenggu SHTB. Pertempuran Puputan Bayu berlaku pada 18 Disember 1771 yang akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Banyuwangi. Namun pada akhirnya, SHTB-lah yang mencapai kemenangan dengan dilantiknya R. Wiroguno I (Mas Alit) sebagai bupati Banyuwangi yang pertama dan dengan itu, menandakan kejatuhan kerajaan Blambangan.perang bayu yg dipimpin ki Rempeg akhirnya kalah karena gempuran gabungan laskar yang dimpin oleh VOC .dan sisa sisa laskar berserakan melarikan diri dan sekarang lebih dikenal dengan sebutan WONG OSING.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Banyuwangi ialah kabupaten yang terbesar di Jawa Timur. Wilayahnya cukup beragam, dari dataran yang rendah sehingga pergunungan yang tinggi. Di kawasan yang menyempadani Kabupaten Bondowoso, terdapat rangkaian Dataran Tinggi Ijen yang merangkumi Gunung Raung (3,282 meter) serta Gunung Merapi (2,800 meter), kedua-duanya gunung berapi yang aktif.

Di bahagian selatan Kabupaten Banyuwangi terdapat perkebunan, peninggalan zaman Hindia-Belanda. Bahagian selatan yang menyempadani Kabupaten Jember merupakan kawasan pemuliharaan yang kini dilindungi oleh Simpanan Semula Jadi Meru Betiri, manakala di Semenanjung Blambangan juga terdapat simpanan semula jadi Taman Negara Alas Purwo.

Pantai Sukamade merupakan sebuah kawasan pengembangan penyu. Selain itu, pantai timur Banyuwangi (Selat Bali) merupakan salah satu pengeluar ikan yang terbesar di Jawa Timur. Terdapat juga sebuah pelabuhan perikanan di Muncar.

Utara Kabupaten Situbondo
Selatan Samudera Indonesia
Barat Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Jember
Timur Selat Bali


Pembahagian pentadbiran[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Banyuwangi terdiri daripada 25 buah mukim (Bahasa Indonesia: Kecamatan) yang dibahagikan pula kepada sejumlah kampung atau desa. Pusat pemerintahannya di bandar Banyuwangi.

Daftar kecamatan[sunting | sunting sumber]

  1. Bangorejo
  2. Banyuwangi
  3. Blimbingsari
  4. Cluring
  5. Gambiran
  6. Genteng
  7. Giri
  8. Glagah
  9. Glenmore
  10. Kabat
  11. Kalibaru
  12. Kalipuro
  13. Licin
  14. Muncar
  15. Pesanggaran
  16. Purwoharjo
  17. Rogojampi
  18. Sempu
  19. Siliragung
  20. Singojuruh
  21. Songgon
  22. Srono
  23. Tegaldlimo
  24. Tegalsari
  25. Wongsorejo

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk Banyuwangi cukup beragam, dengan suku Osing merupakan golongan majoriti. Namun terdapat juga suku Madura dan suku Jawa yang cukup besar, serta golongan-golongan minoriti seperti suku Bali dan suku Bugis.

Suku Osing merupakan penduduk asli kabupaten Banyuwangi dan biasanya dianggap sebagai sebuah subsuku daripada suku Jawa. Mereka menggunakan bahasa Osing yang dikenali sebagai salah satu jenis bahasa Jawa yang tertua. Seni asli Banyuwangi termasuk kuntulan, gandrung, jaranan, barong, janger dan seblang. Bahasa dan budaya suku Osing merupakan warisan bahasa dan budaya blambangan .bukan dipengaruhi oleh bahasa dan budaya Bali,seperti pendapat beberapa kalangan.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Wakil Bupati Ket.
1 No-Image-Placeholder.svg Temenggung Wiroguno I

(alias Mas Alit)

1773 1782 1
2 No-Image-Placeholder.svg Temenggung Wiroguno II

(alias Mas Talib)

1782 1818 2
3 No-Image-Placeholder.svg Temenggung Surenggrono 1818 1832 3
4 No-Image-Placeholder.svg RT. Wiryo Adi Danuningrat 1832 1867 4
5 No-Image-Placeholder.svg RT. Pringgokusumo 1867 1881 5 [ket. 1]
6 No-Image-Placeholder.svg RT. Aryo Sugondo 1881 1888 6 [ket. 2]
7 No-Image-Placeholder.svg RT. Astro Kusumo 1888 1889 7
8 No-Image-Placeholder.svg RT. Surenggono 1889 1905 8
9 No-Image-Placeholder.svg RT. Kusumonegoro 1905 1910 9
10 No-Image-Placeholder.svg RT. Notodiningrat 1910 1920 10
11 No-Image-Placeholder.svg R. Ahmad Noto Adi Suryo 1920 1930 11
12 No-Image-Placeholder.svg R. Murtajab 1930 1935 12
13 No-Image-Placeholder.svg R. Ahmad Prastika 1935 1942 13
14 No-Image-Placeholder.svg R. Oesman Soemodinoto 1942 1947 14
15 No-Image-Placeholder.svg R. Ahmad Kusumo Negoro 1947 1949 15
16 No-Image-Placeholder.svg R. Moch. Sachrawisetio Abiwinoto 1949 1949 16
17 No-Image-Placeholder.svg Sukarbi 1949 1950 17
(14) No-Image-Placeholder.svg R. Oesman Soemodinoto 1950 1955 18
18 No-Image-Placeholder.svg Soegito Noto Soegito 1955 1965 19
20
19 No-Image-Placeholder.svg Soewarso Kanapi

S.H.

1965 1966 21 [ket. 3]
20 No-Image-Placeholder.svg Letkol (Purn.)Djoko Supaat Slamet 1966 1978 22
21 No-Image-Placeholder.svg Soesilo Suharto, S.H 1978 1983 23
22 No-Image-Placeholder.svg S. Djoko Wasito 1983 1988 24
23 No-Image-Placeholder.svg Harwin Wasisto 1988 1991 25
24 No-Image-Placeholder.svg Kol Pol. (Purn) HT. Purnomo Sidik 1991 2000 26
27
25 Ir syamsul hadi.jpg Ir.Samsul Hadi 2000 2005 28 Abdul Kadir
26 Ratna Ani Lestari Bupati Banyuwangi.jpg Ratna Ani Lestari S.E., M.M 2005 2010 29 Yusuf Nur Iskandar
27 Bupati Banyuwangi Anas.jpg Abdullah Azwar Anas 2010 2015 30 Yusuf Widyatmoko
* Zarkasi

(Pejabat)

22 Oktober 2015 17 Februari 2016
(27) Bupati Banyuwangi Anas.jpg Abdullah Azwar Anas 17 Februari 2016 2020 31 Yusuf Widyatmoko
(28) Ipuk Fiestiandani.png Ipuk Fiestiandani 17 Februari 2021 Petahana 31 Sugirah [ket. 4]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Pkbdiy.jpg PKB 10 9
Gerindra.jpg Gerindra 5 5
Logo PDIP.png PDI Perjuangan 10 12
Golkar 7 5
Partai NasDem.svg NasDem 2 5
PKS logo 2020.png PKS 2 2
Logo PPP (1973-1982).svg PPP 4 4
Logo Partai Amanat Nasional.jpg PAN 1 0
HANURA.jpg Hanura 4 2
Logo of the Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 5 6
Jumlah Anggota 50 50
Jumlah Partai 10 9

Pengangkutan[sunting | sunting sumber]

Jauhnya ibu kota Kabupaten Banyuwangi 239 kilometer di sebelah timur Kota Surabaya. Kota Banyuwangi merupakan hujung paling timur Jalur Pantura, serta titik landasan kereta api yang paling timur di Pulau Jawa.

Dari Surabaya, Kabupaten Banyuwangi dapat dicapai melalui dua batang lebuh raya, iaitu Jalur Utara dan Jalur Selatan. Jalur Utara merupakan sebahagian Jalur Pantura yang membentang Daru Ujung Kulon sehingga Pelabuhan Ketapang, manakala Jalur Selatan merupakan cabang Jalur Pantura dari Kabupaten Pasuruan melewati Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember. Pelabuhan Ketapang terletak di bahagian utara kota Banyuwangi, dan menghubungkan Jawa dengan Bali melalui feri. Sedangkan untuk pengangkutan udara pula ada Lapangan terbang Banyuwangi yang menghubungkan Banyuwangi dengan bandaraya Denpasar, Bali, Surabaya, Jakarta dan Kuala Lumpur.[4], Malaysia

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pantai Plengkung, salah satu Pantai dengan ombak terbaik terbaik di dunia.

Kabupaten Banyuwangi memiliki banyak objek wisata seperti:[5][6][7]

Cagar budaya[sunting | sunting sumber]

Kuliner Banyuwangi[sunting | sunting sumber]

Masakan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Banyuwangi mempunyai bermacam-macam masakan khas Banyuwangi, diantaranya:

  • Sego tempong
  • Sego cawuk
  • Pindang Srani
  • Sego Gecok
  • Sego Golong
  • Sate Kalak
  • Pecel Pitik
  • Sambel Lucu
  • Jangan Kelor
  • Jangan Kesrut
  • Jangan Pakis
  • Jangan Lobok
  • Jangan Lompong
  • Jangan Bobohan
  • Jangan Jawar
  • Jangan Leroban
  • Jangan Pol
  • Jangan Klenthang
  • Jangan Bung
  • Pelasan Oling
  • Pelasan Uceng
  • Peceg Lele
  • Uyah Asem Pitik
  • Kupat Lodoh
  • Pindang koyong
  • Bothok Simbukan
  • Bothok Tawon
  • Ayam Pedas Genteng
  • Rujak Letog
  • Sambel Pedho
  • Sambel Pindang
  • Sambel Pete
  • Oseng-oseng Pare
  • Bindol Pakem
  • Tahu Petis
  • Wiyongkong
  • Rujak soto
  • Pecel Thotol
  • Lak-lak

Jajanan tradisional[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Banyuwangi mempunyai bermacam-macam jajanan pasar khas Banyuwangi, diantaranya:

  • Bagiak
  • Sale Pisang Barlin
  • Kelemben
  • Satuh
  • Manisan Cerme
  • Manisan Pala Kering
  • Manisan Tomat
  • Manisan Kolang-kaling
  • Ladrang
  • Kacang Tanah Open Asin
  • Dodol Salak
  • Sale Pisang Anggur
  • Loro Kencono
  • Karang Emas
  • Kolak Gepuk
  • Widaran
  • Wiroko
  • Petulo
  • Ketan Kirip
  • Onde – Onde
  • Tahu Walek

Minuman[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Banyuwangi mempunyai bermacam-macam minuman khas Banyuwangi, diantaranya:

  • Secang
  • Selasih
  • Ronde
  • Angsle
  • Caok
  • Setup Semarang
  • Petirtan di Pura Beji Ananthaboga dan Pelinggih Ganesha
    Kolak Duren
  • Kopi Luak
  • Kopi Lanang
  • Kopi Kemiren
  • Es Gedang Ijo
  • Es Temu lawak

Oleh-oleh[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Banyuwangi mempunyai bermacam-macam oleh-oleh khas Banyuwangi, diantaranya:

Penari Gandrung di depan acara Pentas Seni.
  • Awug (iwel-iwel)
  • Lanun
  • Serabi Solo
  • Dodol garut
  • Jenang Kudus
  • Jenang Bedil
  • Jenang Mutioro
  • Jenang Selo
  • Ketot
  • Apem Takir
  • Lak-lak
  • Precet
  • Sumping
  • Bikang
  • Setupan Polo

Kebudayaan[sunting | sunting sumber]

Selain daripada merupakan daerah perlintasan dari Jawa ke Bali, Kabupaten Banyuwangi juga merupakan daerah pertemuan untuk berbagai-bagai jenis kebudayaan daripada berbagai-bagai wilayah. Budaya masyarakat Banyuwangi diwarnai oleh kebudayaan Jawa, Bali, Madura, Melayu, dan Eropah yang akhirnya membentuk sebuah kebudayaan tempatan yang tidak pernah ditemui di mana-mana wilayah di Pulau Jawa.dan budaya osing masih dominan diberbagai tempat di banyuwangi

Batik[sunting | sunting sumber]

Batik yang disebut-sebut sebagai jati diri Bangsa Indonesia tak bisa diragukan. Keberadaannya memang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya orang Jawa. Motif-motifnya pun terinspirasi tak jauh dari kehidupan sehari-hari. Begitu juga dengan banyuwangi, memiliki beberapa motif yang terkenal yaitu

Gamelan Banyuwangi yang mengiringi tari gandrung.
  • Gajah oling
  • Paras Gempal
  • Sekar Jagad
  • Kangkung Setingkes
  • Mata Ayam

Jenis Batik tadi merupakan sebagian dari Motif Batik khas Banyuwangi yang masih hidup dan berkembang di kalangan masyarakat setempat.

Seni tradisional[sunting | sunting sumber]

Seni tradisional khas Banyuwangi termasuk:

Jenis kesenian tadi merupakan sebagian dari kesenian khas Banyuwangi yang masih hidup dan berkembang di kalangan masyarakat setempat.

Lagu Daerah[sunting | sunting sumber]

  • Umbul-umbul Blambangan
  • Ugo-Ugo
  • Banyuwangi Ijo Royo-Royo
  • Seblang Lukinto

Muzik khas Banyuwangi[sunting | sunting sumber]

Gamelan Banyuwangi yang khususnya digunakan dalam tarian Gandrung memiliki keistimewaan tersendiri, dengan adanya dua buah biola yang salah satunya dijadikan pemimpin lagu. Menurut sejarahnya, seorang Eropah menyaksikan pertunjukan Gandrung yang diiringi dengan suling pada sekitar abad ke-19 dan mencuba menyelaraskannya dengan biola yang dibawanya. Irama yang dihasilkan oleh biola menyayat hati para penonton dan sejak itu, biola mulai menggantikan suling kerana ia dapat menghasilkan nada-nada yang tinggi yang tidak dapat dihasilkan oleh suling.

Alat-alat muzik tradisional yang digunakan untuk gamelan Banyuwangi adalah seperti yang berikut:

  • Kluncing,  iaitu alat muzik berbentuk segi tiga yang diperbuat daripada kawat besi tebal, dan dibunyikan dengan alat pemukul yang diperbuat daripada bahan yang sama.
  • Kendhang  yang hampir serupa dengan kendhang yang digunakan dalam gamelan Sunda dan Bali. Biasanya berjumlah satu atau dua, fungsi khendhang ialah sebagai pemimpin muzik.
  • Kethuk  yang diperbuat daripada besi berjumlah dua buah dan dibuat dengan berbagai-bagai ukuran, sesuai dengan larasannya. "Kethuk estri" (feminin) adalah yang besar, dan dalam gamelan Jawa dipanggil Slendro, manakala "kethuk jaler" (maskulin) dilaraskan lebih tinggi satu not. Fungsi kethuk di sini bukan sekadar sebagai alat penguat atau penjaga irama seperti dalam gamelan Jawa, tetapi ia juga bergabung dengan kluncing untuk mengikut irama kendhang.
  • Kempul  dalam gamelan Banyuwangi (khususnya Gandrung) hanya terdiri daripada sebuah alat gong besi yang kekadang diselingi dengan "saron bali" dan angklung.

Selain daripada gamelan untuk tarian Gandrung ini, gamelan yang digunakan untuk pertunjukan Angklung Caruk agak berbeza dengan gamelan Gandrung kerana adanya angklung buluh yang dilaraskan, sesuai tinggi nadanya. Untuk gamelan patrol, semua alat muziknya diperbuat daripada buluh manakala untuk pertunjukan Janger, digunakan gamelan Bali dan Rengganis, gamelan Jawa yang lengkap. Khususnya seni Hadrah Kunthulan menggunakan rebana, beduk, kendhang, biola dan kekadangnya bonang (dipanggil "reong" dalam gamelan Bali).

Pemodenan juga tidak terelakkan seni muzik Banyuwangi, dengan kemunculan berbagai-bagai kelainan muzik yang merupakan padanan-padanan tradisional dan moden, seperti Kunthulan Ciptaan, Gandrung Ciptaan, Kendhang Kempul Ciptaan dan Janger Campursari. Padanan-padanan tersebut memasukkan unsur-unsur elektronik ke dalam muziknya dan menjadi seni-seni yang popular di kalangan masyarakat. Namun demikian, sesetengah pakar kebudayaan berasa risau bahawa seni-seni tersebut akan menjejaskan kesenian klasik yang sudah berkembang selama beratus-ratus tahun.

Pautan luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh
Kerajaan Blambangan
Diikuti oleh:
tidak ada


 

Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Lambang Kabupaten Banyuwangi

Kecamatan: Bangorejo | Banyuwangi | Cluring | Gambiran | Genteng | Giri | Glagah | Glenmore | Kabat | Kalibaru | Kalipuro | Licin | Muncar | Pesanggaran | Purwoharjo | Rogojampi | Sempu | Siliragung | Singojuruh | Songgon | Srono | Tegaldlimo | Tegalsari | Wongsorejo

 
Jawa Timur
Lambang Provinsi Jawa Timur "Jer Basuki Mawa Bea"

Kabupaten: Banyuwangi | Bangkalan | Blitar | Bojonegoro | Bondowoso | Gresik | Jember | Jombang | Kediri | Lamongan | Lumajang | Madiun | Magetan | Malang | Mojokerto | Nganjuk | Ngawi | Pacitan | Pamekasan | Pasuruan | Ponorogo | Probolinggo | Sampang | Sidoarjo | Situbondo | Sumenep | Trenggalek | Tuban | Tulungagung

Kota: Batu | Blitar | Kediri | Madiun | Malang | Mojokerto | Probolinggo | Pasuruan | Surabaya

Lihat juga: Daftar kabupaten dan kota di Indonesia

  1. ^ "Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka 2016" Diarkibkan 2017-08-07 di Wayback Machine, diakses 07 Agustus 2017
  2. ^ Sejarah PKI Di Banyuwangi dan Pembantaian Cemethuk 18 Oktober 1965
  3. ^ (Forum Pembaca KOMPAS) Pembunuhan Massal pada 1965-1967 di Surabaya, Malang, dan Pasuruan
  4. ^ [1]
  5. ^ "salinan arkib". Diarkibkan daripada yang asal pada 2015-11-21. Dicapai pada 2021-01-28.
  6. ^ "salinan arkib". Diarkibkan daripada yang asal pada 2015-11-21. Dicapai pada 2021-01-28.
  7. ^ "salinan arkib". Diarkibkan daripada yang asal pada 2016-10-26. Dicapai pada 2021-01-28.


Ralat petik: Tag <ref> untuk kumpulan "ket." ada tetapi tag <references group="ket."/> yang sepadan tidak disertakan