Eskatologi Islam

Daripada Wikipedia, ensiklopedia bebas.
Pergi ke navigasi Pergi ke carian
Eskatologi Islam
Portal Islam

Eskatologi Islam adalah kajian tentang kehidupan sesudah mati di Akhirat dan al-Qiyāmah "Penghakiman Terakhir". Eskatologi berkait rapat dengan salah satu aqidah Islam, yang mempercayai adanya hari terakhir, kematian, kebangkitan (Yawm al-Qiyāmah), mahsyar, penghakiman terakhir, syurga, neraka, dan keputusan seluruh nasib manusia dan lainnya.[1]

Umat ​​Islam percaya bahawa kehancuran dunia akan berlaku di mana orang-orang yang beriman tidak lagi berada di muka bumi, yang tinggal hanyalah orang-orang jahat yang kembali kepada keadaan zaman Jahiliah.[2][3] Kemudian kiamat dikatakan berlaku pada hari Jumaat,[4]hari kiamat dikatakan tidak akan berlaku sehingga tidak ada lagi manusia yang melaungkan nama Allah.[5]

Seperti agama-agama Abrahamik yang lain, Islam mengajar tentang kebangkitan orang mati, sebagai rancangan untuk menyelesaikan semua ciptaan Tuhan dan keabadian roh makhluk. Bagi mereka yang beriman akan dikurniakan oleh Allah Syurga sementara bagi mereka yang tidak beriman akan dihukum di Neraka.

Fasa kehidupan manusia dan jin[sunting | sunting sumber]

Dalam fasa kehidupan, manusia dan jin telah dan akan melalui beberapa alam keberadaan, maka di alam terakhir ia dianggap sebagai kehidupan yang abadi (kekal). Menurut syariat Islam, alam ini meliputi:

  • Alam roh, alam di mana sebelum jasad manusia dan jin diciptakan.
  • Alam rahim, rahim ibu, ialah tempat untuk menyempurnakan tubuh manusia dan menentukan tahap nasib kita di dunia seperti kehidupan, rezeki, bila dan di mana kita mati.
  • Alam dunia, alam tempat ujian bagi manusia, yang mana antara mereka mempunyai amalan terbaik.
  • Alam Barzakh, di alam barzakh manusia akan diberikan balasan yang setimpal dengan perbuatannya di dunia, di alam ini Allah memberikan dua keadaan, berkat atau azab kubur.
  • Alam akhirat, alam di mana perbuatan semua makhluk-Nya dibalas, di alam ini Allah menentukan keputusan dua tempat untuk manusia, sama ada dia akan menghuni syurga atau menghuni neraka.

Rahsia Allah[sunting | sunting sumber]

Mengenai kedatangan hari kiamat, menurut syariat Islam, tidak ada yang tahu, sama ada malaikat, nabi atau rasul, masalah ini adalah masalah yang ghaib dan hanya Allah sahaja yang mengetahuinya. Seperti yang disebutkan dalam ayat-ayat al-Quran dan hadis sahih.

Allah berfirman:

"Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang hari kiamat: "Bilakah masa datangnya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan mengenainya hanyalah ada di sisi Tuhanku, tidak ada sesiapa pun yang dapat menerangkan kedatangannya pada waktunya melainkan Dia. (Huru-hara) hari kiamat itu amatlah berat (menggerunkan makhluk-makhluk yang ada) di langit dan di bumi; ia tidak datang kepada kamu melainkan secara mengejut". Mereka bertanya kepadamu seolah-olah engkau sedia mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan mengenai hari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (Al-A'raaf:187)

Juga dalam firman-Nya:

"Manusia bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang kedatangan hari kiamat; katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan mengenainya hanyalah ada di sisi Allah." Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui? - boleh jadi masa datangnya tidak lama lagi". (Al-Ahzaab:63)

Muhammad pernah ditanya oleh Malaikat Jibril yang datang dalam bentuk Arab Badwi, kemudian Jibril bertanya tentang bila akan terjadinya hari kiamat. Jibril bertanya: "Khabarkanlah kepadaku, bilakah terjadi hari Kiamat?" Kemudian Muhammad menjawab: "Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya".[6]

Walaupun waktu terjadinya hari kiamat tidak ada yang mengetahuinya, Allah memberitahu RasulNya tentang tanda-tanda Kiamat. Kemudian Muhammad memberitahu umatnya tentang tanda-tanda Kiamat. Para ulama membahagikannya kepada dua:

  • Tanda-tanda kecil
  • Tanda-tanda besar

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Eschatology as a noun, based on WordNet 3.0, Farlex clipart collection. © 2003-2008 Princeton University, Farlex Inc.
  2. ^ “Kiamat tidak akan berlangsung kecuali menimpa atas orang-orang yang paling jahat.” (Hadits riwayat Muslim 5243).
  3. ^ “Termasuk dalam golongan sejahat-jahatnya manusia ialah orang yang didapati pada waktu tibanya hari kiamat itu dan mereka masih hidup.” (Hadits riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim).
  4. ^ “...dan tidak akan terjadi hari Kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (Hadits riwayat Muslim).
  5. ^ “Belum akan kiamat sehingga tidak ada lagi di muka bumi orang yang menyebut "Allah, Allah.” (Hadits riwayat Muslim).
  6. ^ "Khabarkanlah kepadaku, bilakah terjadi Kiamat?" Kemudian Muhammad menjawab: "Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya" (hadis riwayar Muslim)